Menjadi Ibu Rumah Tangga Tetap Bisa Mengejar Passion


Monday, 23 Jul 2018


Hi Urbanesse! Berkaitan dengan tema bulan ini, kami meluangkan waktu untuk ngobrol dengan Floura Ardela yang akrab disapa Rara, ibu dari 2 orang anak sekaligus perempuan yang telah memilih untuk menjalani profesi sebagai seorang fotografer profesional anak, kehamilan dan keluarga. 

Menurutnya, konsep dan alasan Ia bekerja yang paling utama adalah berkarya dan bermanfaat bagi keluarga, khususnya anak - anak. Simak sum up obrolan kami dengan Rara berikut ini :

Dengar - dengar, pernah bekerja untuk korporasi, ya, lalu memutuskan untuk resign dan mengelola bisnis fotografi sendiri?

Iya. Setelah menikah memang aku dan suami sepakat memutuskan untuk tetap bekerja. Kemudian berpindah kantor 2 kali selama hamil anak - anak, resign 2 kali juga karena faktor medis; saat hamil Ivanna (5) aku pendarahan terus, jadi dokter menyarankan untuk memperbanyak waktu istirahat di rumah. 

As time goes by, fenomena sosial media mulai booming, aku create akun Instagram atas nama @raraismom dan banyak share soal hobbyku mengabadikan momen kebersamaan anak - anak melalui foto candid. Eh, ternyata, hal ini menarik perhatian banyak orang. Muncul kesempatan dan peluang untuk berbisnis, maka aku manfaatkan sebaik mungkin. 

Biasanya, stereotype perempuan seringkali "galau" saat akan memutuskan untuk resign dari pekerjaan yang sedang dijalani. Bagaimana Rara melewati fase ini? 

Tentu saja aku pernah mengalaminya. Tapi memang, perihal resign ini jadi pertimbangan sejak 1 tahun sebelum aku memutuskan untuk berhenti. Perlu pertimbangan yang matang apa saja aktivitas pengganti yang bisa dilakukan karena buatku bekerja juga bukan hanya soal pendapatan, tapi aktualisasi diri. 

Jadi sekarang Rara menerapkan konsep working at home? 

Ya, dengan tujuan juga supaya bisa lebih dekat dengan anak - anak, menghabiskan quality time bersama. Saya fokus ke bisnis fotografi dan konten sosial media untuk dikembangkan. 

Bagaimana Rara mengatur waktu untuk bekerja dan mengurus rumah tangga sekaligus? 

Awalnya sih susah, ya.. tapi lama kelamaan aku nemu formula untuk bekerja lebih efektif dan tetap punya waktu buat anak - anak. Yaitu mengerjakan 1 pekerjaan setiap hari, misalnya mengedit foto di hari senin, update website di hari selasa, dan seterusnya. Lalu, aku juga membatasi jam kerja selama maksimal 4 jam setiap kali anak - anak sedang pergi ke sekolah. Jadi bisa fokus. Nah, sisanya baru deh kerjain pekerjaan rumah dan mengurus anak - anak, bermain bersama mereka.  

Suka duka bekerja dari rumah? 

Surprisingly, tetap bisa enjoy, kok! Yaa walaupun banyak sekali tantangannya, seringkali muncul bukan dari faktor luar melainkan dari internal anak - anak sendiri yang hampir setiap saat meminta perhatian karena melihat saya mondar - mandiri di rumah. 

Tapi ya, pekerjaan apa sih yang nggak ada tantangannya? Selama saya bisa  ambil manfaat positifnya (dan saya rasakan lebih banyak untuk keluarga), minat bekerja bisa terus ditumbuhkan. Intinya, meluangkan waktu untuk me time supaya kita tetap waras,  sehat jasmani dan rohani, pasti pekerjaan apapun bisa dilakukan dengan hati yang tulus dan hasilnya lebih optimal. 

Jadi, apa makna bekerja untuk Rara?

Yang pasti lebih dari sekedar materi. Menjalankan profesi ini juga turut menyadarkan diri saya bahwa konsep bekerja tidak harus melulu berada di kantor dan berbentuk pengabdian pada perusahaan tertentu. Konsep ini sudah berubah dalam diri saya. Yang penting saya bisa berkarya, sekaligus sebagai langkah mengaktualisasi diri untuk tetal aktif, dan mendekatkan diri pada keluarga. Thats all that matters to me. 

 



Rara

Mom of two adorable daughters. Love books, yoga and photography. Living life gratefully.

No Comments Yet.