DUNKIRK: Home Is Right In Front Of Our Eyes


Tuesday, 01 Aug 2017


Bayangkan rasanya bila Anda terjebak di suatu tempat dan tak bisa pulang. 

Takut. 

Panik.

Cemas.

 

Itulah yang dialami lebih dari 300.000 tentara sekutu yang terjebak di pantai Dunkirk pada masa Perang Dunia 2. Meskipun untuk pulang ke rumah—yang notabene adalah Inggris— mereka hanya perlu menyeberangi lautan, hal itu tidak semudah yang diperkirakan. Banyak halangan serta kendala yang harus dihadapi. Pasukan Nazi Jerman yang telah mengepung juga membuat usaha evakuasi para tentara tersebut semakin terasa mustahil. Akankah mereka berhasil pulang ke Inggris? Pengorbanan seperti apakah yang harus dilakukan untuk kembali ke "rumah"?

 

Dunkirk, film yang diadaptasi dari kisah nyata evakuasi pasukan Inggris pada tahun 1940, akan menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut.

 

Film ini tidak membuang-buang waktu untuk membangun emosi penonton. Sejak awal, penonton akan disuguhi adegan baku tembak yang menegangkan antara pasukan Nazi dan tentara sekutu. Jika Anda sudah menghela nafas lega, maka bersiaplah untuk dikejutkan lagi dengan sinematografi apik yang menggambarkan pengeboman skala besar oleh Jerman terhadap pantai Dunkirk. Film garapan Christopher Nolan yang satu ini nampaknya memang berniat untuk tidak membiarkan penonton tenang terlalu lama. Hal ini terlihat dari banyaknya adegan yang cukup memicu detak jantung, sekaligus membuat penasaran tentang apa yang akan terjadi selanjutnya.

 

Dunkirk dikisahkan secara brilian melalui beberapa sudut pandang yang paralel satu sama lain, membentuk suatu cerita utuh yang dijamin membuat penonton berdecak kagum. Movie-enthusiasts akan diajak menyusuri pesisir pantai Dunkirk melalui sudut pandang seorang tentara muda bernama Tommy (Fionn Whitehead), merasakan atmosfer ketegangan pertarungan di udara dari perspektif pilot pesawat tempur Inggris, Farrier (Tom Hardy) dan Collins (Jack Lowden), serta mengarungi luasnya samudera bersama kapten kapal komersial Inggris, Mr. Dawson (Mark Rylance).

 

Banyaknya wajah segar di industri perfilman yang ambil andil dalam proses pembuatan "Dunkirk" juga merupakan salah satu daya tarik tersendiri bagi film ini. Nolan berhasil menggaet aktor-aktor muda berbakat untuk memotori proyeknya kali ini.

 

Secara keseluruhan, film Dunkirk berhasil menyampaikan kesan yang jujur dan mendalam mengenai Perang Dunia 2. Kemenangan tidak dapat diperoleh tanpa kekalahan terlebih dahulu. Harus ada berbagai pengorbanan yang dilakukan untuk mencapai garis akhir dan keluar sebagai pemenang. Dunkirk berhasil mendobrak stereotip  film patriotisme yang hanya menggambarkan kemenangan mutlak satu pihak saja. Film ini berhasil menangkap kelam dan suramnya masa perang dan kerugian yang diderita pihak-pihak yang ikut berperang.

 

Dunkirk mencoba untuk mengajarkan kita perihal kenyataan yang pahit. Tak selamanya hidup akan berjalan dengan lancar dan sesuai rencana kita. Terkadang, ada sesuatu yang harus kita korbankan untuk dapat melanjutkan hidup dengan baik. Namun walaupun kita telah mengalami kehilangan, kita harus tetap berjuang dan berusaha untuk terus maju, karena semua hal yang kita lakukan pasti tidak akan sia-sia dan membuahkan hasil.

 

Reviewed by: milleniadam



Millenia Adam

No Comments Yet.