Urban Women Heart to Heart April 2019


Monday, 15 Apr 2019


Hai Urbanesse, Pada Sabtu 13 April 2019 Urban Women kembali mengadakan pertemuan Urban Women Heart To Heart dengan tema ‘Sulit move on dari sebuah hubungan yang tidak baik’. Pertemuan ini seru sekali Ladies, kami saling sharing tentang pengalaman pernah gagal move on dari mantan tetapi akhirnya kami sukses melewatinya meski memakan waktu yang tidak sebentar. Dalam pertemuan kami juga mendengar sharing Tria salah seorang member Urban Women yang menjadi narasumber pada pertemuan kali ini.

Tria menceritakan bagaimana dirinya dulu sempat mengalami susah move on karena hubungan yang telah dibangun bersama pasangannya harus berakhir. ‘keluarga sudah saling mengenal juga sudah pernah kita membicarakan tentan hubungan ini yang akan di bawa ke jenjang yang lebih serius’ ungkap Tria. Namun, semua itu harus berakhir tanpa adanya keputusan yang pasti, memutuskan hubungan sepihak tanpa penjelasan berarti yang Tria dapatkan dari mantan pasangannya tersebut ‘cukup lama pacaran, sedih, ngenes dan kecewa karena dia nggak memberikan penjelasan yang logis ketika mengakhiri hubungan ini, cenderung hilang-hilangan. Yaa...mungkin memang dia belum siap untuk membawa hubungan ini ke jenjang yang lebih serius maka dia memilih mengakhirinya’ tandasnya.

Tria mengaku dirinya cukup lama menjalani proses move on, baginya lama tidaknya proses move on setiap orang memang berbeda jadi Tria lebih memilih menikmati saja proses tersebut, saatnya menangis, saya persilakan diri saya menangis namun tidak dengan meratapi  atau memalangkan diri sendiri seolah hanya saya lah yang memiliki nasib seperti ini ‘saya katakan ke diri saya’ Tidak!...masih banyak orang lain termasuk teman-teman saya  yang mendapatkan kisah cinta yang berakhir lebih pilu dan menyakitkan dari saya, sambil berdialog dengan diri sendiri melihat kembali ‘apakah pantas hubungan ini terus menerus di tangis, di ratapi dan disesali?’. Sesudah ada air mata pasti akan ada senyum, setelah luka pasti tersimpan hikmah/pembelajaran,  saya yakini diri saya akan itu, dan terus menerus menetapkan hati bila jodoh pasti akan kembali jika pun tidak, masa depan saya masih panjang masih banyak hal yang bisa saya lakukan bekerja dengan baik, lebih banyak bertemu dan membuka diri dengan orang-orang baru (bukan hanya sama pria tetapi lebih banyak membuka diri dengan para perempuan) karena dari situ kekuatan saya, dengan lebih banyak mendengar saya jadi banyak belajar dan bersyukur bahwa kehidupan saya jauh lebih harus saya syukuri’ Terangnya.

Menerima bahwa masa lalu pernah ada dan tidak memaksakan untuk melupakan, karena berdasarkan pengalaman Tria, semakin ia mengatakan ingin melupakan, ingin hilang ingatan dari masa lalu, membuang semua pemberian mantan lalu mengupdatenya di sosial media maka bukannya jadi lupa melainkan akan semakin besar keinginan untuk kembali dan jadi sangat sulit move on serta makin terasa sakit dan kecewanya. ‘Daripada gembar gembor bilang pingin lupain masa lalu, pingin hilang ingatan dari kenangan manis yang pernah di jalani dengan mantan, LEBIH BAIK mengatakan pada diri sendiri segala hal yang positif  ; setiap buka mata setelah bangun tidur atau setiap beribadah katakan ‘Bahwa diri saya siap menerima masa lalu yang mengecewakan sebagai bagian dari perjalanan hidup. Mungkin mengecewakan tetapi ini membuat saya belajar bahwa hidup tidak akan selalu berjalan manis akan selalu ada pahit, luka dan kecewa di dalamnya hadapi, jalani dan syukuri. Semangatku untuk maju lebih besar dari masalah perkara patah hati. Saya yakin akan selalu kuat menjalaninya karena Tuhan bersama Saya karena ini pasti cara Tuhan memisahkan saya pada orang yang belum tepat agar saya bisa memantaskan diri, lebih dekat dengaNYA dan di pertemukan kembali dengan sosok yang saya butuhkan’ ungkap Tria.

