Your Dreams Won't Hurt You


Monday, 30 Nov -0001


Sebagai manusia, masalah adalah hal yang wajar. Kanty baru saja mengalaminya, ketika kembali dari Korea, sehabis memenangkan Miss Hyundai Media World 2014. Ia sempat bingung tentang apa yang harus dilakukan berikutnya. Untungnya Kanty tidak berlama-lama bingung, ia mulai merintis karirnya. Ia men-set mimpinya setinggi mungkin, sarannya, “Dream as high as possible, karena your dreams won’t hurt you.”

Ketakutan yang paling mungkin muncul saat kita memiliki impian besar adalah apakah mungkin bisa jadi kenyataan? Bayangkan Urbanesse harus mengikuti berpuluh-puluh casting dan belum berhasil, gimana rasanya? Ini yang dialami oleh Kanty di hari-hari belakangan ini. Sempat ia merasakan bahwa apa yang dilakukannya itu buang-buang waktu dan tidak ada hasilnya. Namun, hal-hal negatif ini tidak membuat Kanty menyerah. “Saya harus datang ke berpuluh-puluh casting, terus on, terus berharap dan belum tentu sukses, malah waste time & zero. Tapi itulah saya,” Kanty mengutarakan isi hatinya. Baginya sangat penting untuk tidak merasa takut bahwa apa yang sudah dilakukannya akan sia-sia. Ia tidak takut kalau mimpinya terlalu tinggi, selama percaya pada mimpinya, memiliki karakter yang benar & baik, berserah, ikhlas dan yang terpenting adalah berdoa. Faktor-faktor tersebut yang membuat Kanty selalu bisa produktif setiap hari.

Kanty juga menjelaskan bahwa casting itu melelahkan karena scene-nya selalu berbeda-beda dan memerlukan emosi yang stabil dan positif. “Kamera ga akan bohong, jadi saya bekerja dengan alat yang jujur,” Kanty menjelaskan. Baginya, hal yang paling susah adalah to bring out the best of you, dan ia sudah menemukan caranya, yaitu melakukannya dengan confident, selalu melakukan yang terbaik & melakukan persiapan sebelumnya. Misalnya akan casting untuk acara bola, minimal sehari sebelumnya Kanty akan latihan dan cari informasi agar bisa improvisasi.

Kanty mengakui bahwa dirinya berasal dari keluarga yang tidak memiliki latar belakang fashion maupun entertainment, malah ibunya pernah berpesan bahwa Kanty harus bekerja (baca: kerja kantoran). Sebelumnya, Kanty pernah bekerja sebagai merchandiser selama 2 tahun, hingga akhirnya sadar bahwa pekerjaan yang dijalani saat itu tidak sesuai dengan passion dan impiannya, menjadi seorang public figure yang memberikan dampak positif bagi generasi muda. Saat ia menceritakan tentang passion dan impiannya tersebut, tidak semua orang yang mendengarnya bisa menerima, bahkan beberapa menertawakannya. Kanty tidak berhenti di situ. Ia terus mengikuti passion-nya, bergerak maju mewujudkan impiannya. Awalnya dimulai tahun 2011, dengan ikut audisi Miss Indonesia dan gagal! Ia tidak menyerah sampai di sini, tahun 2012, ikut lagi audisi Miss Indonesia dan berhasil masuk sebagai finalis Kepulauan Bangka Belutung. Setelah masuk sebagai Finalis Miss Indonesia Kepulauan Bangka Belitung, Kanty sempat putus asa lagi karena karantina selama 2 minggu belum membuatnya menjadi seorang Miss Indonesia. Bukan Kanty namanya kalau ia berlama-lama putus asa, ia segera bangkit dan terus maju.

Apakah Kanty pernah putus asa? “Pernah, sebenarnya ga ada hal yang buat saya putus asa sampai mau die,” jawabnya. Setiap kali dirinya merasa putus asa, maka ia akan mengingat lagi perjalanan yang sudah ia lalui hingga bisa sejauh ini, mulai dari lulus D3 Fashion Business, bekerja selama 2 tahun sebagai merchandiser, ikut audisi dan karantina beberapa ajang pemilihan kecantikan hingga akhirnya menjadi 1st Runner-up Miss Earth Air Indonesia 2013 dan Miss Hyundai Media World 2014.  Dengan penuh keyakinan, Kanty mengikuti panggilan passion-nya, ia yakin jika sudah sampai sejauh ini, pasti ada sesutu yang luar biasa indah sedang menantinya di masa depan dan ia tidak akan mungkin kembali lagi ke kursi masa lalu untuk menyesalinya.Jadi saya percaya, saya take a risk, lanjutin sekolah lagi D4, karena saya mau S2 dan saya casting terus setiap hari,” Kanty menjelaskan rencana kedepannya. Wow!

