Haruskan Melabrak Teman Wanita Pasangan, Ketika Kita Emosi ?


Thursday, 22 Mar 2018


Sebut saja Namanya Kan Kan, adalah seorang wanita yang pernah melalui bad relationship dari masa mereka pacaran sampai saat ini. Kan Kan bersedia berbagi cerita di tulisan ini agar meneguhkan para wanita muda dalam menghadapi bad relationship dengan pasangan.

Usia muda, Kan Kan dikenal sebagai salah satu bunga di kota kami, ia teman dari mamaku, jadi usia beliau sekarang sekitar 70 tahunan. Sebagai wanita muda yang cantik pada jamannya, tidak sedikit pria lokal yang naksir dia, tapi dia memutuskan untuk memilih salah satu cowok ganteng yang juga naksir dia sebut saja namanya Reno. Di awal pacaran, semua berjalan dengan baik, romantis dan penuh keindahan. Kesalahan Kan Kan saat itu adalah termakan rayuan pria ini dan mereka telah melakukan hubungan suami istri sebelum pernikahan. Di jaman mamaku, jika wanita sudah menyerahkan keperawanan, adalah keharusan untuk menikah kepada pria yang dengannya keperawanan itu diserahkan. Pengalaman buruk Kan kan dimulai disini.

Sejak itu, mulai tampak sifat , sikap dan watak asli si pria ini. Ternyata laki-laki ini, playboy kelas kakap. Kesalahan Kan Kan adalah tidak mengenal lebih dalam pria tersebut, Kan Kan yang wanita baik-baik hanya terfokus pada kebaikan pria itu tanpa berusaha kepo mengenal dia dan teman-teman pergaulannya.

Reno tahu bahwa Kan Kan sudah pasti harus menjadi miliknya meskipun mereka belum menikah, pria tersebut mulai tidak menjaga perasaan Kan Kan. Singkat cerita, tidak lama kemudian mereka mempersiapkan pernikahan dikarenakan anak gadis jaman itu tidak boleh hidup menggadis tanpa keperawanan meskipun urusan keperawanan ini hanya mereka berdua yang tahu.

Di hari pernikahan, Reno membuat hal yang menyebabkan Kan Kan tidak tenang karena malamnya ia tidur dengan wanita lain. Kan Kan tau karena Reno calon suaminya, tanpa perasaan bersalah bercerita terus terang pada Kan kan. Kan Kan sangat sedih menerima begitu banyak realita yang harus ia hadapi dengan perkawinannya. Tapi Kan Kan tidak punya pilihan lain karena Kan Kan berpegang pada budaya bahwa wanita tidak boleh menikah dengan laki-laki lain tanpa perawan, jadi harus menikah dengan laki-laki yang padanya kepercayaan itu diserahkan.

Awal perkawinan, Reno dengan gambling sudah berani pacaran lagi dengan wanita yang telah memiliki dua orang anak, juga tanpa mempertimbangkan perasaan Kan Kan. Kan Kan ke rumah wanita tersebut dan meminta baik-baik agar wanita itu bersedia menjauhi suaminya. Namun apa yang Kan Kan dapatkan ? Wanita tersebut malah memarahinya dan mengeluarkan kalimat :” Kamu jaga aja suamimu. Jika kamu tidak bisa jaga suamimu dengan baik, jangan salahkan saya karena suamimu yang datang pada saya, bukan saya yang menggoda suamimu. Suamimu lebih memilih saya daripada kamu. Jadi urus saja suamimu.” Kan Kan pulang dengan sedih dan menangis. Bukan hanya itu saja, malam hari saat suaminya pulang, suaminya malah memarahi Kan Kan dengan kata-kata : “ Mengapa kamu ke dia? Dia tidak salah. Kalau mau salah , salahkan saya. Awas kamu kunjungi dia lagi.”

Apakah sampai disitu saja kenakalan suami Kan Kan ? Tidak, banyak kejadian setelah itu terus berlangsung karena dasarnya memang suaminya genit pada banyak wanita, maka tidak ada wanita yang bertahan dengan Reno karena kecemburuan. Bahkan tidak sedikit kejadian malah para wanita itu yang rebutan dengan wanita lainnya, bukan Kan  kan yang ribut dengan yang lain.

