Perempuan Jaman Now


Friday, 10 Nov 2017


Tergerusnya nilai moral dan etika memberikan dampak  signifikan pada perubahan prilaku dan cara bersikap para wanita jaman NOW. Bergesernya etika dan moral, besar kemungkinan karena orangtua anak-anak jaman now adalah ibu-ibu yang hidup pada jaman mulai terjadi pergeseran dari zaman ibu-ibu memilih menjadi ibu rumah tangga untuk mengurus keluarga kepada ibu-ibu yang memilih menjadi wanita karir sehingga mereka merasa bahwa waktunya telah banyak tersita untuk pekerjaan dan karirnya sehingga merasa tidak lagi punya waktu untuk menanamkan nilai – nilai kebajikan pada anak-anaknya.

 

Sebenarnya hal-hal di atas ada pada jamanku dan kami diberi pilihan, meningkatkan karir dengan tetap menjaga keluarga sebagai kodrat wanita atau meningkatkan karir dengan menyibukkan diri pada karirnya dan melupakan kodrat sebagai wanita.

 

Jika kita lihat  salah satu contoh kejadian jaman now, kita pasti akan sedih sekali. Bagaimana hal yang sangat privasi sebagai manusia yang berharkat dan bermatabat, yang membedakan manusia dengan hewan, dipertotontonkan secara viral dari youtube ke youtube yang dishare sampai kepada WA dan media lain, di mana hal yang sangat privasi itu dipertotonkan dengan vulgar. Ini ada kejadiannya di minggu lalu, pada seorang wanita yang berpendidikan tinggi dari sebuah universitas bergengsi di negara kita.

 

Dalam video viral itu, si wanita dan pria yang masih belia itu dengan sangat sadar bahwa itu sedang divideokan, akan ada ancaman bahaya yang mempermalukan dirinya dan keluarganya jika itu sampai tersebar. Dan benar, hal yang tidak patut dipertontonkan itu menjadi viral dan ditonton banyak orang, melebihi jika seorang wanita (maaf) menjadi PSK, dimana tubuhnya hanya dilihat para pelanggannya yang hidungnya belang.

 

Mengapa wanita begitu mudah terjebak pada cinta yang tidak mengagungkannya sebagai seorang wanita yang bermartabat? Sebagai wanita, kita sadar bahwa kita terlahir dengan emosional yang lebih dominan daripada logika kita karena kita dipersiapkan sebagai ibu bagi manusia di muka bumi ini. Untuk mengasihi keturunan kita (anak-anak yang kita lahirkan) dan mencintai pasangan hidup kita, mendukung hidupnya dan menjadi sahabatnya dalam perjalanan hidup,kasih sayang sangat diperlukan dan ini ada dibagian emosional (perasaan).

 

Sisi inilah yang tidak disadari para wanita sehingga menjadi titik lemah yang dimanfaatkan kaum lelaki yang kurang bertanggung jawab terhadap kehidupannya.

Pria pada umumnya mudah tertarik pada hal tampak luar karena mereka terlahir demikian.  Zaman dulu, kalau saya coba lihat kembali ke film-film lama atau lagu-lagu lama, masih ada ungkapan cinta para pria pada wanita, masih ada syair yang semut merahpun menjadi saksi kerinduannya pada wanita yang ia suka, masih ada bulan dan bintang sebagai gombalan pria terhadap wanitanya untuk mengatakan wanitanya cantik dsbnya.  Saat itu wanita masih berharga untuk mendapatkan semuanya itu.

 

Apakah karena pria diciptakan dengan species yang berbeda dengan pria jaman now ? Bukan! Kita, para wanitalah yang mengubah pria menjadi tidak menghargai wanita dengan mudahnya diajak berhubungan yang tidak pada saatnya , bahkan dengan sangat sangat sangat  mudahnya. Saya bicara ini sebagai seorang perempuan dari Ibu yang juga memiliki anak-anak perempuan. Ya saya lihat hubungan tidak pada saatnya inilah pintu masuk kehancuran seorang wanita, bukan sebatas soal keperawanan saja.

