Usia Rawan Perempuan = 30 Tahun ?!?


Monday, 30 Nov -0001


Waktu kita kecil, saat umur kita bertambah adalah hari yang kita tunggu – tunggu karena akan ada pesta ulang tahun. Umur kita bertambah maka bertambah dewasalah kita. Tapi ketika umur kita sudah mencapai 25 menjelang 30 tahun rasanya kesenangan itu berubah menjadi kecemasan plus tekanan yang dasyat dari lingkungan.
 

Biasanya menjelang umur 30 tahun sangat identik dengan kematangan kita bersikap dan berfikir, kemapanan dalam karir, dan yang paling membuat para perempuan tertekan adalah masih belum mendapatkan Jodohnya. Hal itu wajar ditambah lagi geng kita sudah pada menikah satu persatu di mana geng kita adalah tempat kita merasa nyaman melakukan sesuatu bersama – sama. Apabila satu persatu sudah menikah maka hilanglah rasa nyaman yang selama ini kita punya berganti kecemasan dan berujung tekanan agar kita juga cepat – cepat menikah.
 

Tapi ketika saya melihat teman-teman saya yang masih single dan umur mereka sudah lebih dari 30 tahun sepertinya tidak terlalu menjadi sebuah tekanan. Di dalam geng saya, kami berempat hanya saya yang sudah menikah, dua sudah mempunyai pacar tetapi belum memutuskan kapan akan menikah, satu lagi sampai sekarang belum mendapatkan pacar. Menurut kami, teman saya yang bernama melia ini perempuan yang baik.....baiiiik sekali, untuk pergaulan dia yang paling gaul, tahu semua tempat nongkrong asik, tahu band atau penyanyi yang lagi tenar, sampai gosip yang paling hot dia yang terupdate dan dari semua itu kalau dari teori yang saya pelajari, laki –laki akan sangat tertarik dengan cewe yang pintar, wawasannya luar dan di ajak ngobrol apa saja nyambung. Namun sepertinya tidak berlaku untuk Melia.
 

Kami sayang dengan Melia sampai- sampai kami selalu menjodohkan dia dengan teman-teman kami yang masih single. Tapi hampir semua laki laki yang single dan umurnya 30 tahun ke atas tidak mau mencari pasangan yang seumuran. Mereka memilih yang masih berumur 24 tahun – 30 tahun.

Memang di masyarakat kita untuk wanita single di atas 30 tahun sepertinya lebih sulit diterima ketimbang laki-laki yang single di atas 30 tahun, karena laki laki semakin tinggi usia nya dianggap semakin mapan, kalau perempuan semakin tinggi usianya dibilang ga laku. Huh...sedih yaaa
 

Singkat cerita setelah kesekian kali rencana perjodohan yang saya dan teman- teman saya lakukan tidak ada yang berhasil. Akhirnya Melia memutuskan untuk tidak terlalu memikirkan itu. Kesehariannya makin fokus bekerja dan tetap pergi hangout walaupun tidak ada pacar yang dia gandeng.  Bagusnya karena sering  dijodohkan, Melia jadi punya banyak teman (pacar tidak jadi, jadi teman pun oke heheehe) hal ini membuat melia jadi perempuan yang positif karena tidak di bawa stress, kenapa laki laki ga ada yang nyangkut jadi pacar. Ledekan-ledekan seperti :

“ke kondangan terus kapan ngirim undangannya?” ga ada yang di tanggapi dengan serius malah selalu  jawab dengan santai dan nyeleneh.

Sepertinya kita yang sudah mempunyai pasangan yang kadang jadi iri ingin seperti dia, karena dia masih single, dia jadi punya banyak waktu untuk pergi liburan ke mana saja yang dia mau, ikut komunitas apa saja.. di tambah lagi di pekerjaannya dia terbilang paling stabil dan sukses. Setelah kami pikir pikir kenapa kita para teman – temannya yang repot bingung gara – gara melia masih jomblo, padahal anaknya sendiri masih sangat menikmati hidupnya. Akhirnya kami sekarang tidak lagi terlalu menggebu – gebu untuk jadi mak comblang.

Dari situ saya berfikir, usia rawan perempuan 30 tahun ke atas selain masalah biologis seperti muncul kerut-kerut, metabolisme kita untuk pembakaran kalori berkurang makanya akan lebih susah untuk kurus, tapi selebihnya perempuan usia 30 tahun ke atas malah bisa lebih sukses dari yang sudah berpasangan.

Perempuan di umur 30 tahun ke atas dan masih single juga bisa kok membuat galau para wanita yang sudah mempunyai pacar atau sudah menikah. Karena waktu mereka yang lebih banyak ketimbang yang sudah ada pasangan jadi bisa melakukan hal-hal yang di impikan.

Jangan hanya fokus dengan memikirkan omongan orang-orang yang kadang itu hanya basa-basi mereka  atau mereka hanya ingin membanding-bandingkan dengan diri mereka sendiri. Ketika Laki-laki meminta perempuan menjadi kekasihnya, jangan ragu menolak kalau memang bukan selera yaa. Para perempuan single harus menjalani hubungan dengan Laki- laki yang dianggap layak sehingga waktu bisa benar-benar berharga.

 

 

 

 

 



Aci

No Comments Yet.