Urban Women Heart To Heart : “Kebahagiaan dan Kesuksesan Dimulai Dari Diri Sendiri"


Thursday, 11 Jan 2018


Pada hari Jumat (19/1) yang lalu Urban Women(UW) kembali mengadakan Urban Women Heart To Heart dengan tema “Happiness &Succesful”. Acara yang diikuti oleh 10 peserta tersebut menggali tentang makna Kebahagiaan dan Kesuksesan menurut versi peserta berdasarkan pengalaman pribadi yang mereka ceritakan.  Di  UW Heart To Heart kali ini kita mendatangkan narasumber tamu “Nathalie Indry” Salah satu penulis di Urban Women, Radio Announcer dan Managing Socmed Strategist Smart Mama yang membagi cerita lika liku perjalanan karirnya hingga bisa berkarir seperti sekarang sesuai dengan passion-nya.

Dalam diskusi dan sharing dengan peserta, Indry mengatakan bahwa dibutuhkan kebahagiaan sebelum meraih kesuksesan. Begitu juga ketika sudah sukses, definisi kebahagiaan tetap harus ada dalam diri masing-masing dari kita “And its for you, your self not everybody else” terangnya. Menurut Indry kebahagiaan dan dorongan sukses terhadap apa yang ingin kita capai  asal muasalnya dari diri kita. Bukan pekerjaan, bukan pasangan, bukan orang lain tetapi diri kita lah yang mulai menciptakan kebahagiaan batin itu. Kalau kita sudah merasa batin kita nyaman yang berarti bahagia secara otomatis maka kita dapat dengan mudah mendefinisikan kebahagiaan berdasarkan apa yang kita rasakan dan alami sesuai dnegan proses mendapatkannya saat itu. Jika kita sudah bisa memuncukan kebahagiaan batin, lalu kita masih ada pertanyaan mengapa saya tidak bahagia, apa arti kebahagiaan yang sesungguhnya? maka bisa dipastikan bahwa ukuran kebahagiaan kita adalah orang lain dan itu berarti kita masih kurang menyukuri dengan apa yang kita miliki saat ini.

Berdasarkan perjalanan karir yang ia bagikan, Indry menyebut bahwa bahagia merupakan kunci sukses seseorang. “Ketika mereka sudah bisa berbahagia dengan hidupnya maka kesuksesan akan datang pada mereka yang bisa berbahagia meski terhadap sesuatu yang kecil, kerja keras dan kemauan untuk terus maju mewujudkan mimpi adalah 2 hal yang nantinya mempengaruhi kesuksesan seseorang. "Meski prinsip ini saya anggap klise awalnya, tapi setelah saya terapkan dalam kehidupan sehari-hari baik pada relationship dengan pasangan maupun perjalanan mencapai karir saya ini sangat terasa sekali positifnya buat saya ampai sekarang.  Hasilnya seperti yang pernah saya tulis, sesuatu yang membahagiakan batin sayapun saya dapatkan. Ini yang disebut buah dari kerja keras” Tukasnya.

Ecy salah satu peserta yang hadir dalam acara juga mengungkapkan pendapatnya tentang definisi kebahagaiaan dan Kesuksesan sebagai sebuah proses perjalanan bertumbuh mengendalikan emosinya yang dulu sangat tertutup dan sensitif terhadap masukan dari keluarga. Hingga berjalannya waktu ia bisa mencapainya dan kini mengubahnya ke tahap yang lebih baik dari sebelumnya, itulah yang disebutnya sebagai kebahagiaan karena telah sukses mengendalikan emosi. “Dulu aku sangat emosional ketika ada masukan/kritikan yang sekiranya tidak bisa aku terima bahkan itu dengan keluargaku sendiri. Tapi kini aku bisa menjadi Ecy yang lebih sabar dan bisa mengendalikan emosi. Mungkin karena bertambahnya usia juga setelah ada satu moment di keluarga yang membuat aku, berucap Oh...God ini keluarga gw dan mereka menyayangi gw jadi buat apa saya marah yang hanya akan membuat saya tidak bahagia. Saya seharusnya bahagia bukan dengan marah tetapi dengan bersikap lembut menerima masukan mereka” ungkapnya.

Lain lagi dengan Maya salah satu peserta UW heart to heart ini ketika masih duduk di bangku sekolah dulu dirinya sempat mengalami kebingungan dalam mendefiniskan arti kebahagiaan untuk diri sendiri, “Dulu ketika masih sekolah ukuran bahagia itu saya melihatnya dari orang lain salah satunya seperti bisa kuliah di kampus negeri dan jurusan sesuai dengan keinginan orang tua meskipun sebenarnya saya nggak suka dengan jurusan tersebut tapi karena demi membahagiakan orang tua jadilah saya abaikan kebahagiaan saya, lalu ketika teman bahagia karena punya pacar sayapun jadi terbebani ingin pula ikut-ikutan punya pacar juga"

"Itu karena mindset saya pada saat itu ukuran bahagia seorang single itu yaa...kalau punya pacar atau pasangan hidup, yaa bahagia kalau sudah kerja, yaaa...bahagia kalau punya banyak teman dan kebahagiaan lainnya yang saya ukur dari orang lain. Ditambah lagi saya termasuk orang yang introvert (tertutup) dan minder ada ke khawatiran dulu itu kalau saya tidak akan bisa menjadi something saya berpikirnya dulu sukses dulu baru bahagia dan itu sangat membebani saya yang saat itu masih belia. Saya tidak berpikir untuk menciptakan kebahagiaan batin untuk diri saya, saya hanya fokus dan berusaha bahagia dengan bertumpu pada orang lain atau orang terdekat dan saat itu membuat saya tertekan pada akhirnya saya sempat mengalami depresi karena tekanan masalah yang terpendam lama” Terang Maya.

