Relax Ladies, Ini Hanya “Bad Day”


Monday, 28 Aug 2017


Hallo ladies, bulan agustus ini urban women mengangkat tema “mengelola emosi yang baik pada wanita”. Kita tahu wanita sering diasosiasikan dengan perasaan dan emosi ketimbang rasio. Bahkan teman pria saya mengatakan wanita itu berpikir dengan hati. Percayalah itu yang membuat kita unik. Namun terkadang, ada emosi kita berlebihan. Emosi yang berlebihan itu tidak hanya dalam bentuk marah, bisa juga sedih atau bad mood yang membuat kita merasa kehilangan kendali dalam hidup. Terdengar lebay. Tapi memang ketika kita mengalami hal yang emosional (I mean in the negative term), ini membuat keseimbangan hidup terganggu. So, what we must to do?

 

Okey, banyak kejadian yang dapat membuat kita mengalami emosi yang negatif. Kematian, kehilangan pekerjaan, ditipu, pernikahan (mantan, maybe?), proyek gagal deal, dan banyak lagi. I know that feeling ladies. saya hanya ingin fokus pada satu topik. How to deal with bad day. Mengapa bad day? Karena saya ingin sharing sesuatu yang memberikan hasil instan. Yes, instant result. Saat ini juga, hari ini juga. If you do this, you’re negative emotion can disappear. Karena itu pula saya tidak membahas tentang menangani emosi pasca kehilangan keluarga atau perasaan tidak berdaya saat diputus pas masih sayang – sayangnya. Proses penyembuhan seperti itu memerlukan waktu yang lama. Ini kasus yang berbeda.

 

Ladies, tidak apa – apa apabila kita mengalami bad day. Ini bukan akhir dunia. Saya bisa mengatakan demikian, karena saya juga mengalami roller coaster mood. Pada jam 8 pagi, saya bisa menjadi orang yang paling bahagia sedunia. Then at 10 am, shit happen. And Boom! Mood saya berada pada level paling bawah. Dampaknya saya sulit konsentrasi dan kerjaan kacau. Saya berpikir bagaimana cara mengatasi hal seperti ini. Karena ini sangat berpengaruh terhadap produktivitas. Tentu saya searching dan membaca banyak artikel. Dari metode – metode yang diberikan, ada beberapa yang sudah saya terapkan. Tentunya, it’s work.

 

  1. Berhenti dan ambil jeda. Ketika saya mengalami bad mood, saya akan berhenti melakukan aktivitas dan mengambil jeda. Biasanya ini memerlukan waktu 30 menit, ya kadang sampai 2 jam. Saya berusaha menyadari emosi apa yang dirasakan. Marah, jengkel, sedih, frustasi, kecewa, dan lain sebagainya. I feel it. Saya membiarkan perasaan itu mengalir. Sampai saya merasa cukup tenang. Nah dalam kondisi ini, saya sudah memiliki sedikit energy positif untuk melakukan aktivitas.  Yeah, hanya sedikit. Tapi cukup untuk membuat bergerak.
  2. Selesaikan 1 tugas atau Apabila bad mood pada saat week days. Tentu kita tidak bisa serta merta meninggalkan kantor atau pekerjaan begitu saja. Jadi ketika energi positif sudah ada, saya akan kembali berusaha fokus untuk menyelesaikan 1 tugas. Hanya 1 tugas. Yang paling mendesak, dilihat dari skala prioritas. Apabila selesai, meskipun jam pulang masih lama, saya tidak melakukan kegiatan yang memerlukan konsentrasi tinggi.
  3. Lakukan sesuatu yang membuat kita bergerak. Ini biasanya setelah melewati poin nomor 2. Saya tetap akan melakukan aktivitas yang ringan. Misalnya merapikan meja kerja, cek email, merapikan file di computer atau kalau pas di rumah, bisa mencuci, merapikan dapur, apa pun itu yang membuat kita bergerak. Bahkan beberapa menyarankan lakukan olah raga. Karena olah raga dapat merangsang produksi hormone dopamine. Hormone yang memberikan rasa bahagia. Jadi, ladies kalau kamu mengalami bad day, go to gym, not mall, okay?!
  4. Lakukan sesuatu yang membuat diri saya Menyenangkan diri ini tergantung dari masing – masing pribadi. Contohnya saya melakukan perawatan seperti massage dan lulur atau berkaraoke ( walaupun dengan aplikasi smule), menonton video di youtube dan kadang – kadang saya naik motor keliling kota. A little bit strange. Serius ini sukses buat saya. Sekali lagi poin nomor 4 tergantung pribadi masing – masing. Lakukan apa yang ingin kamu lakukan (selama itu positif).
  5. Mengobrol dengan orang – orang tersayang. Okey, ini sangat manjur sekali. Mengobrol dengan pasangan, orang tua, sahabat, anak – anak (bagi yang sudah memiliki anak) dan orang – orang yang membuat kita merasa nyaman. It makes me feel chill and relax. Dengan mengobrol saya mampu merubah fokus emosi, dari awalnya negatif menjadi netral, lebih bagus lagi kalau positif.
  6. I love talking to God. God knows everything. And the important thing, God the best listener.

 

Nah ladies, saya sudah melakukan ke 6 hal di atas. Yes, ini sangat efektif mengotrol pergerakan emosi saya. Hasilnya saya jadi lebih bekerja maksimal di kantor daripada sebelumnya, karena mood baik atau buruknya itu saya yang kontrol. Lalu mengapa dari semua tip di atas saya lebih banyak “melakukan aktivitas”, bukan sesuatu yang sifatnya “manajemen hati”. Ini seperti yang dikatakan Anthony Robbins “emotion is created by motions”. Tapi saya tidak menyarankan untuk berpura – pura atau denial.  Misalkan, kita kesal tapi menutupinya dengan fake smile. Nope. Jujurlah dengan yang kita rasakan, lakukan sesuatu agar emosi negatif tidak semakin menjadi – jadi.  

 

A bad day not a bad life and it only last 24 hours, ladies.

S.M Harlan

Pencinta Pagi, Penikmat Sore

 

 

sumber gambar:Created by Ijeab - Freepik.com



Selvya Mulyani

Kelahiran 9 maret 1987 di Kalimantan Selatan. Bekerja sebagai analis laboratorium Kimia Fisika Gas di BBTKLPP Banjarbaru. Penggemar buku Dan Brown, Dewi Lestari, JK Rowling, dan novel serial Trio Detektif. On process, being better person, healthy, happy, lucky, peace and blessed. Remember the path, keep the faith, walk on track.

No Comments Yet.