Nongkrong sehat dan cantik di Suwe Ora Jamu


Sunday, 25 Mar 2018


Masih teringat jelas dalam ingatan ketika eyang putri mencoba merayu supaya saya mau minum jamu racikannya, biar pinter makan dan pinter sekolahnya, ujarnya. Eyang pun akan menghadiahi saya Jelly buah setiap kali jamu seukuran gelas belimbing habis tanpa sisa. Ketika menginjak usia pubertas dan pertama kali mendapatkan tamu bulanan, eyang juga meminta saya rutin meminum jamu galian putri. Supaya langsing singset dan makin ayu, tambahnya.

Jamu dan perempuan Jawa, tidak mungkin terpisahkan. Seperti sayur tanpa garam, maupun Batara Kamajaya tanpa Dewi Ratih. Seperti itulah kira kira. Terlebih lagi karena eyang putri yang berdarah asli Solo, pastinya sangat lengket dengan segala tata krama dan rutinitas herbal yang mencontoh kebiasaan putri Keraton Solo. Jamu, lulur dan rutin puasa adalah sedikit hal yang diturunkan oleh sosok yang sangat menyayangi saya itu.

Kala itu ketika saya mendapatkan undangan untuk bincang sore di daerah Jakarta Selatan. Saya pun langsung tertarik. Bagaimana tidak, nama kafe nya adalah Suwe Ora Jamu. Dari instagram (suweorajamu28), tampak beberapa foto kelas meracik jamu, kelas membuat batik yang sering di adakan di sana.

Dengan penuh antusias, saya pun memasuki kafe yang terletak di Jalan Petogogan, Kebayoran Baru tersebut. Aura homey pun mulai terasa. Disamping pintu masuk, ada sepasang sofa nyaman dan meja bar yang dipenuhi oleh rempah herbal segar (jahe, lemo, kayu manis, cengkeh, dll) maupun yang sudah dalam bentuk racikan. Saya pun melangkah masuk sambil terus melihat pajangan khas nusantara yang tidak kalah antik. Satu spot yang menarik perhatian saya adalah satu meja dengan manekin kebaya kutu baru dan merchandise khas Suwe Ora Jamu.

Saya memilih untuk duduk di area belakang kafé, sambil memandangi rak buku yang isinya adalah berbagai buku yang dijual dengan harga sangat affordable. Wow, sambil nongkrong sehat bisa membaca buku juga. Ok, mari kita lanjutkan dengan memesan kudapan dan minuman khas kafe ini. Banyak menu kudapan, snack maupun makanan berat yang bisa kita pesan. Saya memilih tempe mendoan, dan pisang goreng yang diberi saus caramel. I love it both J.

Untuk minuman, selain berbagai varian jamu yang diolah sendiri. Tersedia juga wedang jahe, teh lemon, dan minuman lain dengan cita rasa khas Indonesia. Harga yang dibanderol pun terjangkau. Sangat cocok bagi saya yang menggemari kudapan dan minuman tradisional. Saya pun penasaran dengan jamu temu kunci. Pelayan pun datang sambil membawa jamu dalam botol dengan warna kuning keemasan yang sangat cantik dan penuh manfaat.

Sensasi ambience tradisional makin terasa dengan adanya congklak dimeja ujung ruangan. Seluruh meja dan bangku diarea belakang dibuat dari kayu, ada juga area untuk duduk lesehan dibale bale. Kafe ini jauh dari hingar bingar dan terlalu ramai. Sehingga cocok untuk dijadikan spot meeting.

Tidak terasa senja mereguk malam, dan Suwe Ora Jamu pun memberikan kenangan dihati.



Risa

No Comments Yet.