Hidup Akan Menemukan Jalannya, Tetaplah Fokus Pada Tujuan


Monday, 20 Feb 2017


Cerita ini adalah pengalaman seorang sahabat yang diceritakan padaku. Sebut saja namanya Santy (bukan nama sebenarnya) adalah wanita ibu muda dengan 3 orang anak yang sekarang mulai dewasa. Santy awalnya adalah seorang wanita karir mapan dengan jabatan yang lumayan penting di perusahaannya pada saat itu. Ibu Santy sangat nyaman karena Ibu Santy dikenal dekat dengan keluarga besar pemilik perusahaan, menjadi orang kepercayaan dan diperlakukan seperti keluarga. Suami ibu Santy adalah seorang pedagang mapan pada awal pernikahan mereka.


Beberapa belas tahun yang lalu, ibu Santy harus meninggalkan semua kemapanan dan kenyamanannya karena usaha suaminya berjalan tidak baik saat suaminya mencoba mengambil sebuah proyek besar yang akhirnya mangkrak. piutang tidak bisa ditagih sedangkan hutang terus ditagih, bahkan ada ancaman akan dibawa ke hukum. Situasi saat itu sangat sulit bagi Ibu Santy dan suami.


Situasi itu juga mengubah kehidupan Ibu Santy dan keluarga. anak yang biasa bisa dijaga baby sitter dan 2 orang ART (Asisten Rumah Tangga), tidak lagi sanggup mereka bayar. Rumah dan mobil - mobil yang cukup mewah saat itu terpaksa harus ditinggalkan karena dipakai untuk membayar hutang (disita rekan yang memberi hutang barang).


Selain situasi yang sangat berat itu, suami yang tidak mampu menerima keadaan jatuh pada keadaan pesimis. Sikap yang dulu baik, sekarang menjadi pemarah dan tidak ramah pada keluarga. Dalam keadaan pesimis itu, entah mengapa suaminya bukan menjadi lebih baik dengan berjuang dari bawah lagi buat keluarga, ia malah memilih sikap seakan-akan ia masih mapan. gaya hidupnya masih tetap seperti saat ia masih mapan. tentu saja semua ini menguras biaya. Dalam situasi itu, Ibu Santy menghidupi keluarganya ini dengan gajinya yang lumayan besar tapi sangat tidak cukup membiayai gaya hidup suaminya.

Ibu Santy jatuh pada keadaan yang sangat sulit. Melihat situasinya yang demikian, ibu dari pemilik perusahaan membantu membayarkan uang sekolah anak - anak ibu Santy. ibu Santy tentu sangat malu tapi tidak punya pilihan. Santy sangat beruntun menemukan bos yang demikian baik padanya. sampai suatu hari Ibu Santy diberi pekerjaan yang lebih sulit daripada biasanya. ia diminta ke lapangan mengurus truk - truk pengantar barang milik perusahaan bos. Santy bukan hanya mengurus administrasi tapi juga diminta mengurus para supir truk yang banyak itu. sesuatu yang tidak biasa dilakukan ibu Santy tapi karena berpikir tentang biaya hidup keluarga dan rasa sungkan karena membalas budi kebaikan Ibu bos, Ibu Santy melakukan yang terbaik dan terbaik yang mampu ia lakukan. saking sibuk ya ibu Santy dalam pembelajaran karir baru itu, ibu Santy tidak punya waktu lagi  berpikir tentang kesedihannya atas sikap suaminya yang kasar, yang tetap  royal  dan memiliki wanita lain. Ibu Santy larut pada fokus memikirkan nasib anak-anaknya dan keluarga dengan dasar balas budi dan sungkan.


Atas kerja kerasnya 2 tahun lamanya, tiba-tiba pemilik perusahaan memanggilnya dan memintanya mengundurkan diri dari perusahaan. ibu Santy sangat shock, bahkan sangat sedih dan menangis di depan bosnya. ia sampai bertanya apa salahnya. Ibu Santy tidak marah dengan meminta ganti rugi atas hak - haknya sebagai karyawan karena ibu Santy ingat akan budi baik ibu bosnya yang membantunya selama ini. Ia tidak berani marah karena sikap baik perusahaan terhadapnya selama ini.sikap baik inilah yang menjadikan titik bangkit ibu Santy pada hari itu.


Ternyata ia diminta resign karena kinerjanya yang baik. Ia diberi peluang sangat besar oleh perusahaannya untuk menjadi owner atas truk-truk pengakutan itu yang jumlahnya ratusan unit dengan kata : " Santy, mulai tanggal 1 besok, kamu yang harus mngangsur hutang atas pembelian truk- truk itu. perusahaan mulai esok akan menyewa truk-truk itu darimu. Uang sewa truk-truk itu menjadi milikmu dan dengan penghasilan itu, kamu bayar hutang Truk-truk itu. setelah lunas nanti, kamu membayar 10% saja dari uang DP yang perusahaan bayar sebagai DP pembelian truk-truk itu"


Perusahaan demikian baiknya pada Santy yang telah bekerja keras dalam kesungguh-sungguhannya. uang pembayaran angsuran truk bukanlah masalah karena sudah mendapatkan job dari perusahaan sampai waktu yang tidak terbatas. Bahkan setelah membayar angsuran truk -truk itu, masih tersisa banyak untuk membiayai kehidupan mereka.


Sebuah
miracle yang TUHAN beri dalam ketangguhannya, doa santy bukanlah doa dalam kata-kata pada permohonan pada TUHAN saja melainkan ia percaya bahwa TUHAN pasti menjawab setiap doanya dan  sebagai manusia ia harus melakukan tugasnya yaitu hidup benar, hidup berjuang maksimal dan menerima semua cobaan sebagai setiap titik untuk menaikkan kemampuannya.


Sekarang Santy telah menjadi salah satu pengusaha truk yang diperhitungkan. Suaminya telah kembali utuh kepadanya dan menuru Santy semua kejadian buruk yang menimpanya merupakan bagian dari proses self improvement untuk suaminya. Santy sukses menularkan sikapnya yang baik pada suaminya yang pernah bersikap tidak baik padanya. Dia tidak pernah punya waktu untuk bersedih, ia hanya fokus pada anak-anaknya dan membalas  budi. Ia bekerja keras dari sebelum matahari terbit sampai malam hari. sampai di rumah ia hanya berpikir bagaimana mengembalikan stamina tubuhnya untuk kembali bekerja keesok hari ya dengan fit. ibu Santy entah mengapa percaya bahwa tidur adalah saat tubuh meregenerasi diri agar kembali fresh.


Santy adalah saksi bahwa dalam kehidupan ini, berjuang dengan keyakinan dan percaya berjuang dengan kebenaran, TUHAN pasti tidak akan membiarkan manusia berjuang sendiri. Suami yang tidak bersikap baik sekalipun harus diterimanya dalam keyakinan bahwa apa yang telah disatukan TUHAN tidak dapat dipisahkan manusia (termasuk dirinya). Ia menghidupi tanggung jawab perkawinannya bahwa ia menerima pasangannya dalam keadaan apapun, dalam suka dan duka sampai TUHAN yang memisahkannya.

 


Sekarang Santy sudah hidup jauh lebih baik daripada sebelumnya  dan mendapatkan suami yang kini ikut membantu dalam mengembangkan usahanya dan menjadi pribadi yang tumbuh bersama dalam keyakinannya pada Tuhan. TUHAN membalas kesetiaanSanty dengan berlipat-lipat.



Muina Englo

Seorang pengusaha otomotif Sumatra Barat yang senang menulis tentang Mentalitas Karyawan.

No Comments Yet.