Imperfect - a Journey to Self Acceptance by Meira Anastasia


Monday, 28 May 2018


Hi Urbanesse! Beberapa waktu lalu saya menyempatkan waktu untuk membaca salah satu buku new release di pertengahan tahun 2018, yaitu "Imperfect" karya Meira Anastasia - istri komika dan penulis ternama Ernest Prakasa. 
 
To be honest, awalnya saya cukup terkejut mengetahui bahwa Meira ternyata kerap menerima bully atau ejekan dari para netizen tentang penampilan fisiknya. Long story short, karena Ia adalah istri seorang artis, followers seringkali mencibir, "Istrinya artis belum tentu cakep". Whoah!
 
Selain terkaget - kaget dengan komentar yang dilontarkan oleh netizen, saya terkejut ; sebegitu rendahnya penilaian warganet tentang seseorang yang tanya (sempat) mereka temui melalui layar smartphone. Miris, ya?
 
Oke, jadi buku ini berisi ungkåpan kesedihan Meira (yang dibungkus dengan powerful message) saat mengalami masa - masa bully. Ia menceritakan secara gamblang dengan bahasa yang luwes, bahwa dirinya pernah terpuruk, sedih & menangis; mampu mengubahnya menjadi kekuatan positif serta penerimaan diri melalui sebuah proses yang cukup lama setelah berdiskusi dengan suaminya, Ernest Prakasa. 
 
Melalui buku ini, saya kemudian merasa tidak sendiri. Terlepas dari saya yang (so far) tidak pernah menerima ejekan tentang kondisi fisik, tetapi saya merasa memiliki teman yang juga tidak sempurna. Dan proses penerimaan diri adalah salah satu kunci untuk hidup bahagia. 
 
Berikut adalah poin pembelajaran yang saya dapatkan setelah membaca buku ini:
1. You're not alone. Apapun yang sedang kamu alami; terutama yang berkaitan dengan bullying atau kurangnya rasa penerimaan terhadap diri. Ada banyak sekali pribadi di luar sana yang juga pernah mengalami hal yang kamu rasakan - di bully dan terpojok. Tapi mereka berhasil bangkit, salah satunya dengan menyadari bahwa orang lain bisa melakukannya. 
2. Listen to yourself. Tidak ada satupun pribadi di dunia ini yang memahami kita selain diri sendiri. Luangkan waktu untuk menyendiri dan bersyukur atas segala berkah yang telah diberikan oleh Tuhan. You're precious. 
3. Batas waktu stalking. I don't know, tapi saya selalu berpikir bahwa selalu ada batasan waktu untuk kita berselancar di dénia maya. Its not the real world anyway, Karena kita selalu berusaha menampilkan sisi terbaik diri lalu spontan menimbulkan kesenjangan sosial sehingga memicu kita untuk selalu berkomentar.
4. Women empower each other. Perempuan identik dengan saling iri? Sebatas yang saya alami sih, iya. Bagaimana dengan pengalaman kami, Urbanesse? Kalau iya, mari kita ubah mindset menjadi lebih positif. Peaceful world akan tercipta dengan hubungan positif penuh cinta yang saling mendukung satu sama lain. 
5. Self acceptance is important, you just need someone to talk to. Dalam hal ini, Meira menumpahkan segala unek - unek dan kesedihan dirinya kepada sang suami. Ernest kemudian memberikan masukan positif dan membantu agar Ia mampu mengubah kelemahan menjadi sebuah kekuatan. 
 
Overall, yes, its all about self acceptance. Saat kamu berhasil melakukannya, dunia akan kita pandang sebagai tempat terindah untuk diri kita yang berharga. 

 

 


Nathalie Indri

No Comments Yet.