Sikapi Iri Hati Dengan Respon Positif


Tuesday, 24 Apr 2018


Dalam merencanakan perjalanan hidup kita, saya yakin urbanesse sudah memikirkan hendak jadi apa sejak kita masih kecil. Cita-cita masa kecil mau jadi dokter,polisi, pengacara atau mau jadi youtuber (kalau yang terakhir ini kayaknya cita-cita anak jaman milenial yah J), sudah kita pikirkan sejak kita masih di bangku sekolah. Cita-cita tersebut yang akan mendorong kita mau mengambil sekolah dimana dan kuliah jurusan apa. Setelah lulus kuliah ternyata pengalamana saya mengajarkan kalau jalan hidup orang itu beda-beda. Iya sama lulusan akuntansi tetapi ada yang jadi auditor, ada yang kerja di Multinational Company, tetapi ada juga yang pekerjaannya di tempat yang tergolong biasa ajah dengan gaji yang pas pasan.

Rasa tidak percaya diri pasti timbul di hati kita jika kita membandingkan diri kita dengan teman-teman yang pekerjaannya (menurut kita) lebih bai dari kita. Rasa percaya diri lama-lama bisa timbul jadi rasa iri yang akan membuat diri kita semakin bersikap negatif, padahal sebenarnya kesempatan tersebut bisa kita gunakan untuk menanyakan kepada teman kita tersebut bagaimana caranya dia bisa mendapatkan pekerjaan yang lumayan baik dengan gaji yang baik pula.

Hal tersebut juga terjadi di dunia pekerjaan, dimana ada kondisi kita memulai karir sama-sama dengan teman kita. Tetapi kita kok tidak dapat promosi sedangkan dia promosi yah?  Kok kayaknya pekerjaan dia lebih enak dan lebih ringan dari saya yah? Kok dia lebih disayang atasan yah daripada saya? Dan masih banyak pertanyaan yang berkecamuk di hati kita jika melihat orang (sepertinya) lebih sukses dan lebih bahagia dari saya.

Perasaan-perasaan seperti itu baik ga yah? Kalo menurut pengalaman saya selama baru bekerja selama 10 tahun, itu hal yang baik.Artinya kita memang memiliki perasaan-perasan tersebut untuk membuat diri kita menjadi lebih baik. Saya pernah iri dengan teman kuliah yang sepertinya pekerjaannya bagus dan tidak lama bisa melanjutkan sekolah S-2 ke luar negeri, saya langsung sedih memikirkan pekerjaan saya yang biasa-biasa saja dan belum bisa sekolah karena tidak ada biaya.

Lalu saya harus bagaimana? Nangis gulang gulingJ heheheh.. ga dong J, saya mulai dari diri saya sendiri, memulai dengan mencari pekerjaan yang lebih baik dan sesuai dengan keinginan saya. Tidak lama saya pindah ke tempat yang baru,, sempat sedikit terbuai selama beberapa tahun , kemudian saya lihat lagi teman-teman yang sudah mulai selesai S-2 nya, loh saya mulai pun belum ;(.Saya tidak patah semangat, bertanya kepada teman-teman bagaimana bisa sekolah sambil kerja, karena opsi itu yan paling memungkinkan buat saya pada saat itu, singkat cerita saya bisa menyelesaian S-2 dengan tepat waktu.

Apakah sifat iri  hati karena teman-teman saya sudah mendapat pekerjaan yang bagus atau sudah sekolah lagi adalah sifat yang baik atau tidak? Jawaban saya tergantung dari cara kita menyikapi kondisi tersebut. Bisa aja kita menyikapi hal tersebut dengan menyebar berita tidak baik mengenai orang tersebut, but hey… mari kita belajar sesuatu dari pengalaman hidup orang lain dan mengambil hal yang baik.

Saya belajar saya kurangnya apa, oh iya saya ingat waktu itu bahasa inggris saya jelek banget, kemudian saya ambil les bahasa inggris untuk persiapan sekolah S-2, saya ingat dulu saya tidak mengerti pengetahuan mengenai pajak , saya ikut brevet pajak untuk menambah pengetahuan saya. Jadi banyak hal-hal yang positif yang kita bisa responi dari kondisi orang lain jika kita bisa melihat hal tersebut dengan baik. Bahasa kerennya, look at the bright sight J. Jadi sebenarnya banyak sekali keuntungan dari sifat iri , jika diresponi dengan hal positif,( jangan digosipin yah urbanesseJ).

Kalau semua kesuksesan versi kita itu sudah kita raih, apakah pantas kita membanggakan hal tersebut? Tentu iya dong… kita harus menghargai semua kita keras kita. Posting di sosial media ga yah?:) kalau bertanya ke saya sih, saya golongan yang tidak mau posting kesuksesan yang sudah saya raih di bidang karir,, tapi  I am okay jika orang lain melakukan hal itu, dan itu cara saya buat belajar lagi gimana naik lebih baik ke tangga berikutnya dalam karir, ga perlu nyinyirJ. Saya belajar lagi dari pengelaman orang lain yang kebetulan di posting di sosial media,saya ikutin caranya, bahwa untuk mengembangkan karir saya, saya harus mengukuti pelatihan tertentu, atau mengambil kelas tertentu, bahkan cara orang tersebut untuk terlihat selalu fit dan menarik di lingkungan kerja, banyak sekali yang bisa saya pelajari dan saya menikmatinya.

Hal-hal tersebut dapat kita gunakan sebagai ide-ide baru kita misalnya suatu saat atasan bertanya mau makan siang dimana, atau olahraga apa yang trend yang ada sekarang, kita bisa menggunakan postingan teman tersebut sebagai ide baru yang kita tawarkan ke atasan kitaJ, gampang banget kan the power of social media J. Saya termasuk orang yang sering menggunakan sosial media sebagai sarana untuk mendapatkan ide-ide baru di pekerjaan.

So urbanesse mari kita manfaatkan apa yang tidak kita miliki menjadi sesuatu yan positif buat kita. Daripada kita nyinyir dan komen yang tidak enak di sosial media, mari kita gunakan hal tersebut untuk belajar lebih baik lagi. Belajar mah bisa dimana ajah, belajar di sekolah, di tempat kursus, sampai belajar dari pengalaman orang lain JJ, bener ga urbanesse?

 

 

 

 

 

 



Natalina hutapea

A Mother, Risk management analyst in Capital Market, Food and Coffee Lover

No Comments Yet.