Pandangan Pria Tentang Perempuan Yang Sudah Lebih Dulu Mencintai Dirinya Sendiri?


Friday, 30 Nov 2018


Halo Ladies, di rubrik From His Eyes kali ini, kita akan melihat pandangan pria terhadap perempuan yang sudah mencintai dan mengenal diri sendiri, Bagaimana ya pandangan cowok berkaitan dengan  tema Urban Women kali ini yaitu “Mengatasi Kekurangan Diri Sebagai Bagian Mencintai Diri Sendiri”?. Berikut petikan obrolan Urban Women dengan Heil Sandi  Seorang  IT salah satu perusahaan di Jakarta.

Bagaimana menurut pandanganmu tentang perempuan yang belum benar-benar mengenal dengan baik Kekurangan dan kebutuhan untuk dirinya sendiri ?

Menurut saya sebagai laki-laki perempuan itu idealnya sebelum ia mulai memberikan kasih sayang dan cintanya untuk pria yang ia sukai ada baiknya ia juga sudah lebih dulu mencintai dirinya sendiri. Karena sangat berasa sih ya ketika misalnya gw ngedate  sama seorang perempuan, ketika perempuan itu sedikit-sedikit bilang terserah, sedikit sedikit menyerahkan keputusan ke gw untuk memilih hal kecil yang sebenarnya itu bisa mereka lakukan tapi nggak mereka lakukan contohnya milih mau makan apa dan dimana itu jujur saya sebagai cowok  kurang suka apa-apa bergantung ke kita. Saya melihatnya seperti orang yang tidak memiliki tujuan kedepan dalam relationshipnya makanya saya beberapa kali ketemu cewek model begini ya nggak lama bubaran. Karena nggak semua laki-laki suka dijadikan tumpuan, ya kalau sesekali it’s OK kalau ketergantungan sama kita kayanya belum layak aja buat dijadiin pasangan hidup karena mereka belum selesai dengan problem batinnya.

Bagaimana menurut pandanganmu dengan laki-laki yang lebih banyak mengontrol perempuan ?

Hmm...Saya kurang setuju dengan sebutan laki-laki mengontrol perempuan, bukan karena saya laki-laki  membela kaum laki-laki heehee..ya mungkin yang seperti itu ada ya tetapi yang nggak pun juga banyak. Tetapi saya ingin mengatakan bahwa ‘Pria melakukan sesuai dengan cara wanita memperlakukan dirinya sendiri dan prianya’ . Ketika Laki-laki mengontrol perempuan itu pasti karena dibukakan jalan juga oleh perempuannya.

Ketika saya memberi saran pasangan saya untuk tidak memakai rok terlalu pendek karena selain nggak nyaman juga saya lihat dia ketika lagi naik motor. Lalu pasangan saya menjelaskan bahwa ia memakai rok karena memang ia suka lalu ia mengatakan tetap memakai rok tetapi dengan di lapis memakai long pants ketika sedang mengendarai motor. Mendengar alasannya yang menurut saya masuk akal saya pun setuju dan mengizinkannya tetap memakai rok, sejak saat itu saya berhenti untuk tidak banyak mengatur cara berpakaian dia, karena yang cowok-cowok yakini perempuan dewasa pasti tahu mana yang baik dan buruk untuk diri dia (begitupun diri saya sebagai laki-laki bakal bersikap hal yang sama ketika pacar saya memberitahu saya tentang segala hal yang menurutnya kurang pas).

So, pada akhirnya ia pun menyesuaikannya sendiri karena ia tahu versi menariknya dia bukan hanya dengan memakai rok saja tetapi ia juga tahu bahwa diri dia bisa jauh lebih menarik dan percaya diri ketika memakai baju casual dan gaya berpakaian lainnya. Cara komunikasi ini juga berlaku untuk wanita ketika ingin memberitahu segala sesuatu terhadap prianya.

Menurut saya cara komunikasinya saja kali ya yang harus sama-sama keduanya pahami dan mengerti. Laki-laki itu kalau dikasih tahu dengan alasan logis dan perempuannya bisa mengatakan alasannya dengan cara-cara baik dan masuk akal pastinya nggak akan ada kontrol mengontrol yang berlebihan ketika masih pacaran. Itu sih yang gw sendiri alami haahaaaahaa....

Sebagai  laki-laki kamu pilih perempuan yang sudah bisa mencintai dirinya dulu baru mencintai kamu atau perempuan yang mencintai kamu tapi tidak bisa mengenal dengan baik kebutuhannya sendiri ?

Kalau ditanya itu pasti semua laki-laki termasuk saya akan memilih perempuan yang sudah mengenal dengan baik kebutuhan dirinya dan tahu tujuan ia menjalin suatu hubungan dengan kita laki-laki. Karena lucu juga ya saya sebagai laki-laki ketika menjalin hubungan baik pacaran atau pun pernikahan  itu ingin perempuan yang bisa mencintai kita sepenuh hati lalu gimana jadinya kalau perempuan yang kita percayakan itu untuk mencintai kita dengan baik belum bisa mencintai dirinya sendiri.  Misalnya ketika cowoknya lagi kumpul main sama teman-temanya di telpon-telpon, di tanya kabarnya dan di curigai secara berlebihan kalau kita akan macam-macam diluar sana. Padahal cowok itu sama seperti cewek juga ia butuh main dengan teman-temannya, menyalurkan hobbinya atau istilah yang sering perempuan bilang ‘me time’ cowok tuh juga butuh me time yang nggak harus melulu di tempel sama pasangannya.

