Gara-gara Sering Post Foto Traveling..


Friday, 08 Dec 2017


“Explore the world with an open mind, a sturdy carry-on and clothes that don’t wrinkle.”

 – Madeline Albright-

 

“Sil, kerjaan lu enak banget, jalan-jalan melulu...”

Ini komentar yang paling sering muncul di FacebookPath dan Instagram-ku setiap kali aku post foto-foto liburan. Kala itu aku bekerja sebagai Brand Manager baby product yang sudah lama dikenal. Selama bekerja di sana, aku mendapat lumayan banyak kesempatan traveling. Dan biasanya aku akan extent di weekend untuk jalan-jalan menikmati wisata kota tersebut. Sesudah itu, pastinya aku gak lupa untuk post semua foto-foto tersebut di akun social media-ku.

Buat orang yang hanya melihat sekilas foto-foto liburan yang kita upload di social media, memang mungkin saja kalau ada pandangan orang terhadap kita bahwa kita lebaynarsis dan mungkin juga dianggap suka pamer. Buat aku, orang lain bisa beranggapan A sampai Z, silakan saja. Yang penting aku menikmati liburanku dan foto-foto liburan yang aku upload di social media  tidak sampai berlebihan, malah sedikit banyak bermanfaat buat teman-temanku.

 Buktinya, salah satu temanku yang selama ini berpikir bahwa traveling dalam negeri itu gak keren, jadi sering ke Jogja dan pengen ke Lombok akibat melihat posting-anku. See.. gak semua berdampak negatif kan? Kembali lagi, memang sulit untuk mengharapkan kesamaan persepsi, khususnya dengan orang yang mungkin agak sensitif bila melihat sesuatu yang tidak ia sukai. Masing-masing orang punya preferensi. That’s just the way it is. Ya sudahlah, kita terima saja.

 Tantangan Diterima!

 Yang jadi tantangan buatku ketika itu di kantor adalah, bagaimana menghapus image rekan sekantor, yang sepertinya agak sebel karena aku satu-satunya di departmenku yang lebih sering jalan-jaan, bahwa aku memanfaatkan pekerjaanku untuk bisa traveling gratis. Sebetulnya bisa sih kalau mau cuekgak ambil pusing dengan omongan orang. Tetapi di kantor yang kompetitisnya ketat, as we all know, kadang politiknya lebih berbahaya daripada fakta. Jadi aku memilih untuk peduli dengan hal itu dan berusaha mengubahnya dengan caraku.

 Tantangan diterima! Seperti lazimnya, kalau ada yang gak suka dengan kita di kantor, itu hal yang wajar. Kita bukan peri dan bukan pelawak juga yang bisa menyenangkan semua orang. Yang bisa kita lakukan adalah take it easybe nice dan tunjukan bahwa kita bisa kerja. Itu makin menambah motivasiku untuk makin rajin bekerja dan meraih prestasi. Hasilnya, aku meraih penghargaan “Best of In Market Execution” di ajang pemberian award tahunan perusahaan. Buat aku, penghargaan ini bukan hanya membuktikan kapasitasku, tapi juga membuktikan bahwa yang aku kerjakan selama ini – yang diselingi traveling di sela-sela kesibukan – berhasil denga baik dan layak diapresiasi. Jadi aku bukan hanya yang dibilang sebagian orang ‘rajin jalan-jalan gratis’ dan upload foto liburan, tetapi dianggap sukses menyelesaikan tanggungjawabku.

Sejak itu, aku gak hanya dapat kesempatan untuk keluar kota; tapi juga dipercayakan untuk tampil di berbagai kesempatan event mewakili perusahaan, lebih sering dibanding Ibu Senior bahkan Ibu Head-ku. Senang rasanya bisa membuktikan bahawa aku gak cuma rajin traveling, tetapi juga rajin bekerja.

Bahagia Melihat Orang Lain Bahagia

Overall, menurutku posting foto-foto liburan itu wajib. Bukan hanya menginspirasi teman kita untuk libur di temat-tempat baru yang sedang hitz di dalam negeri, tapi efek kembali meihat foto liburan itu cukup besar lho. Cukup untuk bisa membuat kita rajin menabung untuk kembali lagi ke tempat liburan yang sama dengan biaya sendiri. Cukup untuk mengobati rasa kangen kelitka belum bisa liburan. Dan tentunya juga cukup untuk membuat kita tersenyum dan seperti merasakan kembali sensasi liburan di tempat favorit. Pada saat sedang pusing karena masalah pekerjaan, tiggal buka socmed lihat foto-foto liburan, langsung bisa senyum lagi!

Aku termasuk yang senang lihat foto liburan orang lain. Mereka banyak  posting juga gak masalah buatku, asalkan kualitas fotonya bagus ya! Menurutku berpikir positif menikmati foto-foto traveling teman itu lebih bikin happy dari berpikir negatif dan menganggap itu lebay. Itu menurutku yaentah menurut yang lain. Yang pasti, bahagia melihat orang lain bahagia itu lebih positif daripada berpikir negatif ketika orang lain menikmati kebahagiaannya.

Cobalah berpikir lebih terbuka dan positif atau banyak-banyaklah piknik supaya bisa berempati dengan sesama yang suka piknik. Di sisi lain, aku juga mencoba bepikir terbuka dan memaklumi reaksi orang yang meurutku berlebihan. Sekali lagi, kita gak bisa menyenangkan semua orang. 

Pilihan ada di masing-masing kita. Kalau buat aku sih, abadikanlah momen liburan yang banyak, dengan foto yang berkualitas, bervariasi dan silakan upload di social media masing-masing. Satu spot foto diupload dengan dua sampai tiga foto yang menarik dan bervariasi, masih ok menurutku. Masih lebih banyak positifnya kok, daripada negatifnya. 

Selamat bekerja , berpikir yang terbuka dan...jangan lupa traveling ya!

 

 



Cicilia Elisabeth

No Comments Yet.