Wanita yang Berkarir


Monday, 30 Nov -0001


 

Kata orang, dibalik Pria yang sukses ada wanita yang luar biasa. Dan ini memang kenyataannya.Tapi saat ini, lebih tepatnya lagi adalah "Dibalik Pria dan anak-anak yang sukses, ada Wanita yang luar biasa." Aku memiliki pemahaman ini dari kecil dan ditanamkan mama secara terus menerus untuk mempersiapkan kelak menjadi istri dari seorang suami dan mama bagi anak-anakku. Mamaku menjalankan pemahaman ini.


Kita semua sadar, bukan lagi kaum Pria yang berkarir untuk mencukupi kebutuhan hidup seperti jaman generasi Mamaku, terkadang wanitapun harus membantu suaminya untuk mencukupi tuntutan kebutuhan hidup yang semakin tinggi.


Tidak jarang saat ini, kebutuhan hidup bukan lagi sebatas pada pangan dan sandang seperti dahulu. Untuk saat ini, yang disebut kebutuhan sudah meluas sampai kepada gaya hidup.


Banyak juga wanita bekerja bukan karena suaminya tidak mampu membiayai seluruh biaya hidup keluarga dan bahkan keinginan keluarga, melainkan wanita sekarang, yang rata-rata berpendidikan tinggi, ingin mendedikasikan keahlian mereka di dunia karir.


Apapun situasinya, kita semua harus benar-benar menyadari peranan wanita menjadi jauh lebih penting. Sedikit kurang bijak, akan membawa anggota keluarga pada langkah kehidupan yang salah, yang terjebak pada narkoba, hedonism dsbnya.


Tidak ada pilihan lain, saat ini kita benar-benar harus menyadari bahwa Peranan perempuan harus setara dengan perkembangan jaman dengan seluruh keadaannya. Perempuan harus memilih cerdas menjalani kehidupan ini DEMI orang-orang yang dicintainya.


Inilah yang sedang coba aku lakukan awal aku memulai karirku, berkeluarga, menjadi mama bagi kedua buah jiwaku dan sebagai leader dan owner dari usaha - usaha yang aku jalani saat ini.



PERAN WANITA BAGI SUAMINY‎A

Dalam perannya sebagai pendamping suami, seorang wanita saat ini diharuskan memilih untuk lebih sabar meskipun secara karir ia lebih hebat. Karena disini peran wanita bukanlah menjadi saingan suaminya melainkan melengkapi suaminya agar menjadi lebih sempurna.


Sebagai seorang yang melengkapi suaminya, tentu seharusnya ia menjadi sahabat suaminya agar suaminya tidak mencari "sahabat" lainnya.

Wanita diharuskan tampil cantik secantik wanita diluar sana, wanita harus berwawasan luas untuk menjadi sahabat sharing suaminya., dsbnya. Sulit? Tentu tidak sulit bagi wanita karena wanita adalah mahkluk yang lebih emosional (lebih ke hati). Jika wanita telah mencintai, ia akan melakukan yang terbaik bagi yang ia cintai.


Agar keluarga tetap bertahan dalam cinta, Peranan wanita untuk mempertahankan keluarganya sangat besar. Jangan hanya meminta suami untuk mengerti dirinya melainkan jadikan dirinya sangat berarti bagi suaminya, jadikan dirinya sangat menarik bagi suaminya. Inilah peran penting wanita saat ini, baik yang memilih berkarir maupun yang memilih totally berperan sebagai Ibu di rumah.



PERAN WANITA BAGI ANAKNYA

Seorang ibu yang bijak akan menghasilkan anak-anak yang sukses. Ya pasti! Apapun latar belakang si Ibu.


Sering kita dengar atau lihat berapa banyak anak-anak sukses saat ini yang begitu membanggakan ibunya, ayahnya. Ada yang berangkat dari keluarga miskin, biasa-biasa saja dan ada juga yang memang sudah dari keluarga sukses turun temurun.


Orangtua adalah TELADAN bagi anak-anaknya. Memang pada realita hidup, anak-anak sering membantah apa yang dianjurkan orangtuanya tapi dalam bantahan itu, anak-anak sedang MENGAMATI apakah ortunya juga melakukan hal yang sama?


Akan sulit mengajarkan anak-anak nilai-nilai kebaikan jika itu bukan HABIT dalam keluarga. Bagaimana anak-anak melakukan ajaran yang berlaku sesekali atau hanya berlaku sepihak bagi mereka?


