Wanita Sukses, Idaman Pria


Tuesday, 21 Mar 2017


Haloo Urbanesse, di edisi bulan ini dengan tema “Planning Your Career As Early As Posibble” rubrik From His Eyes kali ini akan mewawancarai cowok bernama Albert, Seorang IT Consultant. Bagaimana menurut pandangan Pria tentang wanita yang sukses berkarir mengejar passionnya dan mencari tahu pandangan mereka melihat banyak wanita karir di kota besar gajinya habis untuk hal konsumtif seperti, liburan dan lifestyle.Yuuukk...kita intip wawancara eksklusif dengan Albert

 

Apa definisi kamu mengenai wanita yang sukses dalam bekerja?

Ada tiga tipe:

  1. Wanita sukses dalam karier, bukan finansial. Dari luar kelihatan glamour, tapi dalamnya belum tentu. Misal: bos di perusahaan besar, tapi uangnya habis untuk berjudi, drugs atau berfoya-foya. Atau tinggal di rumah mewah dan besar, tetapi 90% owned by bank atau cuman rent.
  2. Wanita sukses secara finansial, bukan karir. Dari luar kelihatan biasa saja, tapi kemampuan savingnya bagus. Misal: pekerjaan sebagai admin, tapi cerdas dalam menabung.
  3. Wanita sukses dalam karier dan finansial. Ini yang namanya unicorn, wanita idaman hehe..

Saya berpendapat sukses secara finansial sukses tidak ditentukan oleh karirmu, dan begitu juga sebaliknya.

Secara pribadi, kamu lebih memilih pasangan wanita sukses dalam karir (tipe 1) atau finansial (tipe 2)? Andaikan wanita tipe 3 sudah laku semua hahahaa….

Hahaha…Saya pribadi jelas lebih memilih wanita yang sukses secara finansial. Sukses secara karir lebih bersifat eksternal. Pas karir sedang di atas memang digaji besar, tapi bisa saja satu hari kamu kehilangan pekerjaanmu. Pada saat itu, bisakah kamu adjust your lifestyle dan mencukupi dirimu dengan apa yang ada? Apalagi semakin tua semakin banyak kompetisi dalam dunia karir. Sebaliknya, sukses secara finansial lebih bersifat internal (self sufficient). Kebiasaan untuk disiplin investasi dengan apa yang kamu miliki itu bisa membuat dirimu menjadi mapan, tidak peduli seberapa kecil gajimu. Poin plus, kemampuan untuk memanage finansial memungkinkan kamu di kemudian hari untuk bekerja sesuai dengan passion dengan konsentrasi penuh tanpa pusing bayar banyak debts.

 

Tim Urban Women melihat banyak wanita karir di kota besar gajinya habis untuk hal konsumtif seperti liburan dan lifestyle, setuju ngga?

Tidak setuju, karena hal-hal konsumtif itu bisa bikin high addiction tapi low return, cuman dapat gengsi, kepuasan sementara yang kalau diturutin terus tidak akan pernah selesai, lalu hidup dalam ketidakpastian karena pengeluarannya habisnya di situ-situ aja. Hidup seperti itu tidak sustainable dalam jangka panjang. Saya pribadi berpendapat untuk tidak go with the flow in terms of financial dan belajar ambil tanggung jawab atas hidupmu sendiri. Lebih baik bikin strategi untuk masa depan dan kontrol hal-hal yang masih bisa kamu kontrol, seperti pengeluaran dan gajimu.

 

Prioritas finansial yang ideal seperti apa? In terms of investment, savings, daily expenses & charity.

Itu mah balik ke pribadi masing-masing menurut prioritas mereka, yang penting balance. Kalau saya pribadi, family first dan kalo pas dapet duit nabung dulu baru spend di hal lain, bukan sebaliknya.

 

Ada beberapa wanita yang sudah lama bekerja tapi belum mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan impian mereka sehingga karir pun terhambat, kemampuan dan pola pikir yang dimiliki pun tidak diupgrade. Apa pendapatmu mengenai ini?

