Tema Artikel Bulan Mei 2018


Thursday, 01 Jan 1970


*Perempuan dan Fenomena Pamer di Sosial Media*
 
Ladies, sosial media telah menjadi sebuah fenomena tersendiri. Tidak jarang, ia mempengaruhi cara pandang & kepribadian perempuan. Setujukah kamu dengan pernyataan, bahwa postingan di sosial media KINI dipandang sebagai ajang pamer khususnya di kalangan perempuan? Bagaimana cara diri kita sendiri meredam perilaku pamer di sosial media serta pembelajaran apa yang kita dapat dari perilaku senang pamer di sosmed? setuju atau tidak, kamu dapat menulis cerita ke kami tentang tema tersebut di Bulan Mei ini.
 
Fenomena pamer di sosial media kerap kita temui seperti, menjumpai postingan teman yang hobby memamerkan kehidupan “mewah”nya (rumah baru, barang-barang mewah, foto makanan yang belum mereka makan tetapi sudah lebih dulu mereka foto untuk dipamerkan di sosmed), kemudian memamerkan foto-foto selfie, kadang ada dari mereka yang tanpa henti mencari foto diri terbaik dan yang paling bagus angle dan edit filter fotonya tanpa pedulikan sekitar ketika sedang asyik berfoto selfie. Kita pun pastinya sering melihat postingan rekan yang sedang memamerkan kemesraan dengan pasangannya yang dilakukan berlebihan atau mungkin sebaliknya memamerkan kegalauan dan keluhanya di sosial media. Serta hal-hal lainnya yang seakan di rasa wajib mereka posting  untuk di pamerkan di sosial media, seakan tidak ada lagi privacy dalam hidupnya. Bagaimana pendapat kamu tentang fenomena ini, Ladies? 
 
Dikutip dari Kompas Lifestyle dalam sebuah Penelitian disebutkan bahwa seseorang yang menghabiskan waktunya lebih dari dua jam sehari untuk berselancar di media sosial cenderung mengalami tekanan psikologis. Sering melihat teman atau orang yang selalu bepergian atau bersenang-senang, bisa membuat seseorang ternyata merasa ketinggalan karena orang lain seperti sedang menikmati hidup. Perasaan ini akan membuat mereka selalu membandingkan hidupnya dan merana; mengakibatkan penurunan rasa percaya diri. 
 
Lantas apa yang sebenarnya dicari oleh mereka atau mungkin kita yang juga pernah ada di posisi sangat senang pamer di sosial media ? Apakah benar fenomena tersebut  sebagai tanda bahwa seseorang  butuh pengakuan dari orang lain?
 
Let us be honesty ourselves, pernahkah kamu mengalaminya, Ladies? Kami mengutamakan tulisan yang jujur berdasarkan pengalaman pribadi atau orang sekitarmu, namun tanpa menghakimi perilaku orang tersebut.
 
Kirim tulisanmu ke email urbanwomenministry@gmail.com atau kamu dapat langsung submit tulisanmu di web kami melalui menu “Berbagi Cerita”. *Batas waktu pengiriman tulisan paling lambat hari *Selasa 8 Mei 2018*. 
 
1 tulisan dari pengalamanmu sangat berarti  untuk menolong ribuan perempuan yang membacanya, mungkin mereka sedang mengalami hal yang sama seperti yang pernah kamu alami.????


Unknown

No Comments Yet.