Origin: Dan Brown


Monday, 16 Oct 2017


Urbanesse pasti tahu siapa itu Dan Brown, melalui beberapa karyanya yang fenomenal dan telah terjual jutaan eksemplar salah satunya yaitu The Davinci Code yang ditulis tahun 2003 silam, berlanjut dengan sederet novel Deception Point, Angels & Demon, The Lost Symbol, Inferno dan yang paling baru dan ditunggu-tunggu yaitu Origin.

 

Pertama kali ketika mengetahui bahwa Dan Brown akan meluncurkan novel terbarunya serentak di seluruh dunia pada tanggal 3 Oktober lalu, saya langsung melakukan pemesanan melalui Kindle Amazon.

 

“We must be willing to get rid of the life we’ve planned, so as to have the life that is waiting for us – Joseph Campbell”

 

Konflik sudah terasa ketika prolog dimulai, diawali oleh pertemuan sangat rahasia dibukit Montserrat, antara seorang milyuner teknologi yang paling berpengaruh saat ini – Edmon Kirsch dengan tiga sosok pemuka agama paling disegani di dunia, yaitu Pastor Antonio Valdespino, Rabbi Yehuda Koves dan Alammah Syed al-Fadl. Edmon yang melakukan serangkaian penelitian di bidang Artificial Intelligence (AI/ kecerdasan buatan) dan game theory, akan memberikan pengumuman di bulan depan, yang mana pengumuman ini berkaitan dengan hakikat setiap manusia yang selama ini selalu dikaitkan dengan Tuhan. “Dari mana manusia berasal, dan ke mana manusia akan pergi”. Tentu saja hal ini menimbulkan kekhawatiran dari 3 orang pemuka agama tersebut karena Edmon adalah seorang Atheis.

 

Hal yang menarik dari novel ini, cerita dibalut kental oleh bantuan AI dengan nama Winston yang diciptakan oleh Edmon. Petualangan berlanjut ke Casa Mila di Barcelona dengan pesawat jet dan mobil super canggih Tesla Model X P90D, museum yang sekaligus merupakan lokasi kediaman Edmon.

 

Dalam kaitannya dengan relationship, di buku ini saya menemukan beberapa poin pembelajaran yang saya dapatkan setelah membaca buku bersampul hitam tersebut :

  1. Sepintar apapun manusia merencanakan , Tuhan pasti memiliki rencana-Nya, ini jika dilihat dari cerita dalam buku ini tentang bagaimana Edmon yang Atheis, coba mendirikan semacam aliran kepercayaan baru namun condong ke teknologi. Namun tidak adanya restu Tuhan, maka hal tersebut musnah dengan sendirinya.
  2. Hubungan yang erat antara Robert dan Edmon menggambarkan bahwa kita sebagai manusia tidak bisa hidup sendirian.

 

Namun teka-teki terbesar adalah siapa yang menjadi penghubung dari semua kejadian tersebut.  Sosok misterius ini memang bukan muncul dalam bentuk manusia tapi adalah AI yang diciptakan oleh Edmon yaitu Winston.

 

Bagi penggemar thriller misteri yang juga menyukai teknologi dan seni, novel ini akan menggugah dan memainkan imajinasi kalian. Kita akan diajak untuk membayangkan keindahan seni di berbagai bangunan klasik nan populer di Spanyol. Dari rating 1-5, saya akan memberikan rating 4.5

Yuk buat para Urbanesse yang masih penasaran, silakan dibaca novel Origin.

 

sumber gambar: casadellibro.com

 

 



Risa

No Comments Yet.