Keep Positive and Shining No Matter What They Say


Friday, 08 Jun 2018


Tepatnya satu bulan lagi, usia pernikahan saya akan menginjak 11 tahun. A lot of joy, beautiful moments dan happiness yang telah saya dan suami lalui selama kurun waktu tersebut. Walaupun tanpa kehadiran buah hati. Ya, kami masih belum dikarunia buah hati hingga saat ini. Sudah tidak terhitung dokter yang kami datangi dan berbagai pengobatan lain yang juga kami tempuh. Kami tetap bersyukur karena Tuhan telah memberikan kesehatan dan nikmat yang lain kedalam kehidupan kami.

Namun ada kalanya begitu banyak suara diluar sana yang seakan akan menghakimi saya atas hal yang memang tidak saya lakukan. Misalnya, disalah satu situs pertemanan, saya tiba tiba mendapatkan pertanyaan yang dipost langsung dilaman saya mengenai apakah saya menggunakan pil dan treatment KB yang menurutnya bisa menyebabkan proses kehamilan menjadi terhambat. Begitu mudahnya seseorang memberikan opini atas kehidupan pribadi orang lain yang dimana saya pun tidak pernah mengurusi ataupun bahkan berkomentas atas kehidupannya.

Saya memilih untuk tidak membalas pertanyaannya, dan saya pun memposting salah satu artikel yang menyebutkan bahwa kehidupan pernikahan adalah sesuatu yang sakral yang tidak boleh dicampuri oleh orang lain. Tidak satu dua kali orang orang menanyakan hal yang sama atau dilain kali, mereka akan bertanya “Ris, memangnya siapa yang bermasalah sampai lama banget hamilnya”. Aggap saja mereka memiliki kepedulian khusus terhadap diri saya dan saya tidak ambil pusing atas komentar komentar tersebut. Ya, untuk apa ambil pusing atas hal tersebut, lebih baik kita menciptakan ambience positif dan damai untuk hidup yang lebih baik.

Di salah satu buku yang baru saya baca “Silence – The Power of Quiet in A World Full of Noise” yang ditulis oleh Thich Nhat Hanh ada satu baris kalimat yang saya suka “The basic condition for us to be able to hear the call of beauty and respond to it is silence”. Keheningan adalah cara bagi kita untuk dapat memaknai indahnya hidup. Bagi saya makna hening adalah moment dimana kita tidak ikut dalam arus tindakan yang akan membawa kita dalam tindakan negative. Disaat itulah, kita dapat melihat hal hal positif yang tidak akan nampak apabila kita selalu berpikir negative. Dan itu sudah saya lakukan dari awal menikah hingga sekarang, hasilnya saya rasakan sangat baik di dalam kehidupan pernikahan saya.

Saat ini penggunaan media sosial sudah begitu massive dan menjadi bagian sehari hari dari sebagian besar kaum urban di kota kota besar. Kita harus bisa menyaring komentar komentar yang bisa saja mengandung makna negative, memojokkan bahkan membuat hal putih menjadi hitam. Tentunya kembali lagi ke hakikat kita secara pribadi apakah hal tersebut membuat kita nyaman. Kalau untuk saya pribadi, komentar yang menyinggung urusan personal bukanlah untuk dibagikan di media sosial.

Lebih baik kita menjadikan media sosial untuk hal positif yang akan menjadikan kita lebih shining / bersinar karena dipenuhi energi positif seperti kegiatan amal, foundation, hobi yang membangun maupun untuk berbisnis. Saya menjauhkan diri semaksimal mungkin dari hal negative, karena sekecil apapun hal negative yang kita mulai, suatu saat akan kembali pada diri kita.

So ladies, stay away from negative things in social media

 

 

 

 

 

 

 



Risa

No Comments Yet.