 

Kalau mendengar cerita anak-anak saya, saya bisa simpulkan bahwa mungkin anak-anak jaman now akan mengatakan bahwa jika mereka tidak berkenan diajak berhubungan intim dengan mudahnya, mereka menjadi wanita yang tidak up to date, kuno, terbelakang dan sebagainya. Ya bisa saja benar. Tapi apakah ia tahan menjadi pemuas nafsu pria ? jikapun pria itu menikahinya, belum tentu ia memiliki cinta karena tanpa menikahipun ia telah mendapatkan apa yang dibutuhkan saat orang telah menikah. Menikah hanya menjadi sebuah event yang tidak bernilai sakral lagi meskipun TUHAN diajak hadir sebagai saksi. Jika perkawinan tidak lagi dirasa sakral  bagaimana seorang pria akan setia sedangkan pernikahan sakralpun belum tentu bisa menjaga kesetiaan mereka toh.

 

Bandingkan dengan kisah orang jaman dulu seperti saya, sebelumnya di mana cicak, semut dan rumput pun masih menjadi saksi cinta mereka (dalam lagu heeheee) Mengapa mereka menghargai cinta atau sekurangnya masih ungkapkan cinta untuk mendapatkan HATI wanita pujaannya ? Karena menurut saya mereka tidak dengan mudah mendapatkan apa yang diinginkannya sebelum saatnya dan wanita masih berharga tinggi karena bermartabat.

 

Apakah wanita jaman itu tidak tergoda untuk menyerahkan dirinya karena cinta yang mereka labeli sendiri? Tidak! tapi wanita jaman saya itu punya begitu banyak kekhawatiran dan pertimbangan jika salah melangkah, misalnya berpikir; bagaimana jika relasi mereka putus, bagaimana kalau pria itu menjahatinya dengan bercerita tentang bagian intimnya pada orang lain yang tentu saja akan mempermalukan dia  dan keluarganya dan sebagainya. Banyak hal yang dipikirkan sebagai dampaknya. Ini yang tidak dipikir perempuan jaman NOW.

 

Lanjut...Wanita sekali lagi terlahir dengan kodrat yang mudah kasihan, mudah sayang, mudah percaya dan sebagainya pada pria jika ia telah tertarik. Hal ini merupakan anugerah TUHAN dan juga titik lemah wanita jika tidak dilengkapi dengan menyadari dirinya punya martabat sebagai manusia.

 

Jika wanita menyadari ia bermartabat, maka wanita akan menghargai dirinya sebagai wanita, sebagai manusia yang punya harga diri dan yang tidak mudah dipermainkan cinta. Wanita yang menghargai dirinya akan lebih dicintai pria daripada wanita yang tidak menghargai dirinya. Bagaimana ia minta dicintai secara sejati sedangkan ia tidak pernah mencintai dirinya sendiri ?

 

Benar bahwa cinta sejati pria tidak  mudah diraih meskipun wanita selalu memberikan dari awal cinta sejati. Cinta sejati pria berproses panjang dan butuh waktu berkesinambungan untuk meraih dan  atau mempertahankannya. Mereka mudah sekali berpindah mata pada yang lain dan itulah naluri mereka. (ingat mereka jatuh cinta dari mata turun ke hati).

 

Ladies, cinta itu sangat mulia. Kami yang sudah melewatinya sadar dan pernah mengalami hal yang sama dengan kamu meski berbeda zaman. Jagalah martabat diri kita terlepas dari ajaran agama apapun kita, budaya dari manapun kita dan di lingkungan manapun kita hidup. Jika martabat itu sudah tidak kita hargai, bukan waktunya menyalahkan laki-laki yang kamu cintai jika di kemudian hari mereka tidak menghargaimu dan berhenti untuk menyalahkan diri sendiri karena saat kita melakukannya kita pasti menyadari resikonya, hanya saja terkadang kita menutupinya dengan alasan malu. Mengapa Malunya belakangan?mengapa tidak malu di awal ketika melakukannya.