Saya pikir sih ada dua cara. Alternatif pertama, cari waktu untuk gali passion kamu sebagai hal sampingan di luar full-time job, misal keluar dari comfort zone dengan mencoba hal baru, bikin bisnis sampingan, ambil kursus yang menarik. Kalau pelan-pelan dijalani secara konsisten, bisa membawa kamu ke passion kamu yang sesungguhnya dan bisa jadi your next full time job. Alternatif kedua, tetap jalani kerjaanmu yang sekarang sambil ambil komitmen mau investasi apa yang sesuai dengan kemampuanmu. Jadi lebih semangat kerja karena kamu punya tujuan jelas uangnya mau diinvestasikan kemana.

 

Ada tips buat perencanaan keuangan?

Langkah awal sudah pasti harus serius mau dan serius mikir. Ngga ada yang gampang. Brainstorming dulu, “what if…” dihubungkan sama situasimu sekarang. What if I sell my company? What if I create another business? What if I buy one more house? Set realistic goal yang sesuai dgn kemampuan kamu, finansial dan karir harus beriringan. Fokus one at a time.

 

Saya pribadi biasanya bikin rencana jangka panjang dulu, set the end in mind baru bikin action stepsnya dalam bentuk rencana jangka pendek. Misal, mau invest rumah, jangka panjangnya kira-kira 2 tahun perlu dana berapa banyak, lalu dibreakdown ke jangka pendek tiap bulan harus nabung berapa agar tercapai.

 

Saya pikir menabung sebaiknya jelas tujuannya apa, tidak asal menabung. Misal menabung untuk investasi atau charity atau liburan atau bantu orang tua. Kalo tidak ada tujuan, tidak ada challenge, lama-lama blur dan bosan. Lalu gampang ketipu orang lain, misal tiba-tiba ada yang ajak bisnis bareng dengan janji muluk langsung tergiur.

 

Sama kayak finansial, karir juga sebaiknya ada goal, misal mau jadi CEO of certain company. Jadi langkah naik jenjang karirnya juga lebih jelas dan tidak mudah tergiur oleh karir yang tidak sesuai dengan goal kamu. The perfect idea is you are happy with your job, you earn a lot of money and you can save. But to be realistic, dari tiga itu mungkin satu kamu nggak dapet. Saya pribadi pikir pada saat saya masih umur produktif (20-60 tahun), saya kerja di bidang yang saya memang bagus dan kerja buat investasi. Sesudah itu, saya akan explore passion saya yang lain.

 

Apa pendapatmu mengenai wanita yang sukses berkarir di suatu perusahaan lalu memutuskan untuk keluar dan mengejar passion dia?

Sah sah aja. Biasanya orang seperti itu keluar karena goal finansialnya sudah terpenuhi dan dia mau mencari personal goal achievement. Saya pernah mengenal seorang insinyur sukses memutuskan untuk menjadi pilot pesawat kecil di Papua, Irian Jaya di daerah dimana transport systemnya masih susah dan medannya berbahaya. He transferred people from town to town and he loved it.

Ada pesan dan encouragement untuk Urbanesse dalam karir dan finansial?

Everything is about goal and intentions. Must be goal driven, must be intentional. Have an end in mind, tentukan titik point terakhir dimana. Cultivate that willpower, have faith in your long term goals and be realistic in your short term goals. Percaya pasti nyampe walaupun belum liat. Kalau galau karena gak sampai-sampai, revisi short term goals, set smaller goals. Mimpi saja tidak cukup, harus action. Visualize in mind, do it and be positive.



Novia Heroanto

Bekerja sebagai desainer grafis dan ilustrator, profesi impiannya sejak kecil. Perempuan kelahiran 2 November ini menyukai seni, fashion, dan gemar berburu kuliner lezat. Novi menyukai musik Coldplay, John Legend, dan Depapepe. Warna favoritnya merah. Novi membantu memilih foto dan membuat ilustrasi untuk artikel-artike Urban Women.

No Comments Yet.