Saling Mendukung Dalam Karir Kunci Langgeng Sebuah Hubungan


Tuesday, 04 Apr 2017


Urbanesse...Tema love and relationship memang selalu menarik perhatian, ya? Apalagi untuk kita, wanita aktif yang sampai saat ini rasanya 'belum juga' menemukan tambatan hati karena berbagai alasan. Saya selalu merasa, wanita - wanita yang hidup di kota besar seperti Jakarta selalu punya 'pertimbangan khusus' sebelum akhirnya mantap memutuskan untuk menikah. Betul tidak?

Nah, lain dengan love story saya. sharing sedikit ya, pengalaman bertemu dengan suami yang telah bersama - sama membangun rumah tangga bersama dengan putri kami Tara Cherrino selama 8 tahun belakangan ini..

Namanya Fenni. Saya mengenalnya dalam sebuah pertemuan singkat di kota kelahiran saya, Malang, Jawa Timur 9 tahun lalu saat pekerjaannya yang aktif sebagai penyelenggara event dari Ibukota mampir ke beberapa kota di Indonesia. Long story short, saya yang waktu itu sudah lulus kuliah dan bekerja sebagai penyiar radio swasta lalu tidak hanya memikirkan tentang konsep punya pacar, tetapi langsung 'menikah'. 1 tahun lamanya kami menjalin hubungan jarak jauh, di tahun 2009 kami memutuskan untuk menikah dan hidup bersama, saya pindah dari Malang ke Jakarta.  

Kalau sering muncul pertanyaan, apa rahasianya kok sudah menikah tapi masih kompak & rock n roll saja menjalani karir di dunia entertainment? Hingga saat ini, saya masih berprofesi sebagai radio broadcaster, penulis untuk website motherhood smartmama.com host & voice over (VO) talent. Sementara suami saya adalah seorang musisi. 

 Tentu saja, jawaban saya atas pertanyaan tersebut adalah pemahaman yang sama terhadap tujuan hidup kami. Jangan ditanya berapa kali dalam seminggu kami bertengkar karena perbedaan pendapat; namanya juga 2 pribadi yang berbeda bersatu, dibesarkan oleh dua keluarga & suku yang berbeda. Perbedaan akan selalu hadir. Tapi, ada hal - hal lain yang dapat sekaligus mempersatuakan kami kembali: Pilihan karier & jalan hidup yang sama. Saya nggak cranky kalau ditinggal suami pergi ke luar kota karena harus mendampingi artisnya sebagai manager karena saya paham bagaimana rules pekerjaannya. Begitu juga bila saya yang sedang bekerja dini hari sebagai vo talent sebuah program infotainment di stasiun televisi swasta atau menjadi host keesokan paginya dengan jeda waktu istirahat yang minimal. Kami berdua nggak pernah menghalangi impian & kecintaan masing - masing terhadap field pekerjaan yang disukai, karena kami mengerti betul, bagaimana rasanya hidup di dunia yang menjadi mimpi kami selama ini.  

Pasti akan berbeda dong, kalau sendainya saya menikah dengan anggota kepolisian. Mungkin sampai saat ini saya nggak akan siaran radio lagi (who knows?) karena aturan yang ditetapkan dalam sebuah hubungan juga ikut berbeda. It means, Selain (tentu saja) komunikasi dan trust yang dibutuhkan untuk selalu dibina dalam sebuah hubungan kami ini, tidak ada ruginya jika mulai saat ini Urbanesse turut mempertimbangkan passion & jenis karier yang sedang dijalani bersama. Perbedaan pendapat dalam sebuah hubungan atau pernikahan nantinya juga bisa lho, dinetralisir dengan topik yang menyenangkan seperti obrolan tentang passion & cara menikmati hidup karena memiliki visi yang sejalan, saya selalu melakukan itu dengan suami dan hasilnya malah berjalan pas, penuh pengertian dan malah saling mendukung. 

Sambil minum teh atau kopi saya kerap berbincang dengan suami selepas kami sama-sama sibuk dalam dengan ritinitas kami masing-masing. Banyak hal yang selalu saya dan suami obrolin, tak jarang kami saling memberi dukungan ketika diantara saya atau dia sedang drop. Ketika suami saya berhasil dalam menelurkan album bermusiknya saya tidak lantas memilki rasa cemburu dan khawatir dia akan begini dan begitu begitupun sebaliknya ketika saya ditawarkan menjadi MC disatu acara yang memakan waktu di hari libur (weekend), diapun tidak lantas melarang-larang saya atau menjegal apa yang menjadi passion saya. Karena dia sudah tahu dari awal bahwa ini adalah karir impian saya. Naah..  Itulah sebabnya meski telah menikah saya dan suami masih terus bisa mengejar karir impian kami masing-masing. Suami saya dengan karir bermusiknya dan saya pun berkarir sebagai radio announcer sekaligus penulis di smartmama.com. 

Tentu saja saya bukan wanita sempurna, pun dengan pasangan saya. Tapi selalu ada hal - hal yang patut menjadi perhatian kita bersama untuk menetralisir perbedaan yang seringkali terangkat ke permukaan, selain mengoptimalkan komunikasi, berikan dukungan berarti, bukan karena terpaksa mendukung - tetapi secara naluriah ingin melakukannya. Buat saya merencanakan karir sedini mungkin didalam sebuah relationship hingga pernikahan intinya adalah komunikasi, kepercayaan dan saling support agar tidak ada gap dan saling berkompetisi tidak sehat pada akhirnya. So, Ladies.. saya bisa, kamu juga pasti bisa dong.

 



Nathalie Indri


06 Apr 2017 16:55

Artikelnya Kereeeennn