 

Jadi Urbanesse Saya sebagai Wanita yang dulu juga pernah mengalami masa muda dan kini sudah menjadi Ibu dari anak-anak perempuan zaman now juga saya selalu menyampaikan pada mereka :

 

  1. Premarital Sex itu pilihan. Kitalah kaum hawa yang memutuskan akan melakukannya di awal dengan pacar atau kita ingin melakukannya setelah dia resmi menjadi suami. Jika memang mereka sudah melakukannya di awal dengan pacarnya. Resiko yang terjadi entah itu diputusin, ditinggal menikah dengan wanita lain, dikhianati dan hal-hal yang mengecewakan lainnya sudah harus siap mereka terima “seharusnya” tanpa perlu galau, drama hingga menyakiti diri sendiri berujung depresi “Nope Ladies”.

 

  1. Jika sudah terlanjur melakukannya dengan pacar lalu ujung-ujungnya kecewa, Bukan berarti kamu hancur, lemah dan akhirnya tidak berdaya. Tidak ada alasan untuk kamu menjadi minder, malu dan tidak mau membuka diri dengan orang baru. Karena hidup ini panjang dan luas. Hidup itu bukan hanya fokus pada sex, pada kevirginan dan laki-laki. Kamu masih bisa berkarya, perbaiki diri dengan tidak berulang melakukan yang sama dengan orang berbeda. Tanamkan dalam diri bahwa “saya mencintai diri saya apa adanya”. Berkaryalah, berkarirlah, bekerjalah dan beraktivitaslah seperti biasa.

 

Toh, tidak ada yang berubah dari diri kita semua kecemasan ketakutan dan kekhawatiran tidak diterima oleh pria lain hanya ada didalam pikiran kita. Ubahlah pikiran tersebut dengan menanamkan kalimat “saya mencintai diri saya lebih dari pria-pria tersebut, Maka saya harus menjaganya dengan tidak mengulangi hal yang belum seharusnya saya lakukan pada saat pacaran”.

 

  1. Jika kita sudah menerima dan memaafkan diri kita dengan selalu mencintai diri kita lebih dari sebelumnya, maka yakinlah semua jalan akan terbuka dengan sendirinya. Tuhan pasti segera akan mempertemukan kita dengan Pria yang mau menerima kita apa adanya sesuai dengan yang kita butuhkan bukan yang kita inginkan.. Dan jangan lupa untuk selalu ada di dalam Tuhan karena dengan hidup di dalam Tuhan maka kehidupan yang kita jalani akan positif.

 

Jika Tuhan belum juga mempertemukan kita dengan pria tersebut, bukan berarti kita tidak layak untuk dicintai melainkan memang belum waktunya. Beraktivitaslah seperti biasa, raihlah tujuan hidup kita dan kejarlah karir yang kita inginkan lainnya, Karena  hidup ini tidak melulu hanya untuk memikirkan pria, karena masih banyak hal lain yang dapat kita kembangkan. Misalnya membuka bisnis seperti saya heehee...Jadilah wanita baik dan berharga untuk diri kita dulu kemudian barulah selebihnya kita berikan pada orang lain termasuk pria yang nantinya akan menjadi pasangan kita.

 

Urbanesse, ketiga point yang saya sebutkan Ini saya terapkan pada anak-anak saya, dan kini mereka sudah tumbuh dewasa dengan jalan hidup dan ceritanya yang mereka pilih sendiri. Saya tidak menyesali apapun yang terjadi dalam perjalanan kisah cinta mereka, sebagai seorang Ibu dan wanita saya cukup bahagia karena kini mereka sudah berkeluarga dan menjalani pola hidup sesuai dengan yang saya tekankan pada mereka.

 

Jadi, jika kita kini hidup di masa Perempuan Jaman Now, Tetaplah menjadi perempuan yang memiliki martabat, kamu akan memperjuangkan hidupmu sendiri menjadi benar, kamu akan mampu menjadi sahabat yang sejajar dari laki – laki yang kamu cintai sehingga kamu tidak berkenan menempatkan dirimu sebagai pemuas nafsu sesaat dan tersakiti saat laki – laki yang kamu cintai berpaling pada yang lain.

 

Hidup ini terlalu berharga untuk berbuat “bodoh” atas label cinta yang belum tentu sejati dari pria. Keep life happily with GOD’s Love

 



Muina Englo

Seorang pengusaha otomotif Sumatra Barat yang senang menulis tentang Mentalitas Karyawan.

No Comments Yet.