One More Light For Chester Bennington


Wednesday, 09 Aug 2017


Dunia musik digemparkan dengan berita kematian Chester Bennington pada tanggal 20 Juli 2017 yang lalu. Terlebih, penyebab kematian vokalis Linkin Park yang berusia 41 tahun tersebut diduga karena bunuh diri. Apakah artinya perjalanan karir Bennington berhenti sampai di sini?
Rupanya tidak.
Pada tanggal 19 Mei yang lalu, Linkin Park merilis album mereka yang berjudul One More Light. Single pertama berjudul Heavy sudah lebih dulu dirilis pada tanggal 16 Febuari 2017. Lagu yang juga ditulis oleh Bennington ini dinyanyikan bersama dengan penyanyi muda Amerika, Kiiara. Heavy bercerita mengenai pergumulan seseorang dalam menghadapi kehidupan yang dirasa terlalu berat untuk ditanggungnya.
I'm holding on
Why is everything so heavy
Holding on
So much more than I can carry
Setelah kematian Bennington, tentu saja album baru mereka mulai dicari banyak orang. Bennington mungkin sudah tidak ada, namun suaranya masih melanjutkan perjuangan Linkin Park, setidaknya hingga album One More Light ini. Akhirnya, Heavy pun pun mulai merangkak naik di berbagai tangga lagu di seluruh dunia. Ya, tentu saja ini tidak sebanding jika harus kehilangan salah satu personil legendaris mereka.
Lantas, apa yang unik dari album ketujuh Linkin Park ini?
Lagu yang memiliki judul yang sama dengan nama album mereka, One More Light, merupakan lagu yang sangat berbeda dari lagu – lagu yang sering dibawakan oleh Linkip Park. Tidak sedikit yang awalnya merasa kecewa setelah mendengarkan lagu ini. Bukan karena kualitas lagunya, namun, bagi fans Linkin Park, One More Light terasa seperti jiwa berbeda di tubuh yang sama. Padahal, lagu ini cukup menenangkan dan tidak ada salahnya keluar dari comfort zone untuk berkreasi, bukan?
If they say
Who cares if one more light goes out?
In the sky of a million stars
It flickers, flickers
Who cares when someone's time runs out?
If a moment is all we are
Or quicker, quicker
Who cares if one more light goes out?
Well I do
 
Menurut Mike Sinoda, musisi blasteran Jepang Amerika yang juga salah satu founder, produser dan personil Linkin Park, lagu ini diciptakan bersama Eg White. Inspirasinya berasal dari kematian seorang teman yang bekerja di label rekaman mereka, yang mengidap kanker. Oleh karenanya lagu ini terdengar sangat sedih. Inti dari lagu ini adalah mengajak kita untuk melakukan satu hal yang penting, yaitu menunjukkan kepada orang yang kita sayangi bahwa kita peduli.  Ironisnya, beredar polemik di kalangan penikmat musik bahwa lagu ini seperti “tanda” dari Bennington sebelum meninggal.
Lagu – lagu lain di dalam album One More Light lantas dikaitkan dengan kematian Bennington. Banyak yang mengatakan bahwa liriknya merupakan “teriakan minta tolong” dari Bennington namun seolah tidak ada yang mendengar.
But nobody can save me now
I'm holding up a light
I'm chasing out the darkness inside
'Cause nobody can save me
Apapun yang pernah dihadapi Bennington, melalui lagu ini kita bisa belajar meluangkan waktu untuk melihat orang – orang di sekitar kita. Tidak semua orang dapat mengelola emosi dengan baik. Tidak semua orang dapat mengatasi pergumulan dengan cara yang tepat. Meskipun tidak dapat membantu memecahkan persoalan mereka, setidaknya mereka tahu bahwa kita peduli. Ladies, terkadang yang mereka butuhkan bukanlah materi atau nasehat. Tidak menutup kemungkinan, mereka hanya butuh satu cahaya kecil dalam kegelapan yang sedang mereka hadapi. Bukankah terasa mendamaikan hati, apabila kita mampu menjadi terang bagi orang lain?
Ladies, sudah siap untuk menjadi “one more light” bagi sesama?

Heavy - Linkin Park



Vincentia Archi Persita Wulan Ari

I am passionate traveler. Travel formed me as much as my formal education. (David Rockefeller)

No Comments Yet.