Imagine Dragons: Whatever It Takes


Thursday, 09 Aug 2018


Urbanesse, bagi para pencinta musik, nama Imagine Dragons tentunya tidak asing lagi. Band asal Amerika ini pada tahun lalu mengeluarkan album berjudul Evolve. Lantas, untuk apa membahas album yang sudah keluar tahun lalu sekarang?

Meskipun terlihat seperti out of date, namun jika menilik tangga lagu Billboard, surpsringly, salah satu lagu di dalam album Evolve masih bertengger dengan cantiknya. What Ever It Takes, demikian judul lagu dari Imagine Dragons yang memiliki kekuatan untuk bertahan selama 23 minggu di Hot 100 Billboard.

Kali ini Imagine Dragon mengambil warna music pop rock dengan sentuhan instrument elektronik. Banyak yang memberi label Imagine Dragon sebagai Linkin Park yang baru. Ada pula yang mengatakan bahwa Imagine Dragons memiliki warna music rock palsu. Tampaknya Dan Reynolds dan kawan – kawan tidak terlalu mempedulikan hal itu. Mereka berkreasi dengan music, hanya itu saja.

What Ever It Takes, judul lagu yang memberi kesan bahwa gambaran besar dari lagu ini tentang pengorbanan seseorang demi bisa bersama dengan orang yang dicintainya. Faktanya, lagu ini bercerita tentang sebuah ambisi pribadi untuk mencapai sesuatu.

Falling too fast to prepare for this
Tripping in the world could be dangerous
Everybody circling, it's vulturous
Negative, nepotism

Everybody waiting for the fall of man

Everybody praying for the end of times

Everybody hoping they could be the one

I was born to run, I was born for this 

Bait awal ingin mengenalkan kepada kita tentang satu sisi dunia yang berbahaya. Dunia yang berisi dengan hal – hal negative, nepotisme dan orang – orang yang rakus. Dunia yang tidak ramah dan tidak akan memberikan apa pun dengan gratis. Semua orang menunggu kegagalan satu sama lain. Semua orang berdoa untuk akhir jaman. Semua orang berharap mereka bisa menjadi yang terbaik.

Whip, whip

Run me like a race horse

Pull me like a ripcord

Break me down and build me up

I wanna be the slip, slip

Word upon your lip, lip

Letter that you rip, rip

Break me down and build me up

Bait berikutnya Dan Reynolds menyanyi dengan dibantu backing vokal di beberapa bagian. Musik mulai mengalun dengan tempo lebih cepat dan catchy, begitu juga dengan liriknya. Bait ini menceritakan tentang perjuangan dan keteguhan niatnya. Ungkapan seperti dicambuk seperti kuda balap, ditarik seperti Ripcord, dijatuhkan dan dibangun kembali bermakna bahwa dia siap untuk mengalami hal – hal yang tidak mengenakkan demi mencapai cita – citanya. Kerja keras untuk mendapat yang diinginkan.

Whatever it takes

'Cause I love the adrenaline in my veins

I do whatever it takes

'Cause I love how it feels when I break the chains

Whatever it takes

You take me to the top

I'm ready for whatever it takes

'Cause I love the adrenaline in my veins

I do what it takes

Bagian refrain dinyanyikan bersama – sama dan menambah klimaks dari lagu ini. Sementara musiknya terdengar seperti mengayun – ayun pendengarnya untuk terlibat dalam satu euphoria. Liriknya pun berisi tentang puncak cerita, bahwa apa pun yang dibutuhkan, dia akan memberikan.

Apa Yang Bisa Kita Pelajari Dari Makna Tiap Lirik di Lagu Ini

Bait ini mengungkapkan sesuatu yang mungkin jarang kita sadari. Ketika menginginkan sesuatu, entah itu berupa barang, orang atau pun karir, ambisi mulai tumbuh. Proses untuk mendapatkan sesuatu itu kemudian menciptakan adrenalin. Sensasi yang mendorong kita untuk dapat melewati batas diri sendiri, mendobrak belenggu yang kita ciptakan sendiri. Sensasi ini juga yang membuat hidup menjadi lebih hidup. Sebuah kesegaran untuk dapat menantang diri. Ya, berapa kali kita mencoba mengalahkan orang lain dan lupa bahwa musuh kita yang sesungguhnya adalah diri sendiri?.

Urbanesse, banyak orang tidak menyadari bahwa mereka memperlakukan diri sendiri sebagai produk dari sebuah sistem. Semua memiliki keseragaman dalam banyak hal, tolak ukur kebahagiaan hanya dari materi, pekerjaan yang mapan hanya berdasarkan jabatan, pernikahan yang ideal jika dilakukan pada batas usia tertentu dan lain – lain. Kita menjadi lupa, apa sebenarnya passion kita, bagaimana karakter kita, atau dimana tempat yang sesungguhnya ingin kita tinggali?

Kita dapat mengambil contoh yang lebih spesifik, dunia kerja misalnya. Berapa banyak orang yang hanya mengandalkan koneksi untuk mencapai jabatan tertentu dan lupa mengenai kemampuan diri? Berapa orang mengubur keinginannya untuk mendapat pekerjaan yang dicita – citakan hanya karena sudah mendapatkan gaji yang lebih besar dibandingkan pekerjaan impiannya?

Urbanesse, kita dapat belajar dari lagu yang ditulis oleh Dan Reynolds ini :

Don't wanna be the parenthetical, hypothetical

Working onto something that I'm proud of, out of the box

An epoxy to the world and the vision we've lost  

Kerjakan sesuatu yang membuat kita bangga. Lepaskan diri dari hal – hal yang “seharusnya berjalan seperti ini”. Jadikan diri kita sebagai sebuah masterpiece yang berbeda dari orang lain.

And when I am deceased

At least I go down to the grave and die happily

Leave the body and my soul to be a part of thee

I do what it takes 

Finally, kesempatan kita di dunia ini tidak kita sia – siakan begitu saja. Setidaknya kita sudah mengetahui dan mengusahakan kehidupan seperti apa yang kita inginkan.

Urbanesse, bisa menahan diri untuk tidak ikut Imagine Dragons bernyanyi, yakin?

 Yang belum sempat tahu lagunya, yuk intip video klipnya lets check together..!

https://www.youtube.com/watch?v=gOsM-DYAEhY

 



Vincentia Archi Persita Wulan Ari

I am passionate traveler. Travel formed me as much as my formal education. (David Rockefeller)

No Comments Yet.