Sebuah Seni untuk Bersikap Bodo Amat


Saturday, 28 Apr 2018


Sebuah Seni untuk Bersikap Bodo Amat By Mark Manson

 
Hi Urbanesse! Baru - baru ini saya membaca buku terlaris versi New York Times dan Globe and Mail dengan judul nyentrik "The Subtle Art of Not Giving a Fuck". Pada awalnya,saya bingung dengan judulnya, terkesan sarkas tapi kok menarik untuk dibaca. hehe pilihan terakhirlah yang membawa saya membaca buku ini.
 
Mark Manson, penulisnya, membeberkan analogi yang logis untuk kita menjalani hidup: Kita, manusia, terlalu banyak berharap, berkeinginan, peduli terlalu banyak, hingga seringkali posesif terhadap sesuatu. Jika kemudian kita gagal atau tidak berhasil mencapainya, menjadi kecewa & putus asa. Lalu bersedih, kehabisan energi dan menjadi stres.
 
Dan bersikap bodo amat - mengurangi tingkat kepedulian kita terhadap sesuatu - menjadi jawaban yang ditawarkan Mark melalui buku ini. 
 
Yang saya suka, Urbanesse.. bahwa ia melakukan pendekatan fisiologis dan teologis untuk membedah bagaimana sebaiknya manusia menghadapi hidup. Ia menelaah pandangan Buddha yang memaknai hidup sebagai sebuah perjalanan; untuk tidak memiliki pengharapan yang berlebihan agar tidak melaluinya dengan kekecewaan. 
 
Berikut adalah poin pembelajaran yang saya dapat setelah membaca buku ini:
1. Bersikap bodo amatlah - Latih kemampuan kita untuk dapat melakukan hal ini. Bukan berarti tidak peduli sama sekali, namun mengurangi kadar konsentrasi kita untuk memikirkan sesuatu seingga tidak menjadi beban tersendiri. 
2. Kebahagiaan berasal dari memecahkan masalah. Yes, Urbanesse. Hidup ini adalah sebuah lingkaran perjalanan.persoalan. Dan memecahkan masalah adalah jawaban dari poin kebahagiaan itu sendiri. Pasti kamu pernah dong, merasa lega, sesaat setelah menyelesaikan masalah? That's the real happiness. 
3. Jangan merasa menjadi seseorang yang istimewa. Lingkaran teknologi yang tercipta saat ini membuat kita selalu merasa diistimewakan. Terutama karena gelar, jabatan, dan usaha yang dimiliki membuat kita merasa harus dilayani atau dihormati. Padahal sejatinya, esensi hidup kita adalah sama dengan semua manusia: yaitu untuk menghadapi msalah yang hadir secara konstan dalam hdup. 
4. Kegagalan adalah sebuah jalan untuk maju. Terlalu sering manusia merasa takut untuk gagal. Ia seolah - olah menjadi momok menakutkan yang sebaiknya dihindari. Padahal, gagal adalah salah satu faktor konstan dalam hidup. Benar, kan? Sehingga penting bagi kita untuk memaknai kegagalan secara lebih ringan - Ia akan selalu hadir dan kita tidak [erlu khawatir. Berjuanglah lagi karena semua manusia pasti mengalaminya. 
5. Lakukan sesuatu. Jangan hanya bermimpi, memikirkan kebahagiaan yang ingin dicapai tapi do nothing. Lakukan sesuatu. Tindakan bukan hanya efek dari suatu motivasi, tetapi juga menjadi penyebab dari sebuah motivasi. 
 
Menarik, ya? Judl nyentrik buku ini tidak terbaca 'ringan' di dalam. Karena Mark juga mengupas pandangan - pandangan psikologis untuk menghasilkan tulisan berbobot yang wajib menjadi bacaan kita semua - sebagai salah satu tools untuk menjalani hidup. Selamat membaca!


Nathalie Indri

No Comments Yet.