The Future of God - Deepak Chopra


Saturday, 23 Jun 2018


Hi Urbanesse! Sudah membaca buku apa hari ini? Buat kamu yang ingin mendalami sejarah dan pendangan para ahli tentang keimanan dan spiritualitas (Nggak hanya bicara dari perspektif 1 agama saja, ya), maka buku ini pas untuk kamu baca. 

Sosok Deepak Chopra terkenal sebagai guru spiritual berbagai para selebriti dunia, yang dalam buku ini secara khusus menelaah tentang pandangan masyarakat dunia terhadap Tuhan di masa depan. 

Ia merasa bahwa manusia modern kini cenderung melupakan Tuhan dan berfokus pada pencapaian duniawi, sehingga perlu mendapatkan perhatian khusus terutama mengenai konsep keimanan. 

Melalui buku ini, Chopra membahas tinkgkat keimanan dasar manusia sejak dalam tahap “kafir”. Kafir didefinisikan sebagai mereka yang tidak mempercayai keberadaan Tuhan, atau yang biasa disebut dengan Ateis. Tetapi menurut Chopra, golongan manusia yang tengah mengalami proses pencarian Tuhan pasti akan merasakan hal ini: Terdapat banyak sekali pertanyaan tentang eksistensi Tuhan dalam kehidupan sehari - hari manusia, sehingga hal ini normal adanya. Ia hustru tertarik membicarakan proses perjalanan keimanan para ateis hingga menemukan ‘pencerahan’. Karena menurutnya, sejatinya semua manusia pernah menjalani masa ini. 

Meanwhile, dalam pandangannya terhadap kepercayaan terhadap Tuhan di masa yang akan datang, Chopra mendefinisikan deskripsi Tuhan ke dalam 2 versi, yaitu 1.0 dan 2.0. Tuhan di era perkembangan awal agama membuat manusianya yakin bahwa Ia adalah “Yang Agung” atau “Yang Maha”; Tuhan seolah berada jauh diatas sana, tidak terbentuk, dan konsepnya seakan jauh dari kehidupan manusia. 

Sementara itu, konsep mendefinisikan Tuhan dirasa Chopra mengalami evolusi dari masa ke masa. Seperti pada masa kini, konsep Tuhan sudah memasuki era 2.0, dimana Tuhan sudah menjadi bagian dari kehidupan kita sehari - hari. Manusia sudah semakin kritis mempertanyakan eksistensi & keberadaan Tuhan di sisinya. Keberadaannya tidak dirasakan jauh, tetapi semakin dekat karena para manusia sudah mulai ‘mencari’ dan merasa dekat denganNya. 

 


Nathalie Indri

No Comments Yet.