Sebagai cowok dulu sempat bingung juga sering menghadapi pacar yang seperti ini, ya mungkin mereka takut kita berbuat macam-macam dan di kala waktu bersamaan juga perempuannya mungkin lagi nggak banyak kegiatan jadi fokusnya hanya ke cowoknya aja jadilah berpikiran negatif ke kita.  Tapi percaya deh  jika perempuan sudah mengenal dirinya sendiri dia akan tahu cara memanfaatkan waktu buat dirinya juga ketika sedang tidak bersama pasangannya. Kalau kaya begini cowok malah lebih respect dan berpikir “oh cewek gw berarti biarpun gw tinggal main, dia nggak bete dan banyak aktivitas yang bisa dia lakukan nggak cuma sekedar nelpon-nelpon dan WA kita aja seharian waktunya dihabiskan, tetapi ia bisa melakukan hal lain yang lebih berguna buat irinya sendiri”.

Apakah sebagai laki-laki kamu mendukung pasanganmu mengelola kelemahanya dan mengejar yang menjadi passionya ?

Tidak ada laki-laki yang tidak bahagia melihat orang yang dia cintai maju lebih baik dan bisa mengelola kelemahannya. Memang awalnya sempat minder tetapi itu tadi seperti yang sebelumnya saya katakan laki-laki itu tergantung bawaan cara komunikasi, pola pikir perempuannya. Laki-laki tahu mana perempuan yang sudah mencintai dirinya sendiri dan mana yang belum. Biasanya kalau yang belum itu yang mudah untuk di tarik ulur kelemahannya. Tetapi kalau yang saya cintai itu sudah lebih mengenal dirinya otomatis saya lebih menghargai dirinya dan mikir jutaan kali buat menyakiti hatinya.

Dengan catatan perempuannya bisa mengkomunikasikan dengan baik dan beri alasan yang masuk akal pada pria terhadap segala hal yang ingin di raih. Jika laki-laki benar-benar menyayangi perempuannya  dia pasti akan mendukung apapun tujuan yang ingin di raih pasangannya. Laki-laki itu akan sangat bahagia jika dibutuhkan oleh wanitanya tetapi nggak yang berlebihan juga dan tahu tujuan hidupnya, Nggak bimbangan terhadap masukan pasangannya karena perempuan yang sudah mengenal dirinya tahu pasti mana yang baik dan buruk untuk dirinya sendiri. Point ini saya pun banyak belajar sampai saat ini dari pasangan saya. Saya dan pasangan sama-sama bertumbuh menjadi pribadi pembelajar tiap harinya.

Adakah pesan kamu untuk Urbanesse tentang cara mengatasi kelemahan diri sebagai bentuk mengenal dan mencintai diri sendiri ?

Berdasarkan pengalaman saya menjalin hubungan dengan beberapa perempuan, intinya perempuan itu harus tahu dulu, kenal dulu apa sih hal yang bisa bikin hidup loe bahagia apakah loe bahagia ketika loe pacaran atau menjalin hubungan dengan cowok yang loe suka sampai loe hanya fokus pada aktivitas cowok loe aja tanpa tahu kebahagiaan lain yang harusnya loe rasain buat hidup loe juga. Prioritasin diri loe dulu sebagai perempuan, karena laki-laki juga seperti itu dia akan memilih kumpul sama teman-temannya ketika dia memang lagi butuh itu dan ketika laki-laki lagi nggak ada buat perempuannya setidaknya kalian juga bisa menikmati kehidupan lain diri kalian yang mana bisa bikin hari-hari kalian bahagia. BERHENTI UNTUK HANYA FOKUS MENGEJAR KEBAHAGIAAN DARI PASANGAN, kebahagian perempuan dan laki-laki ada di diri sendiri bukan dari orang lain. Utamakan dulu apa yang menjadi keinginan dan kebutuhan kalian. Karena cowok baik nggak akan kemana-mana ketika melihat pasangannya juga baik-baik saja ketika sedang tidak bersama mereka.

Saya sebagai laki-laki tahu kelemahan pasangan saya itu sudah pasti, nah perempuan lah yang seharusnya juga tahu apa yang menjadi kelemahannya itu. Ketika pasangan saya sudah bisa mengelola kelemahannya dengan baik jujur saya jauh lebih respect, tidak meratapi kelemahan sebagai sebuah beban melainkan menjadikannya sebuah keberkahan dari Tuhan karena dengan menerima kekurangan diri dan jujur pada diri sendiri bahwa kelemahan di dirinya itu ada maka laki-laki yang baik bukan melemahkannya malah akan mendukungnya dan tidak akan melepaskannya. Karena cinta itu saling mendukung kelemahan bukan melemahkan kekuatan.

So Ladies itu tadi wawancara singkat kami dengan Sandi, semoga kita mendapat point pembelajaran dari obrolan tersebut. Terima kelemahan sebagai sebuah berkat BUKAN Beban, Be Your Self and Just Be You.

 



Libra

No Comments Yet.