GIFTED : The Meaning of What a Really Family is.


Wednesday, 30 Aug 2017


This is gonna be fun. You're gonna meet kids today you can borrow money from the rest of your life.
Apakah kalimat di atas layak diucapkan oleh pria dewasa yang merawat seorang anak berusia 7 tahun untuk membuat anak tersebut mau bersekolah? Tentunya bukan pilihan kalimat yang tepat. Urbanesse bisa menduga kalimat tersebut diucapkan oleh seorang pria yang ‘tidak memiliki pendidikan tinggi’ dan ‘selengekan’.

 

Gifted. Film drama keluarga Amerika yang dirilis pada April 2017 dimulai dengan adegan seorang pria yang sibuk mengurus kebutuhan anak kecil sebelum berangkat sekolah. Ordinary. Hingga di sini, penonton (mungkin) akan subyektif karena melihat Chris Evan. Rasanya sulit membayangkan Chris Evan berperan dalam film drama yang membosankan. Lantas, kejutan apa yang dibawa oleh film Gifted?
 
Film yang disutradarai oleh Marc Webb (sutradara dari The Amazing Spiderman dan 500 Days of Summer), mengangkat kisah seorang anak prodigy yang diasuh oleh pamannya karena ibunya bunuh diri sewaktu dia masih kecil. Chris Evan berperan sebagai Frank Adler, paman dari Mary Adler, yang diperankan oleh McKenna Grace.
 
Konflik terjadi ketika pada akhirnya, Evelin Adler, nenek dari Mary, menemukan keberadaan Mary dan Frank. Evelin yang dulunya tidak peduli akan nasib Frank maupun Mary, menjadi tertarik setelah mengetahui bakat yang dimiliki Mary.
Evelin bersikeras untuk menyekolahkan Mary di sekolah unggulan dan mendidiknya menjadi ahli matematika seperti dia dan almarhumah ibunya. Namun, Frank menolak. Frank yang mengetahui alasan dari saudara perempuannya bunuh diri ingin karena tertekan dengan paksaan Evelyn, ingin memberikan kehidupan yang berbeda untuk Mary. Frank ingin Mary bisa hidup seperti layaknya anak normal lainnya. Konflik keluarga ini pun sampai di meja hijau. Akibatnya, perseteruan antara ibu dan anak ini pun semakin sengit. Mereka saling melukai dengan membuka masa lalu masing – masing. Ada satu dialog dalam film tersebut yang menarik menurut saya :
 
Seymore Shankland: Mary, you knew that the problem was incorrect, why didn't you say anything?
Mary Adler: Frank says I'm not supposed to correct older people. Nobody like a smart-ass.

 

Bagi yang menilai Frank sebagai paman ‘selengekan’ yang tidak pantas untuk mengasuh Mary, silakan memikirkan dialog di atas. Urbanesse, bisa jadi selama ini kita berusaha untuk mengajarkan sopan santun dan kejujuran dalam satu waktu sekaligus kepada anak – anak. Bagaimana perasaan kita jika anak – anak yang kita didik seperti Mary? Bukankah Mary sedang menerapkan sopan santun dan kejujuran yang dipoles dengan kepolosan anak kecil?

 

Bagi yang merasa sudah menjadi orang tua yang terbaik bagi anak – anak dengan mengorbankan kehidupan pribadinya, seperti halnya ungkapan : a real parent is someone who puts that child above their own selfish needs and wants. Frank pun demikian juga. Dia rela menyesuaikan dirinya sebagai seorang bujangan demi Mary. Dalam satu adegan, Frank tidak dapat mengontrol emosinya dan mengeluh bahwa dia tidak dapat memiliki waktu sebentar saja untuk memikirkan dirinya sendiri. Apakah Urbanesse sering merasakan demikian?
 
Gifted ternyata menggali isu – isu sehari – hari yang biasa kita jumpai. Melalui Gifted, kita dapat belajar untuk intropeksi dan menyadari :
  1. Keluarga adalah lingkungan pertama dan utama
 
  1. Biarkan anak – anak tumbuh sesuai dengan usianya
  1. Bijaksana dalam merespon kesalahan anak.
  2. Bertumbuhlah bersama anak – anak.
Parents are not always right. Terkadang sebagai orang tua, kita harus mendengar apa yang anak – anak sampaikan. So, Urbanesse, bertumbuhlah bersama anak – anak. Saling belajar, saling menghormati dan saling mendukung satu sama lain.  

 

In the end, Gifted tidak hanya bermakna sebagai bakat, keharmonisan keluarga pun dapat menjadi gift yang tidak kalah menakjubkan. Urbanesse, yuk, jadi gift untuk keluarga dan orang – orang di sekitar kita.
 


Vincentia Archi Persita Wulan Ari

I am passionate traveler. Travel formed me as much as my formal education. (David Rockefeller)

No Comments Yet.