Belajar Mencintai Diri Sendiri Seutuhnya


Friday, 24 Feb 2017


Saya senang sekali membaca banyak kata kata mutiara karena kata kata mutiara itu walau tulisannya pendek, bila ditulis dengan baik maka maknanya  bisa sangat dashyat. Nah, salah satu kata mutiara yang menarik perhatian saya adalah yang ini mengatakan seperti ini:

 

Focus on loving yourself, instead of loving the idea of other people loving you”

 

“ Fokuslah mencintai dirimu sendiri, daripada fokus mencintai sebuah pikiran dimana orang 2 mencintaimu”

 

Mmmm…. Perbedaan keduanya apa? Kenapa saya anggap pernyataan ini pendek tapi tajam?

 

Fokus mencintai diri sendiri itu maksudnya bagaimana?Bukannya semua orang mecintai dirinya? Iya dan tidak.

 

Ayo saya jabarkan, coba kalau kita pikirkan baik-baik mencintai orang dengan baik itu seperti apa sih? Mungkin kira-kiranya jawabannya seperti ini ya:

1.     Menerima orang itu dengan segala kekurangannya

2.     Bersama-sama disaat suka dan duka

3.     Membela orang yang kita cintai disaat dilukai orang lain

4.     Senang dengan keberadaan orang tersebut

5.     Sering berbagi waktu khusus utk orang tersebut.

 

Berarti mencintai diri sendiri itu sama saja. Saya akhir  akhir ini sering memikirkan kata kata loving yourself ini dan ternyata saya sadar. Saya itu kurang menyayangi diri saya sendiri. Kenapa?

 

1.  Kadang saya suka tidak nyaman dengan kekurangan saya, bahkan mungkin tidak bisa menerimanya dengan baik sehingga hal tersebut kalau saya inget, membuat saya minder dan membuat saya menjatuhkan diri saya sendiri, seperti misalnya: pantes kamu tidak menjadi hebat dan terkenal karena kamu tidak bisa berbicara di depan umum. Padahal setelah saya pikir lagi, kalau saya cinta kepada diri saya (layaknya saya cinta kepada pacar saya)pasti saya akan bilang ke diri saya sudahlah bisa berbicara didepan umum itu bukan segalanya masih ada hal lain yang menunjukkan bahwa kita cerdas
 

2.  Mungkin juga disaat saya direndahkan sering malah saya merasa oh itu benar. Padahal kalau dipikir lagi, dengan segala kekurangan saya, merendah/direndahkan orang lain itu tidak pernah benar yaa
 

3.  Saya jarang melakukan me time. Tapi saya sering meakukan let’s go out and hangout time. Apa yang salah dengan ini? Karena hangout itu biasanya karena  orang lain mempunyai ekpekstasi saya datang. Padahal terkadang saya tidak mau datang.

 

4.  Saya kurang nyaman dengan kesendirian. Kalau saya sendiri lalu pikiran negatif mulai datang “Apa saya nyebelin ya? Apa saya membosankan ya? Apa apa yag lain” Padahal sendiri itu kan normal dan kalau kita sayang diri kita sendiri, waktu sendiri itu mestinya nyaman.

 

Nah sekarang kita membahas bagian yang kedua. Bagaimana sih kita tahu bahwa kita itu fokusnya ide bahwa orang lain menyukai saya?

 

Misalnya saya hampir sering memakai beauty plus supaya saya terlihat cantik di instagram. Tapi saya yang lebih cantik itu apa saya? Bukan itu ilusi yang mirip dengan saya. Mungkin tanpa beauty plus dapat like 14 tapi dengan beauty plus 20.

Nah kenapa sih aku sempat tergiur dengan beauty plus padahal saya kan sudah tahu muka saya seperti apa?Karena rasanya enak dengan melihat banyak “like”? Kenapa rasanya enak? Karena saya suka rasanya dikagumi orang lain.

 

Apalagi yang membuktikan kita itu mencintai ide bahwa orang lain mencintai kita? Yah semua hal yang kIta bicarakan di sosmed yang sebetulnya bukan kita, tapi kita tahu itu akan membuat kita banyak follower atau mendapat banyak like atau mendapat banyak view. Semua hal yang kita lakukan supaya teman kita senang kepada kita padahal bukan kemauan kita dan semua hal yang kita lakukan untuk membahagiakan keluarga tapi sebenarnya kita tidak ikhlas.

 

Lalu saya berpikir kenapa ya waktu dan tenaga yang saya buang supaya orang menyukai saya tidak saya pakai untuk mecintai dan merawat diri saya? Karena masyarakat sekitar saya mempengaruhi saya bahwa dengan mengikuti mereka saya akan bahagia. Padahal, enggak juga.  Malah hidup dengan selalu peduli kata orang itu banyak deg deg an dan cemasnya. Gampang down kalau sudah tidak pilihan atau favorit lagi.

 

Jadi dengan mulai banyaknya saya merenung di rumah dan juga menemukan kata-kata mutiara tersebut saya mulai menerapkan disiplin pola pikir baru dimana :

 

1. Saya harus belajar bangga dan nyaman dengan diri saya apa adanya. Dengan atau tanpa make up, dengan atau tanpa best angle. Selalu bangga dan nyaman. Kalau saya merasa risih saya tanya ulang lagi  ke diri saya kenapa risih? Dan biasanya jawabannya memang tidak  jelas. Kebiasaan dengar apa kata orang.
 

2. Latihan tidak galau kalau sendirian atau tidak ada yang menghubungi, atau tidak ada yang like di sosmed. Santai saja enak juga kok tidur dan baca-baca dirumah sendirian. Bahkan banyak waktu rapihin rumah heheh
 

3.  Men-stop ketika mulai berpikir apa kata orang? Kan ngga penting sebenarnya kalau kita pede dengan diri kita.
 

4. Berkata-kata baik kepada diri saya terutama di hal-hal yang menurut saya, saya itu “engga banget”.

 

Jadi tahun ini saya belajar merubah dari mencintai diri saya dengan berupaya mendapat persetujuan dari banyak orang menjadi mencintai diri saya dengan…memperhatikan kualitas hidup fisik, emosional,serta mental saya dengan memperlakukan diri saya dengan baik.

 

Apakah ini yang namanya memperbaiki diri sendiri atau self improvement. Saya rasa ya.

 

 



Priscilla

No Comments Yet.