Seks, Kasih Nggak Ya ?


Tuesday, 21 Nov 2017


Melakukan seks sebelum menikah sudah menjadi budaya umum di masyarakat. Kadang, perempuan yang menganut paham tidak melakukan seks sebelum menikah sering mengalami dilema karena social pressure. Kasih nggak ya? Ntar kalo nggak dikasih, cowoknya kabur. Tapi kalo dikasih, nyesel. Tapi, teman-teman pada ngelakuin semua dan mereka keliatannya happy-happy aja. Mau tau pandangan pria mengenai ini? Yuk, simak pendapat pria yang berinitial AS berikut ini.

 

Setujukah kamu dengan hubungan seks di luar nikah? 

Ya saya pribadi sih nggak masalah, asal kedua belah pihak sama-sama mau dan tidak ada unsur pemaksaan. Yang pasti, menurut saya hubungan nggak cuma tentang seks. Seks bukan alasan utama buat memulai pacaran atau mengakhiri hubungan. Seks sebenarnya ditujukan untuk memperkuat ikatan batin dalam suatu hubungan, bukan untuk melepaskan hawa nafsu saja.

 

Tapi kan banyak perempuan yang menyesal dan kecewa melakukan seks setelah putus dengan pasangannya. Bagaimana pendapatmu mengenai hal itu?

 Ya itu salahnya sendiri karena berarti yang perempuan tidak benar-benar mau dan jujur pada dirinya sendiri. Dan sepengalaman saya, seks bukan alasan utama untuk putus. Biasanya, hubungan itu putus karena kedua belah pihak tidak work on the actual relationship. Misalnya, kalau berantem solusinya seks ya ngga bener. Berantem ya diselesaikan dengan kepala dingin.

 

Bagaimana pendapatmu tentang seseorang yang mengancam untuk memutuskan hubungan karena pacarnya tidak mau melakukan seks?

Ya berarti intensi orang itu jelek, nggak tulus. Ya sebagai pasangannya, putus aja, find another one, move on. Biar dikasih seks juga ntar ada aja alasan lain untuk memutuskan hubungan.

 

Apakah kamu sendiri merasa bersalah setelah memutuskan untuk berpisah dengan pacar setelah melakukan seks?

Tidak, soalnya it’s mutual, dua-dua sama-sama mau. Saya nggak pernah maksa.

 

Lalu, bagaimana kalau misalkan kamu menyukai seseorang dan dia menjadi pacar kamu tapi dia tidak mau melakukan seks?

Honor her decision. Dengan catatan, saya tegaskan di depan kalau pas menikah, jangan menolak lagi hahahaha….Pada kenyataannya, pacar saya yang terakhir kan begitu. Awal pacaran, dia ngomong di depan nggak mau ngeseks dalam masa pacaran. Terus terang, saya malah lebih appreciate dia karena dia jujur dan tahu apa yang dia mau. Saya malah jadi lebih bisa melihat dia secara jelas luar dalam tanpa ada intensi apa-apa. Susah memang, tapi itulah yang namanya cobaan buat pria. Saya lulus sekarang, karena dia menjadi istri saya hahahaha…

 

Ada rekomendasi buat wanita tentang premarital seks?

Jujur dulu sama diri sendiri, kalo ntar putus, nyesel nggak melakukannya? Kalau menyesal, mendingan nggak usah dan ngomong nggak mau dengan terus terang di awal. Jangan takut pria akan menolakmu. Karena kalo memang dia benar-benar tulus mencintaimu, dia pasti akan menghargai keputusanmu. Jadi, perempuan harus tegas dan bisa menghargai diri sendiri dengan baik. Dengan begitu, kamu akan menarik laki-laki yang juga tegas dan bisa menghargai kamu juga. Similar attracts similar.

 

Jadi, sebenarnya bagi pria, seks memang penting. Tapi, seks bukan yang utama dalam hubungan jangka panjang, apalagi penentu dalam memulai atau memutuskan suatu hubungan. Kita sebagai perempuan harus benar-benar jujur pada diri sendiri, kenapa kita mau berhubungan seks dengan pacar, apa karena takut diputusin kalau menolak? Kalau iya, mendingan tidak melakukannya, daripada nanti kecewa di belakang hari. Toh, yang benar-benar mencintai kita akan mengerti, menerima dan menghargai keputusan kita. Jadi, jujurlah pada diri sendiri dan berani mengutarakan isi hatimu.

 



Novia Heroanto

Bekerja sebagai desainer grafis dan ilustrator, profesi impiannya sejak kecil. Perempuan kelahiran 2 November ini menyukai seni, fashion, dan gemar berburu kuliner lezat. Novi menyukai musik Coldplay, John Legend, dan Depapepe. Warna favoritnya merah. Novi membantu memilih foto dan membuat ilustrasi untuk artikel-artike Urban Women.

No Comments Yet.