Resensi Buku : How To Be a Lady


Sunday, 08 Jul 2018


 Ditengah padatnya aktivitas, saya selalu menyisihkan waktu untuk membaca satu buku baru di setiap minggunya. Ada satu buku yang ingin saya sharing karena nampaknya sangat cocok untuk dibaca mengingat begitu massivenya pola tingkah laku perempuan saat ini yang dengan mudahnya bisa kita temui dimedia social. Bahkan mereka nampak bangga dengan membagikan berbagai hal mulai dari hubungan personal atau intim dengan pasangannya, masalah pertengkaran entah karena memperebutkan pria ataupun saling pamer di media social, dan hal hal lainnya.

Judul buku ini “How To Be a Lady” ditulis oleh Candace Simpson Giles terbagi atas 10 bab, mulai dari bagaimana cara berpakaian yang baik, tatacara makan, cara berkomunikasi dan tutur kata, teman dan persahabatan, karir dan menjaga dirinya sendiri dengan sebaik mungkin.

Saya membeli e-book buku in diKindle Amazon seharga USD 7.99 (sedang discount). Intisari dari buku ini adalah mengingatkan wanita agar selalu menjaga sopan santun, tingkah laku, serta diseimbangkan dengan pendidikan yang tinggi dan berkualitas. Karena paket komplit dari seorang wanita tidak saja dari pendidikannya namun bagaimana ia berperilaku. Karakter dari dalam yang terbentuk  akan menjadikan dirinya seorang wanita dengan rasa percaya diri namun tetap rendah hati.

Di era modern seperti sekarang ini sudah jarang orang yang tetap mengucapkan kata “ tolong “ dan “ terimakasih “. Kedua kata tersebut adalah penting untuk dipertahankan penggunaannya.  Ada satu poin di bab 1, dimana seharusnya seorang wanita tidak boleh menggunakan mobile phone untuk kepentingan yang dapat mengganggu privacy seseorang. Ia harus dapat menggunakan mobile phone untuk kepentingan yang baik dengan cara yang baik. Hal ini tentunya berkebalikan dengan banyaknya foto maupun video tanpa nama yang diunggah tanpa ijin ke social media yang akhirnya mengganggu hubungan personal orang tersebut.

Poin lain juga menyebutkan bahwa sebagai seorang wanita kita harus mengetahui skala prioritas sesuai dengan tujuan hidupnya sehingga dirinya bisa mengatur urusan keluarga, karir, persahabatan dengan baik. Jadi tidak ada yang saling tumpang tindih ataupun yang satu memiliki prosentase yang lebih jika dibandingkan dengan yang lain.

Poin penting lainnya yang ditulis dalam buku ini adalah untuk tidak mengumbar kehidupan pribadi yang kita jalani saat ini kepada orang lain. Karena hal ini bisa menjadikan boomerang bagi kita sendiri. Terlebih lagi apabila kita mengumbarnya dimedia social. Hal ini tentunya akan menimbulkan permasalahan dikemudian hari.

Buku “How To Be a Lady”, memberikan gambaran untuk menjadi wanita yang bisa lebih positif.

Check it out, Urbanesse.

 

 

 

 

 

 

 



Risa

No Comments Yet.