Belajar Dari Kepahitan Masa Lalu, Membentuk Pribadi Lebih Baik


Sunday, 26 Nov 2017


Sebut saja namanya Andini (bukan nama sebenarnya).  Sekarang umurnya sudah setengah abad dan sudah memiliki cucu 2. Andini berkenan berbagi cerita dengan nama samaran untuk memotivasi perempuan muda jaman now agar menata ulang kehidupannya menjadi kehidupan yang bahagia, apapun yang pernah terjadi di masa lalu kehidupannya.

Andini berkisah bahwa pada jamannya ia juga pernah melakukan kesalahan fatal saat ia menyukai seorang pria beristri. Pada saat itu, ia adalah seorang remaja lugu yang seakan begitu bahagia diberi perhatian begitu khusus dari seorang laki-laki. Awalnya Andini berelasi baik-baik saja, normal-normal saja hanya karena diberi perhatian seorang pria yang memang ia tau telah beristri. Tidak terbersit dalam pikirannya untuk menjadi pelakor (perebut laki orang).

Tiap hari diberi perhatian saat seorang remaja curhat tentang keadaannya, membuat Andini muda merasa nyaman bahwa koko (orang Chinese memanggil koko buat lelaki yang lebih tua) itu memberikan kenyamanan, nasehat penguatan, jalan keluar dan kelegaan. Saking nyamannya, Andini merasa begitu akrab dengan sang koko. Suatu saat, koko  mengajak keluar kota, Andini yang merasa sudah demikian akrab, bersedia ikut. Ternyata koko hanya menyediakan 1 kamar hotel , ya tentu saja Andini yang polos tidak keberatan dan tidak terpikir hal – hal lain akan terjadi.

Awalnya semua berjalan baik-baik saja dan kokopun menghargai Andini sehingga tidak terjadi hal yang tidak diinginkan, tapi saat mereka akan check out, Koko tidak mampu lagi menahan diri dan terjadilah hal yang seharusnya tidak terjadi. Mereka melakukan hubungan suami istri. Koko yang merasa bersalah meminta maaf pada Andini dan Andini yang memang sudah mengagumi koko, memaafkan begitu saja.

Akhirnya relasi itu terus berjalan dan berjalan, mereka sering melakukan hal itu sampai suatu hari, Andini hamil dan koko itu shock karena mereka salalu mengusahakan agar hubungan itu tidak berdampak hamil. Saat itu, cerita Andini, koko itu semakin menjauh dari Andini  karena koko tidak ingin relasi ini diketahui istrinya. Kata koko, jika istrinya tau, istrinya pasti tidak akan memaafkannya dan tidak akan menerima realita ini. Kata koko, koko sangat mencintai istrinya. Andini merasa tertipu karena selama ini koko selalu mengatakan mencintai Andini karena ia merasa kurang cocok dengan istrinya. Semua keadaan nyaman yang Andini dapatkan, akhirnya hilang begitu saja. Sementara bayi di perut mulai bertumbuh besar. Andini ketakutan dan hidup tidak tenang karena malu. Mau bicarakan dengan orangtuanya, pasti papa dan mamanya sedih, kakak-kakaknya pasti memarahinya. Koko pun sudah sulit dihubungi.

Dalam situasi yang rumit itu, Andini pernah berpikir untuk bunuh diri karena tidak tahu kemana harus mencari solusi. Akhirnya, ia beranikan diri berkonsultasi pada seorang guru spritual. Disitulah, ia akhirnya diberi pandangan bahwa janin telah bernyawa, tidak ada hak kita untuk meniadakan janin itu, meniadakan janin  itu sama dengan membunuh manusia lain yang merupakan anak kandung kita, dan itu  dosa besar. Guru spritual itu menyarankan Andini untuk terus terang pada keluarganya apapun yang terjadi. Akhirnya melalui proses panjang, proses yang menyedihkan, keluarga menerima Andini yang bertobat, yang menyadari kesalahannya.