Satu hal yang membuatnya sangat yakin tentang passion-nya adalah, “I was born to be a princess & i wont give up.” Setiap impiannya, ia cetak dan ditempelkan di tembok di depan tempat tidurnya, supaya setiap kali bangun, ia selalu ingat akan impian-impiannya. Selain itu, ia juga punya buku, kata-kata dan lagu yang selalu bisa memotivasi dan membuatnya bangkit kembali. Salah satunya adalah Regina Brett, pengarang favoritnya. Di usia produktifnya ini, Kanty menginvestasikan waktunya untuk hal-hal yang menurutnya bermanfaat untuk masa depannya, misalnya membaca, menjaga hati untuk tidak jatuh cinta kepada pria yang salah, dan lain-lain.

Bagaimana tentang cowo? Filosofi sederhana yang dimiliki Kanty adalah tentang penciptaan Adam & Hawa. Kanty menceritakan dengan bahasanya sendiri yang kocak bahwa Tuhan melihat kalau Adam ga bagus sendirian jadi disuruh tidur sama Tuhan. Selama Adam tidur, Tuhan memproses Hawa sampai siap menjadi seorang manusia. Setelah siap, Tuhan tepok Adam dan bilang, “Adam, ini lho cewenya.” Kanty juga menjelaskan makna dari cerita ini, “Cewe itu was made to be in process, we capable to be lonely, to be single, to crying & cowo itu to be sleeping,maksudnya bisa aja lagi main, clubbing, ada di desa, ada di kota, malah mungkin lagi dipenjara atau apa lah, dan nanti cowonya yang akan ngerasa kalau kita itu the one.” Iya, perempuan memang diciptakan kuat dalam proses dan indah pada waktunya nanti. Menurutnya, sebagai wanita kita harus mapan dari segi emosi. Kenapa? Karena setelah menikah tidak ada jaminan akan lebih bahagia dari sebelumnya. Sebagai wanita, dalam pernikahan, fungsinya adalah sebagai penolong, kalau gagal sebagai penolong, kemungkinan besar hal buruk akan terjadi. Lalu, apa yang dimaksud dengan mapan secara emosi? Artinya, harus stabil, bahagia dengan diri sendiri karena jika bahagia dengan diri sendiri maka akan menular juga ke orang lain, dalam hal ini suami. Selain itu, 2 orang yang menjadi satu (menikah) sangat memerlukan pengertian, keikhlasan dan komunikasi yang lancar. Bagi wanita, komunikasi tentunya bukan masalah, tapi bagi kebanyakan pria, komunikasi adalah masalah. Jadi, jika wanita dapat menempatkan dirinya dengan baik dalam hal komunikasi, ini akan sangat membantu pernikahannya. Pelajaran ini ia dapatkan dari keluarganya sendiri, figur ibunya, sebagai orang tua tunggal. Sekilas tentang Kanty, keduaorangtuanya bercerai sejak ia berusia 2 atau 3 tahun. Sehingga sejak kecil ia mulai belajar untuk investasi ke hal-hal yang menurutnya bermanfaat untuk masa depan. Dari sini, ia memutuskan untuk tidak pacaran dulu, sehingga akhirnya ia bisa lulus kuliah di usai 19 tahun. Di usia 20-an baru ia mulai membuka hatinya, tapi ia tetap menjaga hati dan pikirannya agar tidak jatuh cinta pada pria yang salah. “Sebelum mulai sebuah hubungan, saya mempertimbangkan, bisa ga nikah sama dia, begitu tau kemungkinannya kecil atau ga bisa, jangan buang-buang waktu. Perempuan picky itu wajar, saya cuma butuh 1 di antara jutaan laki-laki. Hati perempuan itu rapuh lho, jangan sampe mati rasa. Jaga hati,” demikian penjelasan Kanty tentang cowo menutup pembicaraan kami.

Untuk tetap bersukacita dalam segala keadaan, kuncinya ada di hati dan pikiran kita. Salah satu caranya adalah dengan tetap selalu fokus pada impian kita. Sehingga walaupun terjadi hal buruk atau impian tersebut terlihat sangat tidak mungkin diwujudkan, selama tetap fokus mewujudkan impian tersebut, maka kita akan mampu menjalaninya dengan sukacita, hingga akhirnya impian tersebut terwujud. Semangat!



Unknown

No Comments Yet.