Jaga Kesehatan Hati untuk Tidak Iri


Friday, 13 Apr 2018


Iri hati adalah sikap yang menurut defenisi saya, susah lihat orang lain senang dan senang lihat orang lain susah. Ribet yah? Kenapa kita bisa bertindak seperti itu? Menurut saya sih tidak ada alasan yang jelas mengapa kita bersikap seperti itu, yah ga suka ga suka ajah.

Iri hati mungkin sudah ada di dalam diri kita sejak kita masih kecil, di bangku sekolah , kuliah sampai bekerja dan berumah tangga. Alasan bisa macam-macam dari tidak bisa memiliki apa yang dimiliki oleh orang lain sampai alasan yang mengada ada misalnya yahh ga suka ajah titik!:).

Sejak menjadi seorang ibu, saya banyak melihat fenomena ini diantara ibu-ibu, mungkin istilah kerennya momshaming dimana saat ada seorang ibu posting di sosial media tentang anak atau ibu tersebut maka ibu-ibu lain akan berkomentar yang bisa bikin kuping panasJ. Tidak hanya dari sosial media saja, tetapi bisa mengalami langsung dikomentari pedas dari sesama teman ibu-ibu.

Kenapa kita para ibu suka sekali berkomentar tidak enak terhadap sesama teman ibu-ibu? Apakah kita sudah melakukan hal yang lebih benar daripada yang orang lain lakukan? Saya rasa tidakJ, every moms knows the very best for her family, kita ga perlu komentar yang bikin kuping si ibu panasJ.

Saya pernah beberapa kali mengalami hal yang sama sejak punya anak, mulai dari berat badan yang belum turun lah (kalo ini sih emang peer sayaJ) sampai anak yang terlalu kurus, cara merawat bayi baru lahir dan banyak komentar ini dan itu.misalnya ketika saya posting sesuatu di akun sosial media saya, ada saja yang komen saya tuh begini atau anak saya begitu, hahah padahal saya tidak bertanya kepada yang bersangkutan, sikap saya selanjutnya bagaimana? Senyumin ajah, karna saya tahu pasti , saya tahu yang terbaik buat anak saya. Saya tahu kapan dia mulai merasa tidak nyaman atau ada perubahan dalam diri anak saya secara signifikan. Kadang suka dimasukin hati sih, tapi bukankah kita yang tau diri kita lebih baik ya? So daripada kesel sendiri anggap saja semua komen itu bagaikan angina berhembus, karena komen hanya komentar saja bukan? Yang menghadapi hidup sehari- hari yah kita juga J.

Saya juga sering iri dengan kehidupan orang lain dan teman-teman saya, apakah saya harus komen negatif ? semoga tidak yahJ, saya usahakan dan menganggap hal tersebut adalah pengetahuan baru, yang saya tidak tahu kapan, mungkin saya butuhkan. Dan jika memang tidak sesuai dengan prinsip hidup saya, saya diamkan saja , dan tidak melakukan tindakan apa-apa, selesai kanJ, urusan iri hanya saya simpan dalam hati.

Saya mau membahas sedikit soal fenomena momshaming ini yang banyak sekali terjadi di kalangan orang terkenal yang jumlah followersnya banyak.

Kasusnya si artis ini posting membawa anaknya keluar rumah padahal belum 40 hari, atau cara menggendong bayinya , atau si ibu yang sudah kurus sekali padahal baru 2 bulan melahirkan, maka akan banyak sekali komentar-komentar para follower yang tidak sedikit bikin kuping panas he..he.., kalo saya bisa komen sedikit, saya kasian sama si artis L, iyalah mau baik atau tidak munurut kita para follower, pasti orang tersebut sudah tau mana yang terbaik untuk  dirinya dan anaknya, kenapa kita yang tidak tau apa-apa mengenai keluarga dan latar belakang si artis itu malah komentar seenaknya? Kita sebagai ibu mungkin bijak menghadapi postingan si artis tersebut.Iya mungkin kita iri melihat si artis kok sudah keluar rumah, sudah cantik dandan , padahal kita masih bau bawang dan ga bisa pergi kemana mana J (kalo ini sih pengalaman saya pribadi) JJ, tetapi kita tidak boleh iri hati dengan keadaan seperti itu, bisa saja si artis punya banyak support system di rumahnya seperti Asisten Rumah Tangga dan Baby Sitter, sedangkan saya , ngurusin bayi sendirian. Jadi benar-benar tidak bisa disamakan kondisi dan pengalaman tiap-tiap keluarga.Daripada kita nyinyir dan bicara ga enak di sosial media mari lebih melihat hal positif yang kita bisa lihat dari postingan si artis tersebut, misalnya tips dan trik bagaimana menurunkan berat badan, pola makan yang benar, bagaimana tips dan trik membawa bayi yang masih kecil bepergian dan banyak hal lain yang bisa kita komentari di sosial media. Kita tidak perlu iri hati dengan keberhasilan orang lain terutama di sosial media , rumput tetangga memang selalu lebih hijau kok, dan ingat urbannesse kita harus jaga kesehatan hati kita J. Kalau ditanya apakah benar iri identik dengan perempuan ? jawaban simplenya Urbanesse bisa check langsung di komentar nyinyir netizen yang saya urai diatas, bisa kita lihat komentar terbanyak pasti di lakukan oleh perempuan seorang ibu yang menjatuhkan perempuan lainnya di sosia media.

Mungkin sedikit tips untuk urbanesse yang ingin posting di sosial media berdasarkan pengalaman saya, postinglah hal-hal bijak yang berbagi pengetahuan dengan orang lain, mungkin akan ada yang iri dengan kita tetapi jika kita niat baik untuk berbagi semoga yang komen iri akan berkurangJ.

Begitu juga jika kita melihat postingan orang lain, mari kita anggap hal tersebut sebagai tambahan pengetahuan buat kita, walaupun caranya berbeda dengan yang kita alami, pasti suatu saat akan bermanfaat iya bukan?, toh juga iri hati tidak akan merubah jalan hidup kita menjadi sama dengan orang tersebut, so kesehatan hati kita lebih penting dari segalanya bukan?:), urbanesse masih perlu sehat untuk anak-anak kita, untuk pasangan dan keluarga kita, jadi buat apa buang tenaga dan pikiran iri dengan kehidupan orang lain ?

Kesehatan itu mahal harganya, dijaga dengan mulai tidak iri dengan kehidupan orang lainJ

 

 

 

 



Natalina hutapea

A Mother, Risk management analyst in Capital Market, Food and Coffee Lover

No Comments Yet.