Namun, kini ia mengaku setelah mengikuti konseling dan membuka diri dengan ikut serta dalam kegiatan/pekerjaan sosial ataupun komunitas lainnya kini dirinya sudah merasa sangat jauh lebih baik daripada sebelumnya. Ia  juga kini sudah bekerja, Maya mengaku dulu dirinya tidak mempunyai keberanian tampil atau bicara di depan orang banyak, tapi kini dia pun tidak menyangka bahwa dirinya memiliki kemampuan public speaking yang baik dan ini sesuatu yang sangat membuatnya bahagia “Kebahagiaan menurut aku adalah ketika kita sudah bisa mencintai diri kita dengan segala  kekurangan yang kita miliki dan selalu mulai mengerjakan sesuatu dengan mendahulukan kebahagiaan kita, lakukan apa yang menurut kita baik dan bisa membuat kita bahagia serta tidak menumpukan kebahagiaan kita dari orang lain”.

Peserta lainnya Fida, Mega, Susi, Gesa dan Diana memiliki definisi kebahagiaan tersendiri apa saja sih Kebahagiaan menurut versi mereka :

“Kebahagiaan menurut saya adalah satu titik dimana ketika kita bisa mencapai apa yang kita usahakan dengan segala perjuangan kita”, ini berdasarkan pengalaman saya ketika mengerjakan skripsi sambil bekerja dan akhirnya bisa lulus sidang skripsi itu hal yang membahagiakan menurut saya”. Fida

“Kebahagiaan berdasarkan pengalaman saya yang dulu sempat melihat segala kebahagiaan dari orang lain sampai-sampai rasanya lelah karena kebahagiaan saya saat itu dengan orang lain misalnya teman nikah kayanya bahgia jadi ikutan ingin nikah, teman punya apa saya juga ikutan ingin punya kebahagiaan seperti orang lain, padahal itu melelahkan. Kebahagiaan itu adalah “Ketika kita sudah tidak lagi membandingkan hidup kita dengan orang lain dan kita mampu menciptakan hal-hal yang membuat kita bisa selalu bahagia meski dalam hal kecil”. Mega

“Kebahagiaan menurut saya adalah ketika bisa menikmati kebahagiaan tersebut dengan anak-anak saya bisa nonton konser bareng, anak percaya untuk sharing beragam problm remajanya ke saya ibunya, serta bisa menafkahi mereka dari hasil kerja keras dan keringat saya sendiri secara jujur dan penuh berkah. Itu kebahagiaan bahkan sangat tidak terhingga untuk saya dan pasti dialami juga oleh Ibu-ibu yang lain”. Susi

“Kebahagiaan adalah ketika saya bisa memutuskan bahwa saya ingin bahagiadan saya pun mendapat rasa bahagia itu dengan segala caranya kebahagiaan tersebut saya rasakan di hati dan ketika kita sudah mendapatkan itu kita bisa menularkannya ke orang lain, itu membuat double kebahagiaan buat saya. Karena kebahagiaan yang sejati  itu menular ke orang-orang sekitar kita”. Gesa

“Kebahagiaan itu menurut saya berdasarkan pengalaman, bahagia itu bukan tujuan tapi proses, jadi kita bisa menciptakan kebahagiaan kita sendiri dalam menjalani proses demi prosesnya. Kebahagiaan dimulai dari diri kita dan kita pula yang nantinya merasakan,  setelah kita bahagia sukses dalam hal apapun akan mengikuti dengan sendirinya, lagi-lagi lewati prosesnya dengan penuh kebahagiaan”. Diana

Dari pertemuan Urban Women Heart To Heart ini kita sepakat bahwa “diri kita sendiri lah yang dapat menciptakan kebahagiaan, bukan pekerjaan kita, bukan pasangan kita, bukan keluarga kita atau orang lain di sekitar kita. Tapi diri kita sendirilah yang menciptakan kebahagiaan batin tersebut dengan cara :

  1. Mencintai dan menghargai diri kita sendiri.
  2. Berkomunikasilah dengan baik pada Tuhan karena DIA sebaik-baiknya pemberi kebahagiaan dan kesuksesan
  3. Selalu bersyukur dengan segala yang kita miliki baik kelebihan maupun KEKURANGAN kita.
  4. Berhenti membandingkan kehidupan kita dengan orang lain.
  5. Tetap berusaha menjalani bagaimanapun prosesnya, Ingatlah bahwa kebahagiaan itu bukan tujuan tapi proses yang harus kita sendiri yang memunculkan kebahagiaan tersebut.

Sampai bertemu bulan Februari Ladies, dengan tema “Seberapa Besar Wanita Bergantung Pada Pria?” untuk informasi dan reservasi acara tersebut bisa hubungi Lina di 0815-172-52-504.

 



Unknown

No Comments Yet.