Urban Women Heart to Heart 'Fenomena Orang Ketiga'


Monday, 25 Mar 2019


Hai Urbanesse, Pada Jumat (22/3) yang lalu Urban Women kembali mengadakan pertemuan Urban Women Heart To heart dengan topik ‘Fenomena OrangKetiga’. Dalam pertemuan ini kami saling berdiskusi dan mendengar pengalaman rekan kami. Mia yang menjadi narasumber tamu untuk Heart To Heart kali ini, menceritakan bagaimana pengalamannya dulu pernah hampir terlibat hubungan segitiga, Namun setelah mengetahui bahwa saat itu ia menjalin hubungan dengan seseorang yang juga telah memiliki pasangan, akhirnya ia memilih menyudahi hubungan tersebut meski saat itu si Pria masih  berusaha mendekatinya,  ia mengingat kembali prinsip hidup dan petuah orangtuanya bahwa ‘bagaimanapun hubungan yang baik di awali dengan hal-hal baik tidak ada yang merasa disakiti termasuk diri sendiri dan tidak ada yang menyakiti pihak lain serta bukan juga dengan merusak pernikahan orang lain yang menurut Mia  tidak akan membawa ketenangan dan kebaikan di dalam kehidupannya’. Mia percaya bahwa hal baik akan kembali kepada kita dan sebaliknya. Kini Mia telah memiliki hubungan baru dengan seseorang yang menurutnya jauh lebih baik dan bukan pasangan orang lain. 

Dari pengalamannya tersebut Mia belajar tentang :

  1. Sedih dan kecewa merupakan suatu hal yang manusiawi. “Tetapi saya tidak ingin larut dalam kesedihan yang mendalam. Kesedihan saya, saya ubah menjadi kekuatan dalam diri saya sendiri. Saya berpikir bahwa masih banyak pria lebih baik diluar sana sesuai dengan yang saya butuhkadan bukan suami orang. Jika saat itu saya menunggu pasangan orang lain, itu akan merugikan diri saya sendiri. Bahkan saya akan menyia-nyiakan waktu yang sangat berharga untuk diri saya sendiri, karena saya berhak bahagia bukan dengan menyakiti hati perempuan lain”Ungkap Mia.
  2. Bagi Mia Pernikahan harus didasarkan restu Tuhan dan orang tua. Di dalam ajaran agama saya, kita tidak diperkenankan mengambil yang bukan hak kita, saya selalu mengingat pesan kedua orangtua saya tentang hal ini. Menunggu dan memantaskan diri untuk mendapatkan yang  memang di pantaskan untuk diri saya adalah lebih baik daripada saya harus menjalin hubungan dengan seseorang yang sudah berkeluarga secara diam-diam' terangnya.
  3. Dari kejadian tersebut membuat saya lebih hati-hati dan selalu memposisikan diri menjadii orang lain, saya pikirkan kembali bagaimana jika saya suatu saat saya menjadi seorang istri, dan mengetahui suami saya mempunyai wanita lain, saya pasti akan sedih dan kecewa”. Ungkap Mia.

Mendengar kisah  Mia secara langsung di pertemuan Heart To Heart kali ini kami member sepakat untuk belajar tentang : 

  1. Bagi yang belum menikah dapat memeriksa kembali kebenaran dengan detail agar jelas apakah calon pasangan kita memang benar-benar tidak atau belum memiliki pasangan, ini penting karena lebih baik mengetahuinya di awal hubungan yang belum melibatkan emosi&sebelum melangkah ke jenjang yang lebih serius. Semakin lama terlibat maka akan semakin susah keluar dari hubungan tersebut.
  2. Tidak memberi respon positif pada seseorang yang kita belum tahu bibit, bebet dan bobotnya.
  3. Tidak terlibat terlalu dalam pada hubungan yang awalnya kita sudah tahu tidak akan membawa kita kemana-mana/ke hubungan yang lebih serius. Jika saat menjalin hubungan kita sudah  mengetahui bahwa pasangan kita telah berkeluarga, seperti pengalaman Mia, ada baiknya di pikirkan kembali dan tanyakan diri sendiri ‘apakah hubungan tersebut jika dilanjutkan akan membawa ketenangan serta kebaikan nantinya untuk diri kita dan tanyakan kembali pada diri sendiri apakah hubungan ini akan menyakiti pihak lain jika di lanjutkan ?. Karena hubungan yang baik dan sehat adalah hubungan yang di awali dnegan hal-hal baik, yang membawa ketenangan batin dan tidak ada yang merasa tersakiti dan disakiti untuk diri sendiri maupun pihak lain.
  4. Pastikan kita memiliki lingkaran pertemanan yang positif dan membangun serta tidak menjerumuskan kita dalam hubungan yang terlarang.
  5. Belajar untuk tidak mudah menghakimi sekalipun belum/tidak terlibat cinta segitiga di dalam hubungan kita. Karena setiapkejadian dari fenomena ini bisa dialami oleh siapa saja lebih cerdas menyikapi fenomena tersebut.  Oleh karenanya sikap  saling mengingatkan dan mendukung BUKAN menghakimi adalah satu langkah bijaksana menghadapi fenomena orang ketiga. 

Berdasarkan pengalaman Mia, para member yang hadir juga sepakat bahwa  menjalani hubungan yang sehat adalah dengan :

  1. Menjadikan pasangan sebagai rekan (partner hidup) bukan hanya sebagai asangan suami/istri tetapi bisa menjadi rumah yang dirindunya ketika mereka sedang tidak di sisi kita, menjadi sahabat, rekan kerjanya atau adik/kakaknya jadi mereka bisa merasa nyaman dan terbuka di dekat kita.
  2. Hubungan yang membawa ketenangan  batin dan tidak ada yang tersakiti baik diri sendiri maupun pihak lain.
  3. Menjalin hubungan dengan seseorang yang masih sendiri adalah lebih baik daripada menjalin hubungan dengan seseorang yang telah memiliki keluarga (terlepas bagaimanapun situasi dan kondisi rumah tangga seseorang) kita tidak memilki hak untuk menjadi pihak ketiga dalam hubungan orang lain.
  4. Memaksimalkan komitmen dan komunikasi yang tidak berubah pada pasangan baik sebelum maupun setelah menikah.
  5. Menghargai pasangan sesibuk apapun kita meski dalam hal kecil yang menurut kita sepele, karena pada dasarnya pria bahagia jika dirinya merasa di andalkan.

Kami sepakat, ketika memposisikan diri sebagai masyarakat awam dalam melihat fenomena orang ketiga ini kami belajar untuk tidak dengan mudah menghakimi orang lain baik dari sisi orang ketiga dan sisi pihak yang menjadi korban dari hubungan tersebut. Serta bijaksana memposisikan diri menjadi orang lain yang berada di situasi tersebut ; dengan tidak ikut terlibat menjatuhkan perempuan lainnya. Karena sejatinya perempuan itu mau saling belajar, mendukung, dan kompak membangun satu sama lain.

Sampai jumpa di pertemuan Urban Women Heart To Heart bulan depan dengan tema berbeda lainnya, bagi yang ingin berpartisipasi dapat menghubungi WA Urban Women Jakarta  0815-172-52-504 (di hari dan jam kerja ).



Unknown

No Comments Yet.