Perempuan dan Pre-Marital Sex di Mata Pria


Wednesday, 15 Nov 2017


“All men approve of premarital sex, until they have a daughter.” – Anonymous

Apa benar demikian? Berikut obrolan saya dengan Frans, Iyo, Bayu dan Steve mengenai perempuan dan pre-marital sex.

 

“Perempuan yang Bisa Menjaga Kehormatannya Lebih Bisa Dipercaya..”

 Frans, 43 tahun, Menikah 

“Menurut saya pre-marital sex adalah pilihan yang dibuat secara sadar oleh pria dan wanita yang sama-sama mau, tanpa ada paksaan. Jadi masing-masing bertanggungjawab atas akibatnya, tentunya sesuai kemampuan masing-masing juga.

Misalnya si wanita kemudian hamil, si pria harusnya bertanggungjawab secara moral. Tetapi sejauh mana dia bersedia bertanggungjawab juga tergantung si pria, tergantung bagaimana kemampuannya. Apa sudah siap memberi nafkah untuk bayinya? Atau, kalau memang kedua pihak setuju dan siap, mungkin juga mereka akan menikah. Semua itu gak bisa dipastikan karena memang gak ada komitmen dari awal. Semata-mata karena ‘kecelakaan’ saja.

Di sini saya lihat pihak perempuan harusnya juga mengerti. Gak cuma asal menuntut tanggungjawab saja. Harus ngerti posisi orang lain. Makanya kalau gak siap hamil tanpa suami, lebih baik jangan mau berhubungan sex sebelum menikah. Jangan menggoda pasangannya, jangan juga mudah tergoda rayuan pria yang gak punya komitmen yang jelas.

Seandainya pun gak hamil, baiknya pihak wanita berpikir lagi kalau gak mau dianggap gampangan. Tiap kali pacaran, mau diajak tidur. Padahal pria itu gak mau berkomitmen, cuma iseng-iseng saja supaya bisa tidur bareng. Apalagi kalau si perempuan sudah dikenal gampang diajak tidur. Mungkin si pria cuma pura-pura aja bilang cinta. Dalam hal ini, maaf ya, si wanitanya gak pintar.  Saya dulu termasuk pria yang bisa dibilang nakal. Sejak SMA sudah pergaulan bebas. Pasangan saya pernah ada yang marah karena saya putusin, mungkin sakit hati karena sudah tidur bareng. Saya jelaskan bahwa masalahnya bukan karena sex, tetapi karena memang kita berdua gak ada kecocokan. Buat saya sex hanya untuk kesenangan saja, bagian dari sebuah relation. Tetapi bukan jaminan saya pasti akan menikahi dia karena semua akan balik lagi soal kecocokan.

Saya akhirnya menikah dengan teman SMA saya dan justru dengan dia saya tidak melakukan pre-marital sex karena dia sangat strict dengan hal itu. Walaupun saya gak secara khusus memilih calon istri harus yang belum pernah melakukan pre-marital sex, tetapi saya bersyukur akhirnya nikah dengan perempuan seperti dia. Karena buat saya perempuan yang bisa menjaga kehormatannya itu lebih bisa dipercaya dan diandalkan untuk mendidik anak-anak kita.’

 

 “Adam nurut  apa kata Hawa..”

Iyo, 39 tahun, Menikah

 Pre-marital sex itu tergantung si perempuan. Karena kalau perempuannya gak mau, lakinya gak akan memaksa. Kalau lakinya memaksa, namanya tindak kriminal ya. Kalau perempuannya mau dan lakinya gak mau, besar kemungkinan tetap akan kejadian karena laki-laki biasanya akan ngikut apa kata pasangannya. Contohnya Adam dan Hawa ajakan Adam nurut apa kata Hawa…Jadi kalau si perempuan orangnya taat beragama dan punya pendirian kuat, gak bakal ada pre-marital sex. Itu bagus buat si perempuan. Saya juga akan ngajarin anak perempuan saya untuk gak melakukan pre-marital sex karena jelas itu lebih menguntungkan pihak laki-laki daripada perempuan.

Kenapa begitu? Karena laki-laki jadi punya pelampiasan nafsunya. Sedangkan buat perempuan baiknya dia banyak berdoa supaya pasangannya setia sama dia. Kalau engga, resikonya bisa ketularan penyakit dan, seringnya, si perempuan akan ditinggalin karena pihak laki-laki merasa sudah berhasil ngajak tidur. Apa lagi yang mau dicari? Kecuali kalau merasa cocok, baru deh si lelaki mau ngajak nikah. Tapi kalau sudah berhubungan sex biasanya si laki gak merasa perlu buru-buru untuk menikah.

