Yuk, jadi perempuan yang bahagia dan sukses


Tuesday, 30 Jan 2018


Belasan tahun lalu, ketika masih duduk dibangku universitas. Tidak pernah terpikir akan berada pada titik saat ini. Papa meminta saya untuk mengambil jurusan akuntansi, padahal saya lebih suka pada arsitektur atau kedokteran. Papa bilang, perempuan lebih cocok jadi akuntan, agaknya Papa bisa mengukur standar tingkat ketomboyan saya kala itu. Kala saya lebih suka menemani Papa menonton acara boxing setiap minggu dibandingkan membantu mama memasak. Kalau jadi akuntan, nanti kamu bisa belajar macam macam, pesannya.

Saya pun memenuhi janji saya untuk lulus cepat dalam waktu 3.5 tahun supaya bisa langsung segera bekerja dan mengajak keluarga pergi makan ke restoran favorit dari hasil gaji pertama. Keinginan yang sederhana memang. Namun Tuhan berkata lain, Papa dipanggil olehNya, dua bulan setelah saya berhasil membawa nilai memuaskan dari sidang sarjana. Hal ini menorehkan janji tersendiri, bahwa saya harus bisa sukses supaya membahagiakan keluarga : Ibu dan adik saya.

Dibulan selanjutnya, saya mulai bekerja disebuah perusahaan multinational. Beruntung, atasan dan rekan kerja membimbing saya untuk pekerjaan pertama ini. Saya pun bekerja keras dan cerdas untuk bisa menjadi lebih baik lagi. Pengalaman kantor pertama ini, membawa saya meraih hasil yang baik ke perusahaan perusahaan multinational berikutnya. Bahkan dipenghujung 2016, saya mendapatkan gelar sebagai salah satu karyawan terbaik diperusahaan.

Motivasi dan keinginan kuat untuk memberikan hasil terbaik bagi keluarga tercinta merupakan resep utama kita meraih kesuksesan. Yang tentunya harus datang dari diri kita sendiri, karena kita yang paling mengetahui apa yang kita inginkan dalam hidup. Ingatlah selalu senyum penuh kasih Ibu tercinta yang selalu menunggu kita pulang dari kantor. Dan raut wajah bahagianya setiap kali kita menceritakan keberhasilan kita dikantor.

Sukses yang diraih harus bisa menimbulkan rasa bahagia. Kebahagiaan adalah aspek utama, jika bahagia. Kita dapat mengerjakan hal apapun tanpa paksaan, penuh keikhlasan dan berkesinambungan dengan hasil yang baik. Inilah yang disebut sebagai sebuah sinergi yang positif, yang memberkan dampak baik bagi pemberi dan penerimanya.

Kesuksesan dan kebahagiaan adalah dua hal yang saling berhubungan erat. Ketika malam menjelang, saya terbiasa untuk merekam kembali dan merenungi moment yang terjadi dalam hidup.

Apakah saya bahagia dan akan bahagia

Apakah saya bisa menjalani keputusan ini

Apakah saya akan terluka dengan hal itu

Jika saya bahagia dengan hal tersebut, saya akan lanjutkan prosesnya. Bahagia disini bukan berarti hanya sepihak, hanya mementingkan kebahagian saya sebagai individu. Tidak. Tetapi kita juga harus mempertimbangkan bahwa hal yang kita lakukan akan memberikan hasil positif bagi pihak lain. Dan yang paling mengetahuai serta memahaminya adalah diri kita sendiri, bukan orang lain. Karena pada akhirnya kita yang akan menjalani begitu banyak fase dalam perjalanan hidup kita. Bukan orang lain, bukan sahabat atau bahkan orang terdekat kita.

Sebagai seorang perempuan, saya selalu memberikan nasihat kepada perempuan lain untuk tidak pernah menyerah, selalu berdoa dan melakukan hal terbaik. Semua orang pasti menginginkan kesuksesan, namun orang yang tidak pernah berhenti untuk mencoba dan tidak takut akan tantangan. Dialah yang akan berhasil. Saat ini sudah banyak pemimpin perempuan baik dalam organisasi, perusahaan dan pemerintahan yang menjadi role model perempuan perempuan lain untuk terus maju dan berkarya.

Yuk Urbaners, jadi sukses dan bahagia, dimulai dari diri kita J



Risa

No Comments Yet.