"Susah Move On Karena Sudah Memberikan Segalanya"


Wednesday, 24 Apr 2019


Hi Urbanesse! Topik ini mengingatkan saya pada cerita seorang teman saat masa kuliah, sebelumnya saya sudah mendapat izin teman saya tersebut untuk membagikannya pada Urban Women berharap dari cerita teman saya tersebut kita dan saya sendiri dapat mengambil pembelajran hidup dari pengalamnnya. Sebut saja namanya Tiara. Ia bercerita kalau untuk pertama kalinya, ia berpacaran dengan seorang pria dan "memberikan segalanya" sehingga di titik inilah yang membuatnya sulit untuk move onketika hubungan dengan pasangannya tersebut saat itu harus berakhir.. 

Singkat cerita, mereka telah membangun hubungan selama 2 tahun. Di masa pacaran tersebut, karena sudah kuliah, Tiara merasa perlu untuk membangun hubungan yang lebih serius dengan pacarnya, Andi. Mulailah ia memperkenalkan Andi pada orangtuanya. Sedangkan Andi, belum memperkenalkan Tiara pada ayah ibunya dengan alasan masih belum saatnya, dan tempat tinggalnya yang di luar kota.

Hingga Ia bercerita pada saya suatu hari, telah melakukan hubungan pramarital seks dengan Andi, membuatnya takut sekaligus lega, karena akhirnya bisa mengawali hubungan yang lebih serius dengan seorang pria. Yang ada dalam pikiran Tiara hanya masa depan untuk menikah dengan Andi, tidak ada yang lain. 

Dengan keseriusan Tiara, betapa kagetnya saya saat mengetahui rumor bahwa Andi berselingkuh dengan Dewi (bukan nama sebenarnya), mahasiswi kampus lain yang populer dengan kecantikannya. Hingga Tiara curhat dengan saya, Ia berjanji akan memaafkan Andi dan siap menerima pacarnya tersebut apa adanya jika Ia meminta maaf. Saya pikir, pertimbangan ini muncul karena Tiara "sudah memberikan segalanya" pada Andi. Saya tanyakan padanya berulang kali, apa kamu yakin?

Pun telah memberikannya berbagai pandangan dari sudut pandang netral dan Tiara telah diputuskan sepihak oleh Andi, Ia masih kesulitan move on, sehingga melalui berbagai cara ingin mengembalikan hubungan mereka agar bisa kembali. Saya sebagai temannya saat itu agak kesulitan membuatnya semangat untuk bisa move on, karena hati tiara saat itu masih sulit untuk menerima kenyataan dan saya sebagai temannya hanya bisa mendengarkan sambil sesekali memberikan saran yang membangun untuknya, agar ia bisa membuka mata dan menerima kenyataan.

Selama kurang lebih 3 bulan Tiara terus meminta Andi untuk kembali padanya dan membangun hubungan kembali dari awal. Tetapi saya lihat pertahanan Tiara semakin melemah. Seiring berjalannya waktu, Ia mulai menyerah, menyibukkan diri dengan berbagai aktivitas, dan mengisi waktu kosongnya dengan membaca berbagai buku motivasi serta berdoa. 

Cara Tiara Move On

Senang sekali saya saat akhirnya mengetahui teman saya tersebut, memutuskan untuk melupakan Andi dan fokus pada ujian skripsinya. Disitu Ia mengungkapkan dengan yakin bahwa Ia perlu meninggalkan Andi karena masa depannya masih panjang. So, menurut Tiara saat ia memutuskan move on dari Andi sebetulnya berawal dari kemampuannya untuk menaklukan diri sendiri. ‘Saat gw memutuskan untuk move on dari Andi, gw berpikir bahwa orang lain nggak akan bisa bantu kalau dari diri sendiri belum menerimanya. Mau bagaimana pun kita ingin memmaksa melupakan atau pergi jauh nggak akan bisa move on kalau hati masih kita turutin emosi beserta egonya kita snediri. ‘biarin deh gw merana berarap dia kembali dan berubah, biarin deh banyak berkorban perasaan tetapi nanti dia mau balikan lagi dan pikiran-pikiran sepert itu lainnya yang hanya akan membuat beban untuk diri saya sendiri ternyata. Balikan nggak, gagal move on iya dan hidup serasa merana seorang diri’. Maka saat itulah saya memilih membuka hati saya untuk menerima kenyataan bahwa hubungan saya dnegan Andi telah berakhir.

