Freelance Pun Bisa Tetap Berkarir


Wednesday, 11 Jul 2018


Bagi saya berkarir merupakan suatu bentuk tujuan hidup untuk terus bersemangat dalam menjalani aktifitas. Pernah tidak kamu merasa dengan bekerja, jiwa mu hidup seutuhnya? Ya, rasanya begitu sangat bermanfaat untuk lingkungan sekitar. Saya sempat mencoba berbagai macam hal termasuk bekerja di kantor. Pertama kali bekerja di kantor membuat saya merasa jenuh apalagi dengan rutinitas yang terus berulang, pulang hingga larut malam dan kembali bekerja di pagi hari. Maklum saya tipe orang yang cepat bosan dengan rutinitas. Memang keuntungannya adalah kita bisa berkembang di bidang yang kita geluti secara spesifik dengan jaminan dan gaji yang stabil. Kemudian saya pun keluar dari tempat saya bekerja, memberanikan diri untuk mengambil jalan yang berbeda yaitu menjadi seorang freelancer. Saya mulai menetapkan diri untuk bekerja freelance, dengan bekal yang ada. Coba bayangkan untuk pertama kali saya merasa kegiatan saya begitu random tidak tahu apa yang harus dilakukan.

Pertama yang saya lakukan adalah fokus pada bidang yang saya sukai yaitu Graphic Design, sehingga saya terkonsentrasi di dalam jalur kreatif. Branding terhadap diri sendiri mulai dilakukan, tidak kenal kata libur dan lelah. Merasa lebih struggling untuk mencari jati diri dalam berkarir. Tujuan hidup saya adalah berkarya. Dengan berkarya saya merasa hidup lebih bahagia dan ber-arti, dan tentunya uang akan mengikuti dengan sendirinya.

Melihat aktifitas saya dari kursus hingga aktif dalam mempublikasikan karya di sosial media, tiba-tiba saja teman saya yang juga wali kelas di salah satu sekolah International di bilangan Radio Dalam menawari saya untuk mengajar sebagai guru honorer di bidang fashion design bagi anak-anak berkebutuhan khusus (disabilitas). Tanpa berbasa basi saya langsung mengambil tawaran tersebut hingga sekarang. Sungguh senang rasanya saya bisa banyak belajar menangani mereka. Banyak pelajaran yang saya ambil, walaupun gaji tidak seberapa tetapi rasa kepuasaan batin tidak ternilai harganya. Mengajar di bidang pendidikan menurut saya hal yang sangat mulia. Saya merasa malah lebih produktif dan dinamis dengan saya memilih menetapkan diri untuk mengambil pekerjaan sebagai freelancer.

Selain kita belajar sabar dalam mendidik, kita pun merasa lebih bermanfaat. Ladang pendidikan selalu membutuhkan tenaga pendidik di berbagai bidang, sehingga saya ditawari untuk menjadi guru tari. Walaupun sudah agak lupa, karena memang pernah belajar di bangku sekolah untuk kursus menari. Saya pun mengulangi pelajarannya kembali dan mengajarkan, hingga pada suatu saat saya harus mengurusi segala persiapan untuk tampil di depan para orang tua murid. Rasanya sangat puas! Mendapat ilmu, mengembangkan lalu membagi dan memperlihatkan hasilnya.

Dan Voila..., karena tidak banyak memakan waktu dalam mengajar. Saya memutuskan untuk mengambil kesempatan bergabung bersama team Urban Women sebagai freelancer Graphic Design. Dan disitulah saya mulai mengembangkan diri dan perlahan mulai mendapat banyak order design maupun pembuatan video untuk advertising.

Hingga pada akhirnya saya berpikir tidak ada salahnya untuk memiliki usaha sendiri di bidang jasa. Tanpa berpikir panjang, akhirnya saya mulai membangun bisnis start up berupa creative studio yang sampai saat ini masih dijalani. Membangun bisnis pun membutuhkan team dan disitulah saya belajar banyak menangani segala hal, berganti-ganti posisi dan peran dalam pekerjaan. Ya, walaupun kemungkinan terburuknya adalah dari segi pendapatan yang tak menentu. Tetapi saya sangat bersyukur dan lebih menghargai waktu, karena dengan itu pandangan saya menjadi berbeda bahwa freelancer adalah profesi yang benar-benar menikmati arti hidup. Kita terdidik untuk menjadi lebih mandiri dalam memiliki pencapaian dan kesempatan. Dan yang paling penting disamping pekerjaan, kita juga lebih banyak waktu bersama keluarga dan untuk diri sendiri.

Apakah kamu tertarik mencoba seperti pengalaman saya ini, Urbanesse ?

 

 

 



Puken

No Comments Yet.