Tetap Bisa Membuat Orang Lain Tersenyum, Meski Berada Pada Kondisi Kurang Baik


Friday, 22 Sep 2017


Beberapa hari yang lalu saya mengunjungi seorang teman yang baru saja melahirkan. Kami bukan teman yang cukup akrab dulu semasa sekolah. Namun, seiring berjalannya waktu dan bertambahnya usia membuat kami bisa menjadi teman sharing yang baik. Hidup itu penuh kejutan ya salah satunya ya ini, mendekatkan yang jauh, dan ngga jarang juga bisa menjauhkan yang dekat #eh curhat colongan.

 

Singkat cerita teman saya ini bercerita bahwa bayinya harus dilahirkan secara prematur 7 bulan 2 minggu. Saya mendengarkan dengan baik ceritanya tentang alasan mengapa bayinya perlu dilahirkan secara prematur.

 

At some point saya merasa simpati dengan apa yang dialaminya namun di sisi lain saya merasa bangga dengannya. Kenapa? Karena pada saat ia menceritakan apa yang terjadi padanya dan anaknya sehingga skenario melahirkan jadi jauh seperti yang telah dipersiapkan diawal, ada keteguhan dan keyakinan dalam hatinya bahwa semua ini adalah jalan terbaik dariNya untuk ia dan keluarga. Betapa ia bisa terus bertahan dan semangat untuk memberikan yang terbaik untuk bayinya ditengah kondisi yang ada, tiap hari bolak-balik ke rumah sakit untuk menengok anaknya yang masih dirawat intensiv di NICU untuk memberikan asi.

 

Saya belum menikah dan belum merasakan juga punya anak tapi bisa sedikit merasakan betapa lelah, khawatir, harap itu bercampur aduk. Saya bangga dengan teman saya ini, ia begitu tangguh, tidak terus larut dalam kesedihan kondisi yang ada dan terus bergerak maju, berusaha melakukan yang terbaik dalam menjalani skenario hidup yang diberikanNya.

 

Ada satu momen saat ia bilang, "Din, ada orang yang nikah lama belum punya anak dan berobat mahal tapi belum juga dikaruniai anak. Ada juga yang baru nikah tapi langsung punya anak tanpa ada masalah apa-apa saat lahir, tapi diberikan keistimewaan lain yang perlu pengawasan lebih. Ada juga yang kayak gw, dikaruniai anak tapi harus lewat jalan ini untuk bisa bertemu buah hati. Ada juga yang lancar-lancar aja tanpa hambatan apapun. Satu keyakinan gw, apapun jalannya, itu pasti yang terbaik dariNya", betapa pengalaman telah memberikan ia satu kebijaksanaan dalam melihat segala sesuatunya.

 

The moment ia bilang begitu, hati saya merasa nyess lagi dan spontan menambahkan, "Yah sama kayak gw yah ibaratnya, buat ketemu yang namanya Jodoh masa depan harus lewat jalan kayak gini dulu, merasakan ketangguhan menjadi seorang Single Fighter, di mana kanan kiri gw sudah pada menikah bahkan berjejer anak. Tiap minggu musti menghadiri undangan pernikahan terus selalu bertanya dalam hati giliran gw kapan? Heeheee, terus juga bertahan, move on dan tetap chill meski berulang kali patah hati dan kecewa dalam menemukan pasangan hidup. Sudah kaya gitu masih aja ada yang nyinyirin bilang gw terlalu ketat bikin standar dan pilah pilih pria makanya lama jodohnya dan terlebih parah gw dibilang penyuka sejenis, Oh God....dan dari itu semua gw bahagia, tenang dan tetap bekerja seperti biasa, bukan tutup mata dan telinga melainkan gw bukan tipe orang yang tidak mau terbebani dengan omongan orang, lebih baik saya tetap beraktivitas seperti biasa kaan.

 

Karena urusan jodoh, maut, rezeki maupun musibah itu dalam agama yang saya yakini sudah diatur oleh Tuhan. Lalu kalau kata Tuhan belum waktunya...yaa, memang belum berarti saya masih dipercaya Tuhan untuk menjadi manfaat orang lain. Ada orang yang lancar-lancar aja dalam mendapatkan jodohnya, ada yang harus berdarah-darah baru pada waktunya jodohnya didatangkan Tuhan dan ada juga yang jalannya ya seperti cerita gw ini.

 

Lalu sambil tertawa teman saya yang baru saja melahirkan itu bilang “Gilaaa yaa...loe emang cewek tangguh di antara teman-teman kita yang lain, loe nggak terpengaruh sama omongan orang lain dan nggak emosi ke mereka” dan gw pun membalasnya “Gw nggak setangguh loe, yang tetap bisa tersenyum di kondisi loe pasca melahirkan ini dengan ujian baby loe yang di skenarioin Tuhan untuk nggak disamping loe dulu melainkan musti berjuang di ruang NICU, perempuan tangguh adalah mereka yang tetap kuat dan masih bisa tersenyum dan membuat senyum orang lain padahal kita tahu, ia ada dalam posisi yang sedang tidak mengenakkan” Terang saya padanya. Dan Sayapun memeluknya. “Kuat Yaa..Sobat”

 

Pada akhirnya, yang bisa dilakukan adalah menerima dengan penerimaan yang baik, untuk kemudian kembali melanjutkan hidup sebagai bentuk syukur atas segala kesempatan yang diberikan-Nya. Buat saya pribadi menjadi perempuan tangguh bukan cuma tentang bisa melakukan ini itunya dengan mandiri tapi bisa segera menentukan arah hati dan mengambil sikap atas setiap hal yang terjadi, tetap tenang menerima dan move on salah satu bagian darinya.

 

Teman saya sempat mengatakan pada saya “Seperti halnya jodoh, kelahiran dan kematian itu memang rahasia Tuhan Din, namun ketangguhan kita bisa dilihat dari bagaimana kita menyikapi hal-hal yang menjadi rahasia Tuhan tersebut dengan jalan pikir dan menyikapinya dengan dewasa, saya, kamu dan perempuan lain di luar sana yang nasibnya sama seperti kita akan banyak dapat pembelajaran hidup dan pasti lebih dewasa dari kebanyakan wanita yang mungkin tidak mengalami cerita pahit dulu di belakangnya ”.

  

Bagaimana menurut Urbanesse ?.

 

 

 

sumber gambar: Created by Yanalya - Freepik.com 



Dini Anggiani

No Comments Yet.