Bertahun-tahun Kan Kan menahan semua ini karena ajaran budaya bahwa wanita tidak baik kawin cerai. Tidak sedikit godaan juga datang ke Kan Kan tapi dia tetap berpegang pada prinsip  “ sekali memilih menikah adalah karma untuk menjalani pernikahan ini sampai akhir hidup.

Waktu berlalu, Kan Kan akhirnya sudah tidak peduli lagi dengan kenakalan suaminya karena suaminya memang tidak bisa setia pada satu wanita, dengan wanita manapun, suaminya tetap akan selingkuh lagi. Cinta Kan Kan pun sudah mati, yang ada hanya rasa sayang  pada suaminya.

Ada suatu tahun, Reno divonis oleh dokter terkena penyakit yang membuat dirinya harus beristirahat total di tempat tidur. Kan Kan lah yang membawanya berobat dan merawatnya. Saat itu, Reno hampir meninggal dan saat itulah Reno merasa cinta Kan Kan sangat besar padanya. Ada pertobatan karena ketekunan Kan kan dalam merawat suaminya dengan rasa kasih dan sayang yang besar.

Sayangnya kehidupan ini tidak semulus perkiraan orang , tidak semulus impian kita begitu sembuh, Reno kembali ke perilakunya yang dulu, yang suka main perempuan.

Bagaimana Kan Kan mengelola reaksi emosinya sekarang

Jika saya serbu wanita selingkuhan suami saya seperti yang pernah saya lakukan diawal perkawinan saya, apakah suami saya berubah ? Jadi bagaimana supaya suami saya berubah ? Saya ijinkan suami saya berubah sendiri menurut kebenaran yang ia yakini. Saya adalah saya yang tetap baik meskipun suami saya tidak memperlakukan cinta saya dengan baik. Saya tidak ingin kebaikan saya rusak hanya karena suami saya yang tidak menghargai cinta saya. Saya adalah saya. Saya adalah existensi saya. Saya akan tetap berlaku baik sebagai istri yang saya yakini suatu hari akan disadari suami saya.

Bagi saya perkawinan itu pilihan saya, saya yang harus bertanggung jawab terhadap pilihan itu. Dengan tidak menyalahkan keadaan , saya malah hidup dengan lebih baik. Jika saya menyalahkan pilihan saya memilih menikah dengannya, siapa yang harus disalahkan ? Jika suami saya selingkuh, apakah saya harus menyalahkan wanita selingkuhannya ? Jika suami saya tidak tertarik padanya, akankah terjadi perselingkuhan itu. Saya sadari bahwa dalam diri saya masih banyak kekurangan, inilah yang harus saya terima untuk saya perbaiki setidaknya bukan untuk Reno tapi untuk diri saya sendiri.

Masalah Memacu Saya Berkembang Menjadi Wanita Yang Lebih Baik Lagi

Saya yang dulu setelah menikah dengan Reno jarang sekali terlihat rapi dan berdandan di rumah , kini saya perbaiki dengan cara berpenampilan lebih baik dari sebelumnya dan kekurangan lainnya yang ada dalam diri saya, saya perbaiki, sebagai tanda saya menghargai diri saya. Saya pun sempay mengikuti kursus kepribadian bagaimana menjaga manner yang baik dalam berumah tangga, bagaimana berkomunikasi yang baik dengan pasangan tanpa harus menyinggungnya. Dari situ kepercayaan diri saya meningkat kembali dan perasaan negatif yang ada di kepala terhadap Reno berangsur pulih ke arah positif. Saya jadi lebih logis melihat sesuatu yang terjadi dalam hidup saya dari segala sisi.