Berdoa pada Tuhan bahwa saya akan mendapatkan banyak pembelajaran dari kejadian ini berharap DIA menguatkan hati saya. Saya juga tidak memberi peluang masuk pikiran-pikiran yang membuat saya jadi fokus pada masa lalu kenangan bersamanya dan memberi makan emosi saya sendiri yang akhirnya hanya akan membebani hidup saya. Usia Saya memang sudah kepala 3 namun bukan berarti masa depan saya selesai karena sudah tidak lagi menjalin hubungan dnegan Andi, Hidup terus berlanjut dan saya memilih menyelesaikan kuliah saya, mengejar mimpi saya agar bisa bekerja sesuai dengan passion saya yaitu sebagai seorang Accounting.

Saya pun kini tidak lagi minder dan takut, karena ketakutan lah yang membuat segalanya menjadi sulit move on. Ketika saya memilih menyelesaikan kuliah dan kini berkarir saya jadi memiliki value. Dan tidak ada perasaan takut hubungan yang baru akan gagal karena dulu telah melakukan pre marital sex/hubungan seks di luar nikah. Karena saya yakin ketika saya kini sudah memantaskan diri menyelesaikan kuliah, berkarir di salah satu Bank swasta dengan jabatan yang mumpuni, memiliki pertemanan yang sehat yang membwa kebaikan untuk diri saya dan kini saya mencintai diri sendiri lebih dari sebelumnya. Dulu saat masih pacaran dnegan Andi saya tidak memiliki waktu untuk diri sendiri, waktu saya habis untuk hanya fokus pada pacaran dan bagaimana membahagiakan Andi agar dia tidak selingkuh, tanpa memikitkan diri sendiri” ungkap Tiara.

Tentu saja banyak sekali faktor pendukung bukan hanya dari diri tiara sendiri, melainkan yang membuat Tiara kini move on, adalah dalam hal ini Tiara banyak menyibukkan waktu dengan beraktivitas positif. Tapi waktu terus berjalan, dan waktu juga akan membantu menyembuhkan luka batin kita. Sebagai temannya Saya ingat Tiara juga mengembangkan networkingnya dan tidak hanya berkutat pada satu ruang lingkup untuk membuka peluang berdiskusi tentang banyak hal dan saya sangat bahagia melihat kemajuannya. Tiara yang beberapa tahun yang lalu saya kenal masih putus asa dan bergantung dengan pasangannya, kini sudah move on dan menjalani hidupnya dengan positif . 

Kini ia pun sedang menjalani hubungan baru dengan seorang Pria yang menurut saya ideal untuk Tiara yang jelas kata Tiara pria tersebut sangat jujur dan mau menerima segala masa lalu Tiara pun sebaliknya bahkan saya dengar terakahir, ia sudah di lamar dengan Pria tersebut dan berencana melanjutkan hubungan ke jenjang pernikahan di tahun ini. Sebagai temannya saya sangat berbahagia melihat proses penyembuhan dirinya dari kegagalan move on di masa lalu. Kalau di flashback sangat jauh dari kehidupannya di beberapa tahun ke belakang yang pernah saya saksikan sendiri.

Yes, Tiara bisa membuktikan pada dirinya sendiri bahwa ia bisa move on. Yang membuat berbeda adalah kadar dan durasi waktunya. “move on bukan perkara gampang memang, tetapi HARUS di lakukan dan yang bisa melakukan adalah diri sendiri bangun hati dan pikiran dan selalu katan segala hal yang positif ke diri kita agar hasilnya pun positif. Aku sudah melakukanya dan berhasil” Terang Tiara sambil menutup telepon sharing dengan saya malam ini.

 

 



Nathalie Indri

No Comments Yet.