Kebahagiaan (Bukan Kesenangan) Dalam Berkompetisi


Sunday, 28 May 2017


Saya ini bisa dibilang wanita karir, karena saya suka bekerja dan berorganisasi. Walau kadang saya masih tidak nyaman dengan panggilan wanita karir. Karena mungkin wanita karir biasanya kan di asosiasikan dengan karakter yang tidak perduli dengan kegatan dirumah dan selalu hanya memikirkan dirinya dan karir. 

Saya ini bergerak dibidang bisnis dan seringkali ya wanita yang bergerak dibidang ini juga disimbolkan sebagai wanita yang “jahat”. Galak, culas, tidak perduli, manipulatif, berani menginjak orang demi mendapat profit, dll. Seperti gambaran wanita tua di film Devils Wear Prada. Dan menurut saya stereotype ini ada benarnya, karena memang banyak wanita di jalur ini yang bersikap demikian.

 

Lalu, kalau kita berada di jalur ini apakah bisa ya kita mengejar kebahagiaan (joy)? Untuk mendapat kesenangan pastinya mudah ya karena dengan jabatan yang sekarang saya miliki, saya mendapat banyak undangan, rekanan, dan juga gaji yang bisa memberikan saya hidup yang nyaman. Jadi kesenangan buat saya, mudah! Tapi kebahagiaan didunia yang sangat kompetitif ini? Mmm bisa dikatakan sulit. 

Tapi kembali lagi, semuanya balik ke diri kita sendiri. Jika kita memiliki mind set yang benar maka, kondisi apapun juga kita bisa memiliki kebahagiaan hati. Nah, hal hal seperti apa sih yang biasanya membuat hati seorang wanita bahagia? Berelasi, membantu orang, melakukan hal-hal yang indah, begitu ya?

 

Kalau saya di kantor berusaha mengejar kebahagiaan dengan menjadi pribadi yang professional namun tulus. Juga saya berusaha memperhatikan kebutuhan-kebutuhan (kebutuhan ya bukan kemauan) mereka dengan baik. Dengan begitupun anak buah saya bisa mengerti walau saya keras tapi saya mempunyai maksud yang baik. Kenapa saya keras? Karena dunia bisnis itu keras dan kalau saya tidak keras maka pendapatan kantor menurun, saya pun tidak bisa memberikan kenaikan gaji maupun bonus. Sedihkan?

Kalau dari segi membantu orang, saya merasa dengan mengajari seseorang saya berkontribusi terhadap masa depan orang tersebut. Dan saya biasanya memang tidak pelit ilmu, selama yang diajari mau belajar dengan baik. Saya juga berusaha memastikan anak buah saya bisa berkiprah dengan baik di kantor. Jadi walaupun suatu saat mereka tidak bekerja dengan saya lagi , mereka bisa bekerja dimanapun dengan baik, karena mereka sudah memiliki eots kerja serta kemampuan yang bak.

Mungkin wanita memang senang ya membuat atau memelihara sesuatu yang menurut mereka baik dan indah. Kebetulan saya bekerja dibidang makanan sehat untuk wanita. Saya memelihara kebahagiaan saya dikerjaan ini juga dengan membuat desain-desain cantik, emastikan produk-produk saya memang berkualitas dan berguna dengan orang lain, dan juga memelihara image brand yang ada.

 

Apakah saya juga punya hal-hal lain selain hal-hal mulai di atas? Tentunya, saya terbiasa berkompetisi, saya bisa dibilang orangnya keras,juga tekun, dan sangat tegas. Tapi bukan berarti memiliki kualitas-kualitas seperti ini lalu kebahagiaan berkurang. Kebahagiaan saya dapatkan dari makna dari detail pekerjaan saya. Cara kerja saya dapatkan dari benturan-benturan dan bentukan karir saya.

Jadi sebenarnya ada kebahagiaan hati atau tidak dalam berbisnis (atau pekerjaan lain) itu tergantung motivasi kita bekerja dan bagaimana kita memandang hal-hal yang kita lakukan dalam pekerjaan tersebut. Bagaimana kita bisa mencari makna dan arti yang mengisi  hati dan jiwa dalam hal yang kita lakukan. 

Bisa dikatakan dalam pekerjaan saya ini sekarang, saya sangat menyukai perjalanannya karena saya bisa mendapatkan kebahagiaan dan juga kesenangan. Dapatkanlah keduanya, asalkan kita bisa menentukan bobot yang benar dan juga dapat memilih mana yang lebih penting bila memang kita harus memilih.

 

 sumber gambar: Designed by Freepik



Priscilla

No Comments Yet.