Koko itupun tidak berkenan hadir saat keluarga minta ketemu dan keluarga juga tidak bisa memaksa ke rumah koko itu karena dengan demikian, petimbangan keluarga, mereka justru akan membuat malu Andini. Selain itu, mereka bisa menyebabkan istri koko itu yang tidak tahu kesalahan suaminya, ikut tidak berbahagia. Ya mereka ikhlas.

Mungkin karena dampak kesedihan Andini, janinpun  tidak bertahan lama. Di usia kehamilan 6 bulan, janin meninggal dunia. Kesedihan Andini bertambah karena ia sudah mulai mencintai bayinya. Andini sempat menghukum dirinya bahwa meninggalnya bayi yang ia kasihi itu akibat dosanya. Kesedihan demi kesedihan menjadi bagian kehidupan Andini yang merasa malu, merasa dipermainkan,  merasa salah bahwa lelaki yang ia kagumi ternyata pengecut, lelaki yang memberikannya kenyamanan selama ini ternyata hanyalah laki-laki yang tidak mampu menghadapi masalah, yang tidak bertanggung jawab dsbnya.

Keluarga selalu memberi peneguhan pada Andini tapi Andini tetap tidak percaya diri, Andini membranded dirinya wanita kotor, wanita murahan dsbnya. Banyak laki-laki mendekati Andini tapi Andini tidak mudah percaya bahwa laki-laki yang memberi perhatian itu baik, ia bahkan akan langsung menolak jika itu suami orang. Secara berkala atas dukungan keluarga, Andini mulai bisa menerima lelaki yang ingin mendekatinya sebagai teman dan sebatas teman tanpa mem-branded lagi dirinya sebagai wanita nista.

Dengan demikian Andini merasa bebas berteman. Kata keluarganya :” Mengapa kamu harus mem-branded dirimu sebagai wanita rendah sementara orang lainpun belum tentu semuanya tidak mempunyai kisah masa lalu yang gelap, yang telah mereka lewati. Jangan menceritakan keadaanmu dengan sikapmu sehingga kamu mengijinkan orang lain mem-branded kamu sama seperti kamu mem-branded dirimu sendiri. Di dunia ini masih banyak orang baik, yang bisa berteman dengan siapa aja , menerima siapa saja dengan masa lalu orang seperti apapun. Dunia tidak sesempit pikiranmu. Kamupun tidak perlu menceritakan kemalanganmu pada orang lain, karena dengan menceritakan kemalanganmu, kamu yang membuka diri untuk dinilai negative oleh orang lain.

Ceritalah pada saat yang tepat dan pada orang yang tepat nantinya.” Kata-kata ini benar- benar membuka pikiran Andini. Benar, siapa sih yang tahu tentang dirinya jika ia tidak menunjukkannya pada orang lain melalui ceritanya sendiri ? Terus, buat apa menceritakan kelemahan diri  pada semua orang ?.

Berbekal mindset baru, Andini mulai hidup bahagia. Keceriaannya membuat dirinya supel dan mudah menerima pertemanan dan diterima. Ia telah berubah menjadi Andini yang dewasa dengan kisahnya yang hanya dia dan keluarganya yang tahu, termasuk guru spritualnya.

Tiga tahun berselang, seorang laki-laki mencoba mendekati Andini secara gencar. Mereka berkenalan dalam sebuah acara social. Hari demi hari menumbuhkan cinta mereka sampai akhirnya mereka berkenan menerima satu dengan lainnya. Tapi saat itu,timbul kegalauan baru, bagaimana dengan sisi kisah gelapnya?

Melalui nasehat orangtua dan keluarga yang mengharuskan Andini jujur bercerita apa adanya, akhirnya saat hubungan Andini semakin serius dan semakin dekat, Andini bercerita. Cowok itu sempat shock tapi karena besarnya cintanya pada Andini , ia menerimanya dan tidak bisa berpisah dari Andini. Sebut saja nama cowok ini , Andika.

