Beautiful Boss


Tuesday, 19 Sep 2017


Buku yang menarik karya Christina Lauren yang sempat saya baca di sela-sela Long Weekend lalu berjudul Beautiful Boss. Bercerita tentang sepasang kekasih bernama Will dan Hanna yang akhirnya menjadi suami istri. Ketakutan Hanna akan pernikahan (ketakutan apakah akan berjalan dengan baik seperti sewaktu mereka pacaran) diyakinkan kembali oleh Will dengan berkata “bahkan kalau kita tidak menikah besok, kau tetap cinta sejatiku. Aku akan bersamamu sampai kita berdua mati, bersamaan, ketika umurku seratus tahun dan kau sembilan puluh tiga”

 

Dalam buku ini diceritakan pula Hanna yang muda dan tekadnya mengejar karir berpengaruh penting pada perasaan Will ketika jatuh cinta dengannya. Apalagi Will dibuat tergila-gila oleh sikap Hanna yang ingin Will mengajarinya dalam urusan gairah.

 

Kehidupan baru harus berubah ketika Hanna sibuk bepergian ke banyak universitas-universitas ternama di dunia untuk wawancara, dan Will merasa harus ada yang segera dibereskan dalam hubungan dan komunikasi dalam rumah tangganya. Ada satu percakapan di buku tersebut yang membuat saya ketika membacanya “Ok pria ini mencoba tegas pada istri yang dicintainya” yaitu percakapan yang isinya dimana Will mempertegas Hanna Istrinya tentang komitment dia didalam pernikahan mereka, menurut Will, Ia bahkan sampai kini tidak tahu sedikitpun soal apa yang disukai istrinya, dimana ia (Will) tinggal, apa yang ingin dirinya (Will) lakukan. Karena menurut Will, Hanna sudah asyik sendiri dengan pekerjaan wawancaranya, fokus pada cara Hanna membesarkan Laboratorium dan pendanaannya. Sampai ia lupa apa keinginan terbesar suaminya dan komitment awal pernikahan mereka.

 

Dalam Novel tersebut juga diceritakan bagaimana Hanna sebagai istri dan sebagai pimpinan harus harus tegas dalam hal mengutamakan pekerjaan dan mengesampingkan rumah tangga (suaminya) atau dia harus menyelaraskan keduanya agar berjalan beriringan. Namun pada akhirnya Hanna mengambil keputusan bahwa ia menerima tawaran di Harvard dan akan membeli rumah di sana melalui online. Bahagianya Will karena Hanna telah mendengarkannya, telah mengambil keputusan bukan hanya untuk karirnya, tapi juga untuk masa depan kehidupan pernikahan mereka. Dia memilih menyelaraskan keduanya berjalan beriringan. Cinta dan Cita-cita.

 

Well Ladies...Beautiful Boss adalah novel dewasa Contemporary Romance yang memberi pesan bahwa harus disepakati bagaimana kehidupan setelah pernikahan dengan pasangan, termasuk meneruskan mimpi setelah menjadi suami istri. Bahwa cinta dan cita-cita dapat berjalan beriringan, cinta bukan penghambat cita-cita, dan cita-cita bukan alasan untuk meninggalkan cinta. Justru cinta adalah motivasi mewujudkan cita-cita. Pastikan pasangan kita adalah partner yang mampu menyelaraskan dua hal tersebut.

 

sumber gambar:bookstobreathe.com



Wirda Yulita Putri

Praktisi Komunikasi. Communication Enthusiast. Beauty is important, but no more important than quality.

No Comments Yet.