Wisata Murah Meriah di Kota Bandung


Monday, 30 Nov -0001


Hai Urbanesse.. pernah dengar kalimat "Pekerjaan jangan sampai menggangu waktu liburan, karena liburan tidak pernah menggangu pekerjaan"? haahaaa... kenyataannya memang liburan itu harus dijadikan kebutuhan. Kalau perut anda punya hak untuk diisi saat lapar, maka pikiran, mata, otak, dan hati juga punya hak untuk relax.. Punya waktu yang tidak banyak membuat saya harus pandai-pandai memutuskan hal tersebut. Tidak punya waktu banyak maksudnya saya bukan CEO atau Presiden ya yang setiap hari harus mengurus orang banyak, tapi lebih kepada masih menjadi karyawan (2016 masih jadi karyawan???)



Saya memilih Bandung untuk petualangan hari ini. Berangkat menggunakan Argo Parahyangan pukul 5 pagi tiba di Bandung 8.34. Kelas bisnis 90ribu saja, eksekutif ada yang 100 dan 120 ribu rupiah. Ini ada beberapa foto, termasuk tol Cipularang yang saya ambil dari kereta euy. Untuk kalian yang cuma punya waktu sehari untuk liburan jangan sedih, browsing dulu tempat-tempat yang tidak terlalu jauh dari stasiun atau bandara. Lokasi pertama adalah Museum Sri Baduga (lokasi & harga tiketnya ada difoto ya). Tidak terlalu besar sih museumnya, tapi koleksinya bagus-bagus loh. Eittss anak muda ga usah tabu ke Museum, ga haram kok ke Museum hehe. Buat saya melihat-lihat koleksi museum, sambil membaca keterangan-keterangan di dalamnya adalah salah 1 cara Me Time. Suasana museum yang tenang (bukan angker ya) menyenangkan, yang jelas keluar museum jadi tambah pintar, dan makin yakin kalau Indonesia itu Kaya.




Setelah jalan-jalan ke Museum makan lagi euuy.. ke Jalan Braga. Jalan Braga cuma segaris hehe tapi paket lengkap loh. Bisa nonton film di Braga City Walk, ada hotel juga di sana, dan yang pasti banyak restoran & cafe, tinggal dipilih pilih aja. Nah yang saya datangi Restoran Braga Permai, restoran yang sudah ada dari zaman Belanda, kira-kira tahun 1923. Noni-noni & juragan-juragan Belanda kece kalau nongkrong dulu di sini, dulu sih namanya Maison Bogerijen, Nah.. ribet kan namanya hahaha.


Jangan harap dapat kursi kalau malam hari di sini alias weekend (mumpung siang agak sepi euy). Menunya kebanyakan western, pasta, pizza, ice cream, cake, macam-macam sih, ga usah khawatir yang punya lidah Indonesia banget karena masih bisa ketemu dengan sate dan capcay (capcay memangnya Indonesia?? Hahha). Soal rasa sih so so lah, mungkin aja koki yang tugas hari itu sedang galau ga seperti biasanya, kalau kata Chef Juna sayuran untuk steak ga boleh hambar harus tetap ada rasa, garnish juga ga boleh asal mempercantik hidangan, tapi juga bisa dimakan. Nah kritik & saran udah mereka terima dengan baik nih hehhe. Sayuran yang lumayan itu dibalas dengan cantik oleh Fruit Pizza yang rasanya kece, ga jadi sakit hati lidah saya. Soal harga so so lah. Nih saya cantumkan, bukan apa-apa biar tahu ajah hohoo.

Selesai makan supaya enggak gendut, jalan santai ke JL Asia Afrika, sayangnya ga bisa mampir ke Museumnya. JL Asia Afrika ya begini, ada hotel Savoy hotel jadul tapi keren. Ada kantor harian Pikiran Rakyat, bangunan tua dan sebagainya. Nah makan sudah, foto-foto pakai kacamata hitam kayak tukang pijit juga sudah, habis itu denger musik yuk.
 



Saung Angklung Mang Udjo, udah pada tau belum? Itu loh yang udah pentas keluar negeri, ke Amrik (saya aja belum pernah ke sana, pengennya sih ke Inggris euy).

Tiket turis domestik 60ribu saja, untuk turis asing mahalan sediikit.. Dalamnya ada toko souvenir, ada kerajinan dari kayu, blangkon, pernak pernik angklung, kaos dan lain-lain.  Ada juga cafenya juga lho, tapi saya nggak sempat icip-icip disana. Pertunjukan angklung ada setiap hari jam 15.30-17.00. Ga bakal rugi 60ribu sudah dapat pertunjukkan angklung yang menghibur, kita dikasih pinjam main angklungnya juga, bisa lihat tarian-tarian dari bocah-bocah penerusnya Alm. Mang Udjo dan lain-lain. Jangan sombong jadi orang Indonesia kalau sama kesenian sendiri saja nggak tahu heeeheee...
 

 

Nah kereta balik ke JKT pukul 19.25, dan saya keliling Bandung naik transportasi online (saran saya sih jangan naik angkot lah, Bandung sekarang macet, dan entah kenapa lebih enak macet di JKT juga deh. Naik mobil online aja ya, murah kok, motor onlinenya apalagi). So, Sampai jumpa di petualangan berikutnya



Wirda

No Comments Yet.