Jadi baiknya perempuan pikir baik-baiklah sebelum memutuskan untuk hidup dengan gaya pergaulan yang bebas. Kalau memang orang bule sih saya bisa ngerti, memang dari sononya budayanya begitu. Kalau orang Indo apalagi beragama, baiknya janganlah. Hormati diri sendiri dan percayalah pria yang ngajak tidur bareng sebelum nikah itu gak bisa diprediksi. Mungkin dia orang baik, mungkin juga dia orang iseng yang bisa jahatin kamu. Daripada ambil resiko, lebih baik yang pasti-pasti ajalah. Nikah dulu baru bebas mau ngapain aja dengan pasangan. “

 

Mereka Sudah Gak Takut Dosa

Bayu, 33 tahun, Belum Menikah

“Pre-marital sex itu pilihan yang erat berkaitan dengan gaya hidup. Teman saya banyak yang begitu. Pergaulannya bebas banget. Sudah menikah pun masih aja jajan, akhirnya malah bohongin istrinya. Bilangnya tugas luar kota padahal liburan sama perempuan lain.

Makanya saya dari dulu jaga diri dengan pacaran sama yang kuat agamanya. Saya juga berusaha gak macem-macem di luar. Bukan sok alim, tapi saya lihat teman-teman saya, kebiasaan bergaul bebas itu bisa terbawa terus sampai sesudah nikah. Mereka jadi suka cari kesenangan terus selagi bisa, selagi ada perempuan yang gak nolak diajak tidur. Kebetulan latar belakang keluarga saya juga religius. Jadi sebagai anak pertama saya berusaha gak mengecewakan Tuhan dan orangtua saya.

Yang saya heran, banyak perempuan yang gak lagi merasa perlu menjaga kehormatannya sebelum menikah. Padahal sudah banyak contoh pria yang gak bertanggungjawab. Setau saya banyak pria yang menganggap hubungan sex itu cuma rekreasional. Bukan tanda cinta, tetapi murni kesenangan karena hawa nafsu. Ternyata makin ke sini perempuan juga sepertinya punya pandangan yang sama ya, sex cuma sekedar kesenangan. Sudah gak menganggap kehormatannya patut dijaga untuk suami bila menikah nanti. Gak malu tidur dengan banyak pria. Mereka sudah gak takut dosa karena secara sadar melanggar ajaran agamanya.

Saya termasuk yang pilih-pilih pasangan dan salah satu kriteria pilihan saya adalah perempuan baik-baik. Kenapa? Karena dia gak hanya akan menikah dengan saya, tetapi juga akan jadi bagian dari keluarga besar saya. Dia akan jadi ibu untuk anak-anak saya. Pastinya dia gak sembarang perempuan dan bukan perempuan yang sembarangan dengan kehormatannya."

 

 Stoplah pergaulan bebasnya…”

Steve, 33 tahun, Belum Menikah

Saya kadang bingung dengan perempuan. Taat beragama iya, tetapi di saat yang sama gaya pacarannya suka menggoda pasangannya untuk berhubungan intim. Macam-macamlah tingkahnya. Suka ngajak liburan berdua aja, kasih ide dating ke tempat-tempat romantis pake baju-baju minim dan gaya pacarannya juga seperti gak ada remnya. Malah bisa kelihatan lebih nafsu daripada pria.

Saya termasuk pasangan yang biasanya ngikutin aja dia maunya apa. Tapi kalau sudah mengarah ke hubungan intim, saya selalu bilang saya gak melakukan hubungan sex sebelum nikah. Biasanya itu turn off suasana dan berlanjut ke membahas hubungan ke depannya dan diakhiri dengan pasangan saya ngambek.

Bukannya saya sok suci, tapi justru karena saya punya pengalaman yang gak terlupakan soal pre-marital sexGak terlupakan karena saya mendadak jadi ayah. Pacar saya, ketika itu, hamil. Saya bersedia bertanggungjawab dan kami menikah. Tetapi pernikahan gak berlangsung lama karena kami memang gak cocok. Sering cekcok berkepanjangan. Hidup seperti di neraka. Sejak perceraian saya, saya bertekad untuk lebih bertanggungjawab dengan hidup saya. Salah satunya adalah saya gak mau berhubungan sex sebelum menikah. Saya gak mau ambil resiko mendadak jadi ayah lagi tanpa persiapan. Saya juga melihat kalau hubungan sex sebelum menikah itu sedikit banyak membuat saya terikat dengan si wanita, walaupun sebetulnya saya belum siap untuk terikat sejauh itu. Itu juga jadi beban psikologis buat saya.

Dan saya juga mau cari pasangan hidup yang bertanggungjawab. Jadi kalau dia bertanggungjawab dengan hidupnya, dengan tubuhnya, gak mudah diajak tidur, buat saya itu sudah separuh jalan kecocokan yang membuat saya lebih tertarik untuk lebih serius menjalani hubungan kami sampai ke jenjang pernikahan. No time to play anymore. Buat perempuan, saran saya, stoplah pergaulan bebasnya. Jangan sampai harus punya pengalaman seperti saya, dapat jackpot mendadak jadi ayah. Padahal gak siap. Bisa langsung buyar masa depanmu. “

 



Cicilia Elisabeth

No Comments Yet.