Dulu saya yang pernah sempat sedih ketika Reno menduakan saya berkali-kali, kini saya sudah bisa lebih legowo dan tenang menghadapinya. Saat itu saya bangkit dengan cara pandang baru. Kemudian saya melihat wanita selingkuhan suami saya menyerang wanita lain karena cemburu. Dari sini saya mulai mengerti bahwa bukan kekurangan sayalah yang menjadikan suami saya selingkuh karena dengan wanita lainpun suami saya tetap selingkuh lagi dan lagi tapi karena pilihan sikapnya dalam memandang wanita. Kemudian saya tanamkan dalam diri saya, akankah saya bersedih selama hidup saya dan menyesali hidup saya ? Saya dilahirkan dari keluarga baik-baik, saya sayang orangtua saya, akankah saya buat hidup saya hancur hanya karena pasangan saya tidak bisa menghargai saya  sedangkan orangtua saya begitu mencintai saya, membesarkan saya dengan penuh cinta dan semua pengorbanan yang bisa beliau lakukan.

Saya  anak yang berharga, suami saya lah yang tidak menghargai nilai kebaikan kehidupan ini. Jika itu pilihannya, haruskah saya bersedih terus. Coba bayangkan, saat saya menikah dengannya, umur saya baru 18 tahun. Jika saya sedih, berapa tahun saya harus besedih. Sekarang umur saya 72 tahun, kurangi 18 tahun, berapa? 54 tahun kan ? coba bayangkan, 54 tahun saya harus isi hidup saya dengan kesedihan ? Mungkin jika saya memilih sedih saat itu, mungkin saat ini saya sudah meninggal karena sakit, sakit jiwa atau sakit apapun, dan mungkin saat ini, saya tidak sesehat sekarang.  Saya memilih bertanggung jawab terhadap setiap pilihan saya dan menjalaninya sebagai resiko pilihan sehingga saya menjalani hidup ini dengan ikhlas.

Pembelajaran yang Kan Kan dapatkan dari pengalaman pernah dikecewakan dulu :

Isilah hidup kita dengan sebaik -baiknya karena sisa usia yang kita tidak tahu berapa , kita yang menjaninya, kita yang merasakannya. Jika kita mengisinya dengan pikiran baik, kita yang alami kebaikannya buat diri sendiri. Jika kita isi dengan ratapan, kita sendiri yang menderita karena orang lain tidak ikut serta merasakan apa yang kita rasakan.

  1. Tidak mengorbankan kehidupan kita buat orang yang tidak menghargai cinta kita. Jika ia tidak menghargai kita, kitalah yang menghargai cinta kita. Tidak tergesa-gesa memutuskan memberi semua yang kita punya di awal pada orang yang kita labeli “cinta” karena disitulah biasanya titik awal mula masalah.
  1. Tidak menyerang wanita selingkuhan pasangan ini adalah cara yang baik dan terpuji, karena kesalahan bukan di wanita itu, kesalahan ada pada pria pilihan kita. Kita yang sudah memilih, bertanggungjawab lah dengan pilihan kita dan tatalah hidup kita sendiri dengan kebahagiaan yang bisa kita ciptakan sendiri. Karena menyerang wanita lain tidak akan mengubah pasangan kita, percayalah. Yang ada kita meng-expos situasi kita, yang kita dapatkan hanyalah ucapan sinis tentang kekurangan kita atau mendapatkan belas kasihan yang keduanya tidak akan berdampak pada kehidupan kita. Kita hanya memenangkan ego yang tidak ada manfaat.
  1. Dengan menyerang wanita lain, pasangan kita justru terkadang dihadapkan pada pilihan antara memilih kita atau memilih dia. Jika ia memilih kita, siapkah kita hidup dengannya tanpa curiga ? karena setiap kecurigaan kita adalah ketidaknyamanan yang kita ciptakan buat dia, itu akan memperburuk relasi kita dengannya, yang ada adalah pertengkaran – pertengkaran. Zaman kalian sekarang ada medsos ya. Banyak orang zaman sekarang yang mempermalukan selingkuhannya dengan medsos, agak lucu juga ya. Apakah mereka tidak berpikir bahwa dengan mempermalukan wanita itu (istilah kalian pelakor) kalian tidak sedang mempermalukan pasangan kalian dan diri kalian sendiri yang tidak dihargai cinta kalian oleh pasangan kalian? Kalian justru sedang menelanjangi diri kalian. “Zaman sekarang memang serba vulgar ya, kita tidak lagi menjaga harga diri dengan baik. Saya rasa, kalian hanya mendapatkan kepuasan ego saja, yang manfaatnya tidak ada buat kalian sendiri” Ujar Kan Kan.
  1. Kembangkan diri, buat diri kita berharga bukan untuk siapa-siapa tapi ini penghargaan untuk diri kita sendiri. Misalnya kamu hobby menulis kembangkan bakatmu itu, hobby makeup kembangkan dirimu dengan hobbymu itu. Jadi pikiran kita tidak hanya fokus hanya untuk memikirkan laki-laki yang mengecewakan kita. Buat diri kita lebih baik dibanding perempuan-perempuan yang menjadi selingkuhan pasangan kita, agar kita mmeiliki nilai plus dimata pasangan kita.

