Kata Pria, Tentang Wanita yang Suka Baper


Tuesday, 22 Aug 2017


Wanita memang identik dengan perasaan atau emosi. Saya pernah bercanda dengan teman saya, cuaca di Australia itu ibarat emosi wanita, tidak menentu. Sebentar berangin sebentar terik hahahaha….tapi pastinya tidak semua wanita seperti itu, lho. Mau tau pandangan pria mengenai wanita dan emosi? Simak pendapat Albert, pekerja IT, berikut ini.

 

Menurut kamu, apakah benar wanita yang selama ini kamu temui lebih cenderung mengikuti perasaannya daripada laki-laki? Kenapa?

Menurut pengalaman saya sih iya. Kebanyakan pria memiliki tingkat kepekaan di titik medium atau rendah. Kalau wanita mungkin memang sudah dari sananya terlahir lebih sensitif. Itu yang membuat mereka lebih memiliki insting keibuan. Seiring perjalanan hidup seorang perempuan, kepekaan itu bisa naik atau turun. Kadang ada yang jadi terlalu sensitif dan reaksinya dalam menghadapi suatu kejadian cenderung berlebihan. Ada yang menjadi lebih skillful dalam mengendalikan emosinya dan bereaksi sesuai pada situasi. Ada yang malah menjadi tidak peka, misalnya kurang rasa empati alias acuh tak acuh.

 

Apakah kamu pernah menghadapi wanita yang terlalu sensitif untuk kamu handle? Bagaimana perasaan dan pikiranmu mengenai kejadian itu.

Iya, saya pernah menjalin hubungan dengan seorang wanita yang sangat sensitif. Perasaan pertama yang muncul adalah saya merasa iba dengan apa yang dia alami. Saya ingin menolong dia. Jadi, saya melakukan banyak cara untuk membantu membuat dia lebih bahagia dan membuat situasi menjadi lebih baik seperti yang dia mau. Tetapi, sikap hati dia tidak kunjung berubah dan hubungan kami penuh dengan konflik. Ujung-ujungnya saya merasa frustrasi dan menjadi marah kepada diri sendiri dan dia. Saya juga menjadi super sensitif, depresi, anxious dan galau. Perasaan negatif itu menular kepada saya.

 

Lalu bagaimana kamu menyikapi keadaan itu?

Saya akhirnya pergi ke psikolog dan memutuskan untuk mengakhiri hubungan itu, karena saya melihat arahnya sudah tidak sehat, dan saya merasa tidak bahagia.

 

Apakah pengalaman itu membuat kamu trauma dalam menjalin hubungan baru?

Tidak, karena itu malah membuka cakrawala saya untuk lebih mengerti wanita. Saya belajar tidak semua wanita berperilaku sama dalam mengelola emosi mereka. Sebenarnya, emosi/perasaan itulah yang membuat sosok wanita menjadi menarik. Tetapi, kalau terlalu sensitif jadi menyebalkan, membuat saya lebih hati-hati, harus bersikap tegas dari pertama dan tidak terombang-ambing oleh perasaan dia. Kalau menghadapi wanita yang skillful dalam mengelola emosi, saya jadi lebih bisa santai dan menjadi diri saya sendiri. Kalau wanita yang tidak ada empati alias acuh tak acuh, saya jujur kurang tertarik hahahhaha…tapi tiap pria beda-beda ya, ini hanya dari kacamata saya.

 

Menurut definisi kamu, wanita yang pintar mengelola emosi itu yang kayak apa sih?

Wanita yang mengerti konteks dan bisa menempatkan diri dengan situasi dan suasana. Misal, kalau pasangannya sibuk bekerja, wanitanya mengerti gak usah telepon tiap lima menit. Kalau dalam konteks lingkungan pekerjaan, dalam tekanan, wanita yang pintar mengelola emosi tidak menjadi bitchy dan nagging, tapi bisa lebih manage workload dia sendiri dan delegate to the team appropriately.

 

Wah keren ya, caranya bagaimana untuk menjadi wanita seperti itu?

Wah ngga tau, saya bukan wanita hahahahhaha….

 

Hahahaha ya at least kasih tips praktis dari kacamata pria deh ?

Wanita tidak harus selalu setuju pada semua hal. Tetapi, kalau kasih feedback ke orang, sebaiknya tidak nagging, menyudutkan or blaming. Yang tegas dan santai aja. Contoh kecil, misalnya lakinya disuruh beli sesuatu lalu lupa, wanita yang super sensitive bisa blame her partner to death. Kalau yang pintar mengelola emosi, hadapinnya lebih santai toh bisa beli besok. Kalau urgent banget ya let’s go back to the shop.

 

Komunikasikan perasaan dan pikiran dengan kepala dingin. Komunikasi sebaiknya pada saat tidak marah berat. Dan juga jangan diam saja, kalau tidak jadi bom waktu. Kalau diam saja, pria juga bingung harus bagaimana. Walau tidak sepeka wanita, pria bisa nyadar lho kalau pasangannya lagi bete tapi pas ditanya ada apa jawabnya nggak apa-apa. Pria jadi anxious, ibarat seperti di radar ada sesuatu tapi di jendela tidak melihat apa-apa.

 

Wanita yang pintar mengelola emosi keliatan dari caranya berbicara sehari-hari dan memperlakukan orang. Tidak menye-menye, tegas tetapi respectful, dan ekspekstasinya realistis.

 

Ternyata, di mata pria, emosi dan perasaan itu adalah bagian yang menarik dari diri seorang wanita. Cuman, kalau berlebihan membuat pria menjadi tidak bisa menjadi dirinya sendiri dan lebih cautious. Yang saya bisa simpulkan dari sini adalah cara mengelola emosi dengan baik adalah menghindari terjadinya bom waktu dengan belajar jujur mengutarakan pendapat dan isi hati pada situasi yang tepat dan dengan kepala dingin. Selain itu, mengelola emosi berkaitan dengan mengelola ekspektasi. Nggak gampang, tapi practice makes perfect!

 



Novia Heroanto

Bekerja sebagai desainer grafis dan ilustrator, profesi impiannya sejak kecil. Perempuan kelahiran 2 November ini menyukai seni, fashion, dan gemar berburu kuliner lezat. Novi menyukai musik Coldplay, John Legend, dan Depapepe. Warna favoritnya merah. Novi membantu memilih foto dan membuat ilustrasi untuk artikel-artike Urban Women.

No Comments Yet.