Kata Andika pada Andini : “Aku telah jatuh cinta padamu sebagai pribadi yang utuh, dari wajahmu yang menawan sampai sikapmu yang menyenangkan aku. Kisahmu, tidak akan mengurangi cintaku padamu bahkan aku melihat bahwa kalian adalah keluaga yang baik, yang tidak menuntut koko itu agar bernasib sama denganmu, menjadi susah karena kesalahan itu,  kalian membela nasib istri koko yang tidak mengetahui kejahatan suaminya, kalian telah menyelamatkan satu keluarga.

Aku berbahagia karena TUHAN ijinkan aku menemukan dirimu dan keluargamu yang penuh welas asih.”Mungkin karena mereka berkenalan di tempat mereka beraktifitas social, mereka saling menemukan orang-orang yang baik hatinya dan ikhlas membantu orang lain sehingga kesalahan masa lalu Andini bukanlah masa lalu buruk yang harus melekat pada Andini yang sudah tidak berbuat hal yang sama lagi. Andika menerima Andini dan memperkenalkan Andini pada keluarga besarnya tanpa menyinggung masa lalu Andini. Kata Andika :” masa lalumu adalah bagian yang aku terima, yang tidak harus diterima keluargaku juga. Aku menerima dirimu seutuhnya tanpa membiarkanmu menanggung masa lalu itu seorang diri. Kita hadapi bersama tanpa harus membagikan hal pahit itu pada keluargaku, yang bisa saja mereka mem-branded dirimu di hari-hari kebersamaan kita, yang menyebabkan kita tidak bahagia. Itu tidak ada gunanya bagi mereka dan bagi kita yang menjalani. Cukup aku saja yang menerima kejujuranmu karena akulah yang menjalani hidup ini bersamamu.”.

Tidak  lama setelahnya mereka menikah sampai akhirnya mereka memiliki sepasang anak dan sekarang mereka telah memiliki 3 orang cucu. Sharing Andini pada perempuan yang bernasib sama dengannya, yang telah salah melalukan hubungan pra nikah :

  • Jika kalian adalah wanita baik-baik yang melakukan kesalahan, percayalah bahwa kalian tetap wanita baik-baik. Jangan hancurkan masa depan kalian dengan menjadi wanita tidak baik karena kesalahanmu menilai laki-laki yang kamu cintai. Mereka tidak layak menerima pengorbananmu, dari wanita baik-baik menjadi wanita tidak baik. Percayalah, pada saat kamu menjadi wanita tidak baik, ia bahkan membenarkan sikapnya telah mencampakkanmu karena memang kamu layak dicampakkan. Apa keuntunganmu merusak dirimu karena dia yang tidak  pantas ?
  • Jika kalian wanita yang pernah melakukan hal seperti aku, percayalah bahwa jika kamu adalah wanita baik-baik, TUHAN pun akan merancang rencana yang baik bagimu sebagaimana pengalamanku, TUHAN memberiku Andika yang membelaku dan menyanyangiku sampai saat ini. Tetaplah menjadi wanita baik-baik.
  • Jangan pernah merusak diri sendiri dengan branded negative pada dirimu karena kita terlahir sebagai  orang baik dari karya TUHAN yang baik adanya, siapapun orangtua kita. Belum ada terlahir bayi jahat di dunia ini. Lingkungan dan branded terhadap diri sendirilah yang membawa kita pada siapa jadinya diri kita. Jika kita mem-branded diri kita buruk, maka kita akan bersikap buruk untuk meyempurnakan branded itu. Jika kita membraded diri kita baik, maka pasti akan menjadi orang baik yang hidup benar.
  • Tidak perlu mudah menceritakan keadaan kita karena dengan menceritakan keadaan kita, kita memberi ijin pada orang lain untuk me-label diri kita, misalnya : wanita genit, wanita pelakor dsbnya.
  • Dunia ini terlalu indah untuk membuat hidup kita menjadi tidak indah. Masih banyak orang baik yang akan membawa kita pada kehidupan yang lebih baik.

 



Muina Englo

Seorang pengusaha otomotif Sumatra Barat yang senang menulis tentang Mentalitas Karyawan.

No Comments Yet.