(Saya) Bukan Seorang Introvert Yang Lemah


Tuesday, 26 Sep 2017


Ada yang bilang, kamu tidak akan pernah tahu seberapa kuat dirimu, sampai menjadi kuat adalah satu – satunya pilihan. Itu benar, kita tidak bisa mengukur seberapa tangguh kita, sampai kita mampu melewati masa – masa sulit.

 

Bicara ketangguhan, entah cerita saya ini bisa masuk kategori tangguh atau tidak karena menurut saya masa-masa lalu yang sulit dan pahit yang pernah saya alami kini membuat saya bisa menjadi sosok seperti sekarang.

 

Tiga puluh tahun sampai hari ini (saat artikel ditulis). Melewati quarter life crisis, yang sebagian sudah saya share di Urban Women. Dan kali ini saya ingin menceritakan pengalaman masa lalu saya yang belum pernah saya tulis sebelumnya. Ada pepatah bilang “Dibalik seseorang yang kini karir dan masa depannya sudah baik, terdapat cerita-cerita sulit di belakangnya yang berhasil ditembus”

 

Saya jadi ingat dulu bagaimana saya yang yang memiliki kepribadian introvert (kepribadian yang tertutup) ini pernah merasa underestimate dengan diri saya sendiri sempat terpikir “serius introvert? Emang bisa tipe kayak gue sukses?” karena yang saya tahu seseorang yang introvert itu sangat sulit untuk bisa maju dan mendapatkan karir yang diinginkannya. Apalagi dulu ketika zaman kuliah saya sempat dibilang kuper dan penakut oleh beberapa teman, kalau disuruh maju untuk presentasi atau melakukan sesuatu yang ada hubungannya dengan interaksi bersama orang lain saya paling ngeri. Sampai suatu hari ada perkataan teman yang membuat saya berpikir keras “Ok...Selvia kamu bisa, kamu musti lawan rasa takut kamu itu” teman saya bilang saya tidak akan bisa maju karena orang-orang jebolan dari kampus saya itu katanya yang bisa sukses adalah mereka yang  berani, supel dan nggak tertutup. Laah saya kan tertutup, saya nggak gaul, pulang kuliah pun langsung pulang nggak kemana-mana, berarti saya nggak sukses dong? Pikir saya saat itu.

 

Langsung saya terpantik , sejak saat itu saya belajar terbuka terhadap orang lain, berusaha agar lebih berani dalam berinteraksi dengan orang lain misalnya dengan menunjuk diri saya sendiri untuk menjadi ketua dalam presentasi, berani ikut sendirian mendaftar kegiatan ekstrakurikuler kemahahasiswaan yang saya suka di kampus. Buktinya saya malah menemukan diri saya yang baru, saya bisa, saya ternyata tidak gugup bertemu orang dan saya malah mendapatkan nilai terbaik dari segi akademis di kampus. Ternyata saya bisa, tidak seperti apa yang mereka katakan tentang diri saya. Walau demikian sedikit banyak saya masih dengar kanan kiri berbisik kalau saya ini aneh, terlalu kaku dan tertutup, yaa..tapi inilah saya. Dari situ saya nggak mau terpengaruh saya harus berhasil agar bisa menunjukkan pada mereka kalau seorang introvert bukan berarti lemah, bukan berarti aneh seperti psikopat, dan bukan berarti anti sosial.

 

