Sensasi Masker di Titik Terendah Muka Bumi


Wednesday, 30 Aug 2017


Urbanesse, salah satu perawatan wajah yang sering dilakukan wanita adalah masker. Selain pengaplikasiannya yang mudah, juga memberikan efek menyegarkan. Urbanesse bisa memakai masker sambil bersantai di rumah, atau bisa juga datang ke salon. Namun, bagaimana jadinya jika kita memakai masker seluruh badan, di tempat umum, dengan lumpur ?

 

Beberapa waktu yang lalu saya ada perjalanan wisata ke kawasan Timur Tengah tepatnya ke kawasan Israel. Mungkin yang ada dipikiran Urbanesse tidak mungkin ada tempat wisata unik disana, secara memang saat ini Israel sedang bergejolak.  Namun siapa sangka disana ada tempat wisata yang unik dan juga eksotis terlebih ada hal unik juga yang bisa kita lakukan di sana. Apa itu? Yup masker menggunakan air Laut Mati (Dead Sea).

 

Letak Laut Mati (Dead Sea) sendiri berad antara Jordania dengan Israel dan memiliki titik terendah yaitu lebih dari 400 meter di bawah permukaan laut. Air Laut Mati ini tidak mengalir kemana – mana, melainkan berhenti sampai di sini. Ingat, air mengalir dari tempat yang tinggi ke tempat yang rendah. Jadi ketika aliran air sudah tiba di area Laut Mati, air tidak bisa mengalir lagi karena ini adalah titik terendah di permukaan bumi. Air mengalami penguapan dan meninggalkan zat – zat mineral. Oleh karenanya, kadar salinitasnya sangat tinggi, mencapai 34% di tahun 2011, artinya air Laut Mati bisa 8 kali lebih asin dari air laut biasa.

 

Urbanesse, kabar baiknya, zat – zat mineral yang terkandung di dalam Laut Mati sangat bagus untuk kulit. Zat – zat tersebut antara lain; magnesium dengan konsentrasi 15 kali lebih tinggi dari laut yang lain dapat membantu penyembuhan kulit dan Potasium untuk mengatur kelembaban kulit. Selain itu juga terdapat banyak zat – zat yang lain, seperti zink, bromida, iodin, bitumen dan kalsium.

 

Uniknya, untuk menikmati Laut Mati, Urbanesse tidak harus bisa berenang. Massa jenis air Laut Mati lebih tinggi daripada air tawar, maka dengan mudah kita dapat mengambang dan tidak mungkin tenggelam.

 

Apakah semudah itu? Tentu saja. Tentunya, Urbanesse harus mengikuti aturan, yaitu pengunjung boleh mencoba mengambang dengan posisi terlentang, bukan tengkurap dan dilarang berenang. Air yang masuk ke mata akan membuat perih. Pastikan Urbanesse tidak meminum air Laut Mati karena akibatnya bisa fatal. Ketika masuk ke dalam air, bagian kulit yang terluka atau kering akan terasa perih. Jangan khawatir, rasa perih itu akan segera hilang ketika membasuh badan dengan air tawar.
 
Bagaimana jika Urbanesse tidak bisa berenang dan takut untuk mencoba mengambang? Apakah sesi masker lumpur akan terlewat?
Tentu saja tidak. Urbanesse pun dapat mencoba masker Laut Mati di tepi dan mengambil lumpur di sana. Normalnya, cukup dengan waktu maksimal 10 menit dan segera bilas dengan air tawar. Bagi penderita darah tinggi dan mengurangi durasinya menjadi 5 – 7 menit saja.
 
Nah di Israel ini selain kita bisa menikmati pesona laut mati, Urbanesse  pun juga dapat berkunjung ke Jericho, Kota tertua yang letaknya berdampingan dengan Laut Mati. Jericho sendiri disebut sebagai kota tertua di dunia karena umurnya sekitar 11.000 tahun.

Kota Jericho terletak pada 244mdpl, sehingga suhu disana pada musim kemarau sangat panas, ini adalah salah satu alasan mengapa jika kita kesana hanya sedikit penduduknya yang mau tinggal disana. Berbeda halnya kalau lagi musim dingin, di Jericho malah banyak wisatawan datang ke tempat ini terutama turis dari Eropa dan Amerika, alasannya karena tempat ini tetap terasa hangat lho Urbanesse walaupun musim dingin. Walaupun sedikit penduduknya Jericho memiliki pesona nya sendiri, dilihat dari beberapa bangunannya yang menurut saya menarik karena dikelilingi pohon kurma muda.

 

Well...Jika saat ini Urbanesse belum ada kepikiran ke mana akan berwisata ke luar negeri, mungkin berwisata ke Istael bisa menjadi alternatif pilihan wisata yang berbeda dari wisata luar negeri pada umumnya, antimainstream sih tapi worth it menurut saya yang sudah kesana heehee. Tapi ingat uangnya ditabung dulu dari sekarang Urbanesse untuk biaya perjalanan wisata kesana. Yaaa...hitung-hitung sambil menunggu situasi negara disana mereda konfliknya ya Urbanesse. Happy Traveling Ladies..!

 

Pack your bag, traveling and keep shining.

 

 


Vincentia Archi Persita Wulan Ari

I am passionate traveler. Travel formed me as much as my formal education. (David Rockefeller)

No Comments Yet.