Banyak orang tua takut dibenci anak-anak karena mengajarkan hal-hal baik. Sayang sekali, ortu yang demikian begitu egois, takut dirinya dibenci namun tidak kuatir dunia kelak akan membenci anak-anak mereka. Kalau sebagai ortu saja, kita sudah sulit menerima prilaku mereka, bagaimana dunia akan menerima mereka?


Akhirnya mereka akan jadi sulit beradaptasi dan akhirnya memperlambat proses mereka untuk sukses. Dukungan orang lain pada mereka akan terhambat karena sikap, mentalitas dan prilaku mereka. Mentalitas sukses harus diajarkan dari rumah dalam bentuk keteladan (Habit). Peranan orangtualah yang mengajarkan anak-anak untuk :

  1. Bersyukur dan menghargai semua rahmat dan anugerah dalam kehidupan mereka sehingga anak-anak tidak boros, mereka hidup dalam kecerdasan financial dan kecerdasan dalam melakukan pekerjaan yang ujung-ujungnya akan menumbuhkan kinerja yang baik dan menghasilkan penghasilan yang besar
  2. Untuk hidup yang baik, semua kita membutuhkan dukungan orang lain, maka ajari anak kita untuk harus sopan, santun dan menghargai orang lain, ajarkan mereka menekan ego dan bersikap rendah hati. Buat anak-anak menyadari bahwa dukungan orang lain juga tergantung dari cara mereka bersikap
  3. Menyadarkan anak-anak bahwa dari usia sekolah sampai tamat kuliah, mereka dipersiapkan untuk bekerja mencari nafkah, baik sebagai entrepreneur maupun sebagai mitra kerja / karyawan
  4. Mengajarkan anak-anak untuk terus berjuang untuk mendapatkan sesuatu yang lebih baik.
  5. Mengajarkan anak-anak untuk tidak Blaming dan bertanggung jawab
  6. Ajarkan anak-anak cerdas dalam memanfaatkan uang agar tidak jatuh pada hedonism negatif, ajarkan mereka smart spending, membeli sesuatu yang mereka butuhkan dan jika mereka telah mampu, mereka boleh memenuhi keinginannya asal mereka telah memiliki pendapatan yang jauh lebih besar untuk membiayai semuanya.
  7. dsbnya.

 

Semua itu perlu untuk bekal anak-anak agar mereka kelak hidup jauh diatas ‎rata-rata atau makmur. Apa yang ditanam, itu yang dituai. Tidak mungkin seorang ibu ingin anaknya sukses tapi menanamkan akar "minta dikasihani", dsbnya.


PERAN IBU DI DUNIA KARIR

Wanita di tempat kerja, jangan hanya asal bekerja. Berfokuslah pada visi, tujuan awal ketika memilih bekerja. Dengan bekerja, kita para wanita telah mendedikasikan waktu kita untuk pekerjaan dengan mengurangi waktu kita untuk keluarga sesuai dengan hakekat kita sebagai perempuan.


Alangkah sayangnya waktu yang kita "curi" itu, kita sia-siakan dengan tidak meningkatkan kinerja di tempat kerja. Idealnya kita harus mencapai visi bekerja kita misalnya kalau bertujuan mencari nafkah harusnya pendapatanya terus naik sesuai dengan kinerjanya. Kalau bertujuan awal untuk mendedikasikan keahliannya, banyak orang lain merasakan dan memanfaatkan keahliannya dalam kehidupan mereka sehari-hari.


Wanita di tempat kerja juga adalah teladan bagi rekan-rekan kerjanya khususnya Pria, agar mereka makin menyadari bahwa wanita yang mempunyai banyak peran saja, masih mampu bekerja sangat baik.


Hasil dari kerja yang sangat baik, akan menghasilkan kebahagiaan bagi semua.


Inilah NILAI yang dihasilkan dari "mencuri" waktu.


Luar biasa ya peran wanita. Nah pada akhirnya, peran seorang ibu sangat mulia dalam kesederhanaannya. Saat melihat suami sukses dan bahagia, kita Turut sangat berbahagia.Saat melihat anak-anak sukses dan bahagia, kitapun bahagia. Saat melihat perusahaannya sukses, kitapun sangat bahagia. itulah kebahagiaan sejati seorang wanita


Salam Bahagia selalu,

MUINA ENGLO



Muina Englo

Seorang pengusaha otomotif Sumatra Barat yang senang menulis tentang Mentalitas Karyawan.

No Comments Yet.