Ingat usia saya sudah 72 tahun, artinya perselingkuhan itu sudah ada di jaman dahulu dan tidak bisa diubah. Laki-laki dan wanita yang setia harus diajarkan dari saat ia kecil, dari Pendidikan agama-budaya-keluarga. Banyak aspek membentuk pribadi seseorang. Jadi kesetiaan bukan serta merta terjadi saat laki-laki memilih kita menjadi pasangannya tapi seberapa kesungguhan cintanya pada kita.

Jika laki-laki sudah mencintai kita (ingat : mencintai kita, artinya dengan hati), ia akan sangat sayang pada kita dan hampir jarang akan selingkuh). Dengan menjaga diri wanita agar LAYAK DICINTAI bukan layak menjadi pelampiasan nafsu karena jika ukurannya nafsu,  maka pria akan bernafsu pada wanita yang menurutnya mempunyai nilai tarik  untuk memuaskan nafsunya.

Ingat bahwa laki-laki baik masih banyak di dunia ini, temukanlah laki-laki baik itu dengan pilihan sikapmu. Tidak semua laki-laki tukang selingkuh, jika tidak kamu temukan yang tidak selingkuh, jalani saja hidupmu dengan baik karena artinya nasibmu harus menjalaninya sebagai ujian keimanan.

Hingga di usia ke 72 tahun, siapa sangka Kan Kan masih bersama Reno suaminya, dan mereka kini menua bersama. Namun, Reno dulu dan kini pastinya sudah berbeda, selain karena sudah usia, ia kini jauh lebih baik dari ketika ia muda. Kan Kan tetap memilih menjaga relationshipnya sampai saat ini dan menerima segala masa lalunya, karena memang sudah jalan Tuhan harus melewati cara seperti itu. Reno pun mengapa tetap memilih Kan Kan sebagai sandaran terakhirnya? “Karena Kan Kan lah yang memahami segala kekurangannya dan tetap mau menerimanya meski pernah ia kecewakan. Sedang perempuan lain di luar sana pastinya tidak akan ada yang mau melakukan seperti Kan Kan yang sudah dikecewakan berulang kali namun masih mau menerima Reno apa adanya, bahkan ketika saya sakit masih mau ia merawat saya. Itulah yang menjadi penyesalan saya sampai saat ini dan ingin saya bayar semua usahanya” Ujar Reno.

Bisa saja Kan Kan meninggalkan Reno dari dulu, namun lagi-lagi itu pilihannya. Selama kita bisa membahagiakan diri kita sendiri dan bertanggung jawab atas pilihan, kita JALANI. Jika dengan kita menjalaninya membuat kita bersedih, tidak nyaman, mengeluh yaa..LEPASKAN. Karena berdasarkan cerita Kan Kan, Hidup itu pilihan, kita lah yang memilih mau emosi yang meledak-ledak ketika relationship kita memburuk atau kita memilih tetap elegan dan mengembangkan diri kita menjadi perempuan yang lebih baik mengelola emosi ketika kita tahu pasangan kita mendua. Kitalah yang memilih mana yang terbaik untuk diri kita.

 

 



Muina Englo

Seorang pengusaha otomotif Sumatra Barat yang senang menulis tentang Mentalitas Karyawan.

No Comments Yet.