Cremonini, Liriknya Asing Namun Sarat Pesan


Sunday, 29 Apr 2018


Urbanesse, nama tersebut terdengar asing di telinga. Bagi para pecinta filsafat, mungkin akan menebak nama seorang filsuf dari Italia. Tentu saja kita bukan membicarakan tentang tokoh filsafat. Cesare Cremonini yang akan kita kupas adalah seorang aktor dan penyanyi dari Italia.

 Come mai sono venuto stasera?

Bella domanda

Se ti dicessi che mi manca il tuo cane, ci crederesti?

Che in cucina ho tutto tranne che il sale, me lo daresti?

C'ho una spina in gola che mi fa male, fa male, fa male

Fammi un'altra domanda

Che non riesco a parlare

 Penyanyi yang pernah meraih dua kali mendapat penghargaan platinum dari The Federazione Industria Musicale Italiana (FIMI) ini mengeluarkan video klip dari single keduanya yang berjudul Nessuno vuole essere Robin pada tanggal 22 Febuari 2018 yang lalu. Lagu ini diciptakan hanya dalam waktu 10 menit. Waktu yang singkat.

Nessuno vuole essere Robin artinya tidak seorang pun yang ingin menjadi Robin. Cremonini mengawali lagunya dengan judul yang membuat kening pendengarnya berkerut. Apa yang hendak dikisahkannya? Penjahat? Atau Pahlawan?

Quel che vorrei dirti stasera è

Non ha importanza

È solo che a guardarti negli occhi mi ci perdo

Quando il cielo è silenzioso mi nevica dentro

Se giurassi di dormire con te e non toccarti, toccarti, toccarti

Ma certo

Vuoi dormire col cane

Sai quanta gente ci vive coi cani

E ci parla come agli esseri umani

Intanto i giorni che passano accanto li vedi partire come treni

Che non hanno i binari, ma ali di carta

E quanti inutili scemi per strada o su Facebook

Che si credono geni, ma parlano a caso

Mentre noi ci lasciamo di notte, piangiamo

E poi dormiamo coi cani

Cremonini mengisahkan tentang sebuah kehidupan yang penuh dengan kontradiksi. Banyak orang yang hidup bersama dengan anjing dan mengajaknya berbicara seolah – olah anjing adalah manusia. Lalu, kita melihat orang yang pergi menggunakan kereta api, namun mereka tidak memiliki rel. Banyak juga pemalas yang berada di jalanan atau di Facebook, mereka berpikir mereka pintar, namun mereka membicarakan omong kosong. Malam harinya, kita sendirian, menangis dan tidur dengan anjing. Sebuah kisah tentang kesendirian yang begitu nyata terjadi di dalam hidup banyak orang jaman sekarang.

Ti sei accorta anche tu, che siamo tutti più soli?

Tutti col numero dieci sulla schiena, e poi sbagliamo i rigori

Ti sei accorta anche tu, che in questo mondo di eroi

Nessuno vuole essere Robin

È certo che è proprio strana la vita, ci somiglia

È una sala d'aspetto affollata e di provincia

C'è un bambino di fianco all'entrata che mi guarda e mi chiede perché

Perché passiamo le notti aspettando una sveglia

Ci prendiamo una cotta per la prima disonesta

Complichiamo i rapporti come grandi cruciverba

E tu mi chiedi "perché?"

Fammi un'altra domanda

Che non riesco a parlare 

Kita hidup di dunia yang penuh dengan ironi. Di dunia yang penuh dengan pahlawan, tapi tidak seorang pun ingin menjadi seperti Robin. Kita bahkan bisa jatuh cinta dengan orang yang tidak jujur. Kita sendiri yang membuat hubungan menjadi rumit.

Cremonini menyanyikan lagu ini dengan nada storytelling. Dia seolah mengungkap cerita, entah tentang dirinya atau menyindir kehidupan sosial saat ini. Pastinya, kesendirian sering sekali menjadi momok bagi banyak orang, disadari atau tidak. Kita sering terpaku untuk menjadi seorang yang tidak terkalahkan, padahal diri kita rapuh. Gengsi untuk mengakui kelemahan dan kekalahan. Banyak yang menunjukkan sikap heroic dan juara di media social atau di jalanan, sesungguhnya semua aksi itu hanyalah ajang pembuktian diri, kehausan untuk pengakuan.

Urbanesse, lagu ini dapat menjadi renungan bagi kita. Bagaimana kehidupan kita sesungguhnya ? Benarkah kita bahagia menjalani kehidupan hingar bingar dari satu pesta ke pesta lainnya? Benarkah kita melakukan hal – hal baik karena keinginan hati atau karena butuh pengakuan? Benarkah apa yang kita tampilkan menunjukkan citra diri kita atau agar orang lain merasa iri?

Well, jika tidak ada seorang pun ingin menjadi Robin, yuk, lepas topeng dan kostum kita dan menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Dunia membutuhkan lebih banyak ketulusan dan spontanitas yang positif, Ladies, are you ready?

 



Vincentia Archi Persita Wulan Ari

I am passionate traveler. Travel formed me as much as my formal education. (David Rockefeller)

No Comments Yet.