Menjadi Seorang Introvert Yang Percaya Diri


Saturday, 17 Nov 2018


Hi Urbanesse! Bicara soal menerima kelemahan diri, saya ingin cerita tentang cara saya mengatasinya. 

Saya memulai karir sebagai penyiar radio sejak duduk di bangku kuliah. Tapi tahu nggak, dari kecil sebenarnya saya orangnya cenderung Introvert, sennag sendiri, pendiam & pemalu untuk memulai pembicaraan. Keluarga saya banyak bertanya, kok bisa jadi penyiar radio?

Saya menyadari bahwa saya pemalu. Ini adalah hal yang saya harus akui. Tapi dalam perjalanannya, keinginan untuk menjadi penyiar radio jauh lebih besar daripada kesadaran saya akan kelemahan - kelemahan diri. 

Saya senang membaca buku, ada beberapa kutipan buku yang saya baca mengatakan bahwa untuk orang-orang yang memiliki kekurangan kepercayaan diri (minder) terhadap segala hal, kuncinya adalah menerobos dinding ketidakpercayaan dirinya. Menerobos berarti mencoba beranikan diri mengambil hal-hal yang kita khawatirkan atau kita sering takutkan. Saya dari kecil itu suka malu dan cemas ketika guru SD menyuruh saya maju ke depan kelas. Perasaan saya campur-campur malu, pengen nangis sampai kebelet buang air kecil dan saya sadari hal tersebut terjadi karena saya grogi. Sudah merasa ketakutan sendiri.

Saat duduk di bangku SMA, saya memberanikan diri untuk mengikuti workshop penyiaran. Langkah ini membantu saya berani menerima kekurangan diri sekaligus mengatasinya. Saya bertemu dengan mentor penyiar dan teman - teman baru yang memiliki impian sama. 

Awalnya pasti canggung, melu dan cemas. Tetapi saya tipe perempuan yang memang ingin menerobos benteng ketakutan saya itu, tapi dari titik itu saya menyadari bahwa setiap orang pasti punya kelemahan. Saya mengamati teman - teman baru kala itu, dan selalu menemukan kelemahan diri mereka masing - masing. Ada yang mengaku pemalas, tidak percaya diri, atau merasa rendah diri. Tapi ketika ingin mencapai tujuan, mereka berusaha maksimal untuk melawannya. 

Ini nih langkah yang saya lakukan dulu kita awal-awal berkarir sebagai penyiar radio, langkah berhasil buktinya saya kini sudah menjadi penyiar radio yang bisa dibilang cukup percaya diri dan di percaya menjadi host tiap minggunya di acara-acara offair event-event luar biasa yang dulu nggak pernah saya duga. Saya yang pendiam ii bisa bekerja di dunia yang penuh dengan cuap-cuap gembira dan menjadikan diri saya jadi sosok yang mampu terasah pengetahuan akan segala hal yang saya bicarakan untuk para penonton dan pendengar. Disini saya juga mampu mengenal sekaligus mengatasi kelemahan diri, diantaranya ini yang saya lakukan :

  1. Bicara dengan diri sendiri & menyadari kelemahan. Hal ini saya lakukan kapanpun selagi saya dalam kondisi senggang. Bahkan ketika saya sedang meeting, saya bisa berbicara dengan diri sendiri, menanyakan dan menjawab segala tanya ke diri saya apakah kamu sanggup, pasti saya sanggup, pasti saya bisa, saya pernah melewati masa yang lebih dari ini. Maka saya pasti bisa. Hasilnya Saya beneran bisa melakukan hal yang tadinya saya ragukan. Self Talk sangat membantu diri saya dalam mengenal apa yang saya butuh dan inginkan untuk diri saya. Tidak perlu menunggu usia dewasa. Yang terpenting setelah itu adalah mengakuinya. Mengakui segala kekurangan diri saya, bukan malah menjadikan hambatan tetapi pecutan semangat dan kekuatan yang memang menonjol pada diri saya, saya push lagi dengan mengatakan “saya bisa, Tuhan bersam diri saya setiap hari”.. 
  1. Tidak untuk ditolak, tetapi diterima dan diatasi. Kekurangan saya adalah hal alami yang ada di diri saya. Semakin saya menolaknya, semakin berat beban saya rasakan untuk melangkah ke depan: Menggapai mimpi. Jadi kelemahan saya yang minderan dulu itu, saya akui memang ada di diri saya namun saya nggak pupuk melainkan saya asah bersamaan dengan kekuatan saya yang senang ngobrol, hangat dan memiliki keingintahuan terhadap sesuatu yang cukup besar itu yang saya tonjolkan. 
  1. Temukan bantuan. Dalam kasus saya, bantuan berarti pelatihan, workshop, dan bertemu komunitas dan mentor. Hal ini turut membantu mengatasi sifat pemalu dan minder dalam diri. Saya tidak langsung berubah menjadi pemberani, sih.. Tapi saya jadi pribadi yang mencintai diri saya seutuhnya, menerima kekurangan dan kelebihan saya. Mentor saya adalah diri saya sendiri yang saya pecut untuk mau mengikuti beragam workshop penyiaran, ikut menghadiri acar komunitas hingga mampu mengantarkan saya seperti pribadi Indri yang saat ini. 

And you know what? Self love ini membuat saya lebih ringan melangkah dan menatap masa depan. Saya jadi lebih percaya diri, dan percaya bahwa usaha kita akan dimudahkan oleh Tuhan. Syaa introvert namun saya tetap isa menggapai mimpi saya untuk menjadi penyiar radio sekaligus Host acara-acara Off Air. Saya bisa, kamu juga pasti bisa Urbanesse.

 

 



Nathalie Indri

No Comments Yet.