Jujur setelah setiap hari selalu meyakinkan diri dengan kalimat-kalimat tersebut pada pagi hari, jiwa saya otomatis kuat dan tanpa keraguan menerima dengan ikhlas pada patah hati yang sempat saya rasakan. Bahkan tanpa saya sadari saya nggak membuang sama sekali pemberian dan foto-foto mantan namun saya simpan ditempat yang lebih aman karena itu bagian dari perjalanan hidup saya.  Setahun sudah berlalu move on kini hidup saya jauh lebih baik, tenang, tidak takut lagi dengan perasaan dan label jomblo, kini saya juga lebih santai dalam menjalani kisah cinta yang baru. Sempat dipertmukan kembali dengan sang mantan beberapa bulan yang lalu bahkan mantan pasangannya sempat mengirim pesan singkat padanya menanyakan kabar dan lainnya, Namun tidak membuat Tria menjadi lemah lagi, ia mengaku kini jauh lebih kuat, nggak lagi terbawa perasaan dan menganggap mantannya kini sebagai teman. ‘Meski saat itu ia meminta saya kembali /balikan tetapi karena saya tahu bahwa saya lebih nyaman menjadikannya teman saja, yaa..saya sudah tidak ingin lagi membuka hubungan sebagai pacar dengannya meski dia mengaku belum punya pasangan lagi. Menjadi teman malah lebih baik, saya sadar ini akan membuat hubungan kami malah lebih ringan, saling support,  mengenal tujuan dan watak masing-masing, pun percaya kalau memang jodoh nggak akan kemana’ ungkapnya.

Dari cerita/ pengalaman Tria ini pembelajaran yang kami dapatkan tentang bagaiman cara melawan perasaan sendiri untuk memutuskan yang benar :

  1. Selalu melibatkan Tuhan dalam proses move on, karena kekuatan penyembuhan dari kecewa terbesar adalah dengan meminta kekuatan lebih pada yang  Maha membolak balikan hati dan pikiran kita yaitu TUHAN.
  1. Tidak selalu mengikuti perasaan adalah hal yang tepat jadi bagi kami, berhenti untuk memberi makan perasaan sendiri dengan segala yang merumitkan, memilih hidup yang enak-enak saja, tau yang memberatkan. Ini yang membuat kita susah move on, Karena berdasarkan pengalaman masing-masing member kesulitan move on terjadi karena diri kita sendiri yang memilih mengunakan perasan ketimbang pikiran yang logis (tidak perlu membela perasaan sendiri karena hanya akan membuat semakin sulit move on).
  1. Menerima dengan hati, pikiran/mindset  kita bahwa masa lalu itu ada dan jangan dipaksa untuk di hilangkan. Menerima dengan lapang dada bahwa  mengecewakan, menyakitkan namun membuat kita banyak belajar dan mendapat hikmah dari apa yang terjadi di masa lalu tersebut sebaai bagian dari cerita perjalanan kita selam hidup di dunia. 

  2. Hadapi, Jalani dan Syukuri. Menghadapi masa bahwa kecewa itu kita rasakan, sakit itu kita terima namun bukan menjadikan kita terpuruk melainkan jadikan ini sabagi obat kekebalan bahwa suatu hari jika ada moment dikecewakan dan mengecewakan lagi kita sudah sangat siap melewatinya.

Menjalani berarti menikmati prosesnya, bukan malah di sangkal/ dipakasa dilupa-lupain karena semakin di sangkal kepahitan/kecewa kita bersama mantan/masa lalau maka akan semakin sulit move on. Menyukuri bahwa masalah yang di hadapi masih jauh lebih baik ketimbang masalah orang lain.

Berhenti menjadi Playing victim (merasa diri adalah  korban paling mengenaskan karena patah hati/kecewa dan menyalahkan Tuhan dengan nasib sendiri) karena kami percaya semua yang hidup akan selalu di pertemukan dnegan ketidaknyamanan, maka kami memilih untuk berani melawan perasaan tidak enak, tidak nyaman untuk memutuskan bahwa perpisahan ini adalah keputusan yang benar saat itu.

  1. Tidak membandingkan hubungan baru dengan hubungan lama, ini cara tria melawan perasaanya ketika pikiran tersebut datang. Karena ketika kita tidak lagi membandingkan ‘oh cowok gw yang sekarang ternyata orang begini dan lebih kurang dalam hal materi beda sama si mantan dia begitu indah, bermateri dan mantan jauh lebih baik daripada ini dan pikiran yang bisa membuat kita membandingkan lainnya’, berdasarkan pengalaman kami, semakin membandingkan dengan menggunakan perasaan maka akan semakin sulit move on dari masa lalu. Karena hidup adalah bagaimana kita untuk masa depan bukan untuk masa lalu.

Well, berdasarkan pengalaman kami yang hadir intinya move on terjadi ketika kita bisa menemukan sisi terbaik diri kita,  sudah mengenal dengan baik diri sendiri dan apa yang kita butuhkan serta menerima bahwa masa lalu adalah masa lalu, Tanpa adanya mereka kita tidak akan bisa mengecap masa depan dan di pertemukan dengan seseorang lebih baik dari sebelumnya.

Jika hal itu berulang terjadi pada diri kita ‘berhenti menghakimi orang lain (masa lalu) adalah penyebab kita susah move on dan lihat kembali apakah diri kita sudah berusaha keras menjadi lebih baik dari sebelumnya dan menerima dengan lapang dada apa yang terjadi di hidup kita? karena diri kita lah yang tahu apa yang sudah kita usahakan. Sampai jumpa  Ladies di pertemuan Urban Women Heart To Heart berikutnya dengan tema berbeda lainnya.



Unknown

No Comments Yet.