Matilda - Roald Dahl


Friday, 04 Jan 2019


Hi Urbanesse! Salah satu buku yang berhasil saya selesaikan di akhir tahun 2018 adalah "Matilda", karya pendongeng anak populer Roald Dahl. 
 
Menyenangkan sekali membaca buku ini, rasanya kita diajak kembali mengingat dan mengalami hal - hal yang menyenangkan di masa kecil. Diceritakan, Matilda adalah gadis kecil berusia 5 tahun yang sangat suka membaca. Ia lebih banyak menghabiskan waktu bersama buku dan tenggelam bersamanya karena kesibukan kedua orangtua yang hampir tidak pernah mengajaknya bermain atau menikmati waktu bersama. 
 
Cintanya terhadap buku mengajaknya mengenal karya - karya sastra karya pengarang kelas dunia yang luar biasa, seperti R.L. Stine, C.S Lewis, hingga George Orwell. Sekaligus menyentil kita sih, sebagai pembaca dewasa, sudah pernah membaca buku - buku karya penulis diatas, belum? Hehee...
 
Long story short, buku - buku itu memengaruhi pemikiran Matilda. Ia seakan menjadi lebih dewasa daripada gadis seusianya; Ia mampu menghadapi dan menyelesaikan masalah dengan kebijaksanaan dan kecerdasan berpikir yang didapatkan dari para pemikir dunia, melalui buku. Saat orangtuanya selalu merendahkan dan tidak percaya bila Matilda adalah anak yang cerdas, misalnya, Ia tidak menghadapinya dengan emosi, melainkan kecerdikan untuk "melawan" ayah & ibunya dengan trik dan mengerjai mereka.
 
Saat tiba saatnya Matilda memasuki usia sekolah, Ia bertemu Miss Honey, guru yang kemudian sangat disayanginya. Tetapi tidak semulus yanh kita bayangkan, karena sekolah itu juga dipimpin oleh kepala sekolah galak bertubuh besar yang bernama Ms. Trunchbull! Di hari pertamanya sekolah, Miss Honey mengetahui bahwa Matilda adalah gadis istimewa dengan tingkat kecerdasan tinggi. Tetapi saat ingin menginformasikannya pada kepala sekolah, Ms. Trunchbull tidak percaya. 
 
On the other side, Matilda dan Miss Honey menjadi sepasang sahabat. Miss Honey merasa nyaman dengan sahabat kecilnya tersebut untuk bercerita perihal masa lalunya yang menyakitkan bersama bibinya. "Ia sangat jahat dan sering meyiksaku," ungkap Miss Honey. Hingga tak disisakannya warisan ayah Miss Honey berupa rumah dan harta benda lainnya. 
 
Menjalani hidup sangat miskin, Matilda tergerak untuk membantu menyelesaikan persoalan Miss Honey. Begitu kagetnya Ia saat mendapat informasi bahwa bibi jahat yang dimaksud adalah Ms. Trunchbull! 
 
Ia yang baru saja menyadari memiliki kekuatan menggerakkan barang dari kejauhan kemudian menyusun rencana agar Ms. Trunchbull seolah didatangi arwah ayah Miss Honey dan memintanya mengembalikan seluruh warisan kepada putrinya. 
 
Menurut saya, luar biasanya buku ini adalah sampai di tengah cerita, kita akan dikejutkan dengan fakta bahwa Ms. Trunchbull adalah si bibi jahat yang pernah menyiksa Miss Honey. Kemampuan menulis Roald Dahl tidak diragukan lagi, mampu membius pembacanya dan menyembunyikan klimaks konflik di part - part cerita tersembunyi yang tidak bisa ditebak. Selamat menikmati buku ini, tidak perlu dipikir sepertinya tidak mungkin di akhir cerita Matilda dibiarkan tinggal bersama Miss Honey karena orangtuanya akan pindah ke negara lain karena dikejar - kejar polisi, namanya juga cerita fantasi untuk anak - anak :) Poin pentingnya adalah membaca banyak buku pasti akan memengaruhi pola pikir seseorang, dan perbuatan jahat pasti akan ada ganjarannya. 
 
sekalipun buku anak, kisah Matilda mengajarkan saya untuk selalu berbuat baik kepada sesama, sekaligus memacu untuk membaca lebih banyak buku di tahun yang baru ini. Bagaimana dengan kamu, Urbanesse?
 
 
 
 
 
 


Nathalie Indri

No Comments Yet.