Saya hanya nyaman dengan keadaan saya yang senang sendiri karena jadi tidak bergantung orang lain, saya memang seperti ini bukan karena ada motif atau maksud lain-lain lagi. Tapi dari sini saya belajar untuk menjadikan ocehan miring mereka energi untuk saya bisa mengejar karir saya nanti. Waktu berlalu kini saya bisa angkat topi dan menunjukkan pada mereka yang dulu sempat mengecilkan saya yang nggak gaul ini, yang katanya introvert dan katanya nggak akan bisa maju ini kini telah mendapatkan pekerjaan sebagai PNS dengan posisi analis laboratorium yang sedikit sekali ada rekan saya yang memiliki kesempatan tersebut, dan saya beruntung bisa terpilih. Tahu sendiri kaan..gimana banyak dan begitu bersaingnya orang yang ingin masuk tes menjadi PNS. Saya anggap ini bonus buat saya jika melihat perjuangan saya dulu bisa bertahan dengan sebutan dari beberapa rekan yang kerap menyebut saya sebagai seseorang yang anti sosial dan cenderung aneh bahkan dibilang nggak akan bisa maju. Tapi ternyata Tuhan Maha Baik dia membantu saya mencapai karir yang saya ingini, sehingga saya bisa membuktikan khususnya pada diri saya sendiri kalau seorang introvert bukan berarti tidak bisa sukses. Mereka bisa memanfaatkan kelebihan dan meng-improve kekurangan, serta tetap berprilaku baik pada mereka yang mengecilkan. Karena introvert itu sama halnya seperti kepribadian lainnya yang pastinya juga memiliki banyak kelebihan, nah dikelebihan yang kita miliki itulah yang dapat kita asah.

 

Selama saya bekerja, saya mendapatkan pelatihan untuk menunjang kegiatan di kantor. Dan setelah 4 tahun bekerja, saya mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan studi S2 di Yogyakarta. Bagi saya, karir tidak harus tentang seberapa tinggi jabatan yang diraih. Tapi tentang seberapa ahli kita di bidang tersebut. Ya ini tergantung persepsi masing – masih sih. Yang terpenting adalah lakukan yang terbaik dalam bidang yang saat ini kamu tekuni ladies, kata Rene Suhardono “passion without creation is nothing”.

 

Well... Ladies jadi kalau berdasarkan cerita saya ini, perempuan tangguh adalah mereka yan

  1. Dia tetap tenang meski masalah sedang menghimpitnya dan tetap kuat meski dihadapkan pada masa-masa yang tidak membuatnya nyaman.
  2. Dia tidak terpengaruh keadaan, tetap berprestasi dan terus beraktivitas seperti biasa meski dianggap aneh.
  3. Bersedih sewajarnya, bangkit dan move on dengan cepat karena hidup itu singkat jadi tidak perlu wasting time menangisi keadaan karena dianggap berbeda oleh orang lain.
  4. Tetap menjadi diri sendiri meski dianggap berbeda oleh orang lain.
  5. Perempuan tangguh adalah ia yang bisa mengambil alih emosinya dengan baik dan positif, meski keadaan sekelilingnya negatif.

 

Begitulah Definisi perempuan tangguh menurut pengalaman saya, mungkin menurut sebagian orang pengalaman saya ini terlalu cepat untuk menyebut diri saya tangguh. Tapi untuk saya yang pernah menjalaninya, perjuangan bisa bertahan dan tetap maju jalan dalam menghadapi beragam komentar tersebut sangat lama sekali prosesnya dan saya harus merasakan pahitnya tidak memiliki teman dekat disekitar.

 

Satu pesan untuk Urbanesse yang mungkin saat ini sedang mengalami seperti yang pernah saya alami adalah “Menjadi Introvert itu sama halnya menjadi seorang dengan kepribadian ekstrovert keduanya sama-sama memiliki peluang besar untuk maju dan sukses. Tinggal bagaimana kamu memilih mau mengasah kelebihan kamu dan improve kekurangan atau tetap stuck terpuruk mengiyakan pemikiran mereka diluar sana yang menganggap introvert adalah seseorang yang teralineasi dan aneh yang tidak akan bisa sukses?” Masa depanmu tergantung kamu, Ladies! J So, keep healthy, happy and wealth.



Selvya Mulyani

Kelahiran 9 maret 1987 di Kalimantan Selatan. Bekerja sebagai analis laboratorium Kimia Fisika Gas di BBTKLPP Banjarbaru. Penggemar buku Dan Brown, Dewi Lestari, JK Rowling, dan novel serial Trio Detektif. On process, being better person, healthy, happy, lucky, peace and blessed. Remember the path, keep the faith, walk on track.

No Comments Yet.