Beauty And The Beast, Belle sosok puteri yang berbeda


Tuesday, 25 Apr 2017


Hai Urbanesse! Sudah nonton Beauty and The Beast versi human yang released 2017 ini? Kalo kalian penggemar Disney, maka kalian akan puas setelah menonton film ini. Sama dengan Cinderella yang telah released 2 tahun lalu, menyajikan sosok Disney princess yang nyata. Namun, kali ini lebih menarik karena pemeran utamanya adalah seorang aktris dan model dari Inggris yang namanya tengah dikenal karena perannya di Film Harry Potter sebagai Hermione Granger. Tau dong siapa? Yes, Emma Watson. Kecantikannya sangat cocok untuk menggambarkan karakter Belle. Princess Belle yang digambarkan dalam film ini bukan hanya sebatas sosok puteri cantik nan baik hati yang layak menjadi puteri raja. Tetapi juga menunjukkan karakter yang berbeda.

Cerita Beauty and The Beast versi manusia ini pada dasarnya sama dari cerita versi animasi yang dibuat Disney sebelumnya, namun yang membuatnya berbeda adalah, dalam Film garapan sutradara Bill Condon ini selain ceritanya dibuat nyata karena diperankan oleh manusia, film tersebut juga disebut berbeda karena konsep drama musikal dalam film tersebut dibuat seakan menghidupi tiap scene didalammnya, itu kesan pertama yang saya tangkap ketika menontonnya.

Jika bertanya pada seseorang tentang pesan apa yang dapat diambil dari kisah ‘Beauty and The Beast’ terutama pada seseorang yang hanya pernah melihatnya dalam versi animasi, maka 90% pasti mengatakan bahwa pesan moral yang disampaikan dalam kisah ini adalah “Don’t judge a book by its cover” atau jangan menilai seseorang dari penampilan luarnya saja. Yup, salah satu pesan moral yang ingin ditampilkan memang itu. Tapi menurut saya dalam Film ‘Beauty and The Beast’ yang tayang sejak 17 Maret 2017 ini, tersirat pesan moral lain.

Sesuai tema UrbanWomen artikel bulan ini Hidupku Pilihanku, Emma Watson menggambarkan karakter Belle sebagai sosok perempuan yang dapat mengendalikan pilihan dalam hidupnya. Contohnya, meskipun dia tinggal di desa, namun dia berani memilih untuk menjadi berbeda dari penduduk desa umumnya. Penduduk wanita muda di desanya indentik dengan bersolek demi mendapatkan pria seperti Gaston.  Namun Belle sama sekali tidak tertarik, dia bahkan dijuluki aneh karena lebih sering sendirian untuk membaca buku. Belle menentukan hidupnya untuk tidak menjadi seperti penduduk desa pada umumnya. Belle juga berani mengambil pilihan untuk menukar posisinya dengan ayahnya yang  dipenjara oleh Beast.

Dalam hidup tentu kita akan banyak dihadapkan dengan berbagai macam pilihan, namun sebagai wanita kita harus pandai dalam memilih dan menentukan sesuatu agar mampu mencapai tujuan hidup kita. Yang paling penting adalah jangan biarkan orang lain memilih jalan hidupmu, karena kebahagiaanmu adalah milikmu dan hidupmu ada ditanganmu. Apapun akhirnya, baik atau buruk ya itulah jalan hidup yang telah kamu pilih. Bertanggungjawablah dengan pilihanmu, untuk itu kita perlu berpikir matang sebelum memutuskan. Pada jaman sekarang ini, wanita memiliki kebebasan berekspresi, manfaatkanlah. Jangan mau disetir untuk melakukan apa yang tidak membuatmu nyaman dan bahagiaDon’t let anyone decide how you live your life. So, you'll never blame anyone for everything’s happen in your life. Dengan begitu kamu sudah menghargai hidup yang dianugerahkan padamu dan kamu tidak akan pernah menyianyiakan hidupmu di dunia ini. :)



Rahajeng Larasasih

No Comments Yet.