Ulasan Urban Women Talking Talk: Self Confidence/Anti Bully


Monday, 30 Nov -0001


Pada Sabtu (21/05) kemarin Urban Women kembali menggelar  Urban Women Talking Talk (UWTT) dengan tema bulan Juni “ Self Confidence/Anti Bully” di iikuti oleh 9 peserta yang berasal dari grup komunitas Urban Women sendiri maupun peserta umum yang antusias mengikuti diskusi yang tiap bulannya mengangkat tema berbeda.  UWTT sendiri merupakan satu dari beberapa kegiatan interaktif tematik yang selalu diadakan Urban Women tiap bulannya.

 

Wan Tien sebagai moderator memimpin langsung diskusi menarik tersebut, Dalam UWTT dibahas tentang bagaimana kita bisa menerima kekurangan yang ada pada diri sendiri sehingga tidak diperlakukan semena-mena oleh orang lain begitupun sebaliknya kita tidak memandang rendah dan memperlakukan orang lain dengan semena-mena pula yang mungkin kemampuan/secara fisik memiliki kekurangan.  

 

UWTT semakin hidup dan penuh antusias ketika sesi curhat dan sharing pengalaman antar peserta dibuka. Seluruh peserta asyik saling berbagi pengalamannya seputar self confidence dan pengalaman bully yang pernah dialami hingga mereka detik ini bisa bertahan dan menjadi wanita-wanita yang lebih tangguh dan lebih percaya diri.

 

Seperti pengalaman kawan kita Ditha, salah satu peserta yang ikut UWTT kemarin. Dia menceritakan kehidupannya dulu ketika masih duduk dibangku sekolah dia pernah menjadi korban bully oleh teman-temannya. Kala itu Ditha merasa minder dan malu jika harus tampil dan berhadapan dengan lawan bicara. Rambutnya yang dahulu ikal dan kulitnya yang berwarna gelap makin membuatnya tidak memiliki self confidence pada saat itu. “Yaaa...merasa seperti Ugly Duck, rambut ikal kulit hitam. Kemana-kemana merasa takut, malu untuk bertanya pada orang lain karena mikir orang pasti memperhatikan kulitnya yang gelap dan rambutnya yang ikal” ungkapnya pada UW.

 

Namun setelah dia duduk di bangku kuliah lambat laun rasa percaya dirinya pun meningkat ketika seorang sahabatnya memberitahukan kalau dia memiliki kemampuan/potensi lain yang bisa ditunjukkan ke orang-orang meski secara fisik kita memilki kekurangan, sahabatnya tersebutlah yang memotivasinya untuk terus menggali potensi/hobbi yang bisa dikembangkannya sehingga bisa Ditha tunjukan ke orang lain.

 

Kita intip Yuuk...beberapa testimoni kawan-kawan yang telah ikut UWTT pada 21 Mei lalu :

Ditha (Art Fashion & Enterpreneur) :
Acara UWTT tema kali ini bagus banget, saya dapat pengalaman baru dan belajar dari cerita-cerita teman-teman yang ikutan UWTT tentang self Confidence. 

 

Christin (Karyawati):
Saya baru pertama kali ikutan UWTT dan tema kali ini sangat memotivasi saya untuk bisa menjadi perempuan yang lebih percaya diri. 
 

 

Wirda (Praktisi Media):
UWTT forum hebat karena kita memulai dengan hal yang menyentuh hati, hal sederhana yang tidak semua perempuan menyadari. Saat di luar sana sibuk membahas kesuksesan dengan benda-benda indah & berkilau, kita mencoba membuat hati kita kaya dengan selalu berintrospeksi diri. 

“True confidence has no room for jealously & envy. When you know you are great, you have no reason to hate”
 

  

Fera (Karyawati):
UWTT tema kali ini sarat pesan kita jadi tahu bedanya orang yang percaya diri, orang yang tidak percaya diri dan orang yang berpura-pura percaya diri, namun bagaimana mereka semua mampu keluar pada tipa posisi yang tidak membuat nyaman diri mereka tersebut.
 

 

Liina (Karyawati) :
UWTT kali ini bagus, rasa percaya diri kita dibangkitkan dan sharingnya pun sangat menjawab pertanyaan kita-kita yang masih mengalami krisis kepercayaan diri.
 

 

Novia (Graphic Designer) :
Thank for Skype, sekarang jarak bukan masalah untuk meeting beda benua! Bersyukur banget bisa denger sharing dari berbagai wanita mengenai berbagai perspektif mengenai self confidence. Hari itu, aku belajar bahwa self worth bukan terletak pada perlakuan dan perkataan orang lain terhadap diri kita, melainkan pada bagaimana cara kita memandang diri sendiri. Dengan mindset seperti itu, maka kita bisa bertindak bijak dan objektif apabila kita mengalami bullying. Penting juga untuk menumbuhkan empati, tidak apatis, dan support teman lain yang mengalami bullying. Thank you, Urban Women! Waiting for the next talking talk. 
 

 

Jane (Media Social Officer) :
UWTT tema kali ini sangat memotivasi, karena bicara tentang Self Confidence pasti selalu berkaitan dengan self esteem, dan self image, bagaimana melihat diri kita dengan benar sebagai ciptaan Tuhan bukan karena omongan orang lain. 
 

 

Marlina (Urban Women) :
Tema kali ini bukan hanya peserta yang antusias kita pun dari Urban Women sangat senang bisa mengangkat tema “Self Confidence/Anti Bully” ini. Mengingat banyaknya perilaku bullying yang terjadi disekolah, dikampus maupun dikantor tempat kita bekerja. Dengan UWTT ini diharapkan peserta dan pembaca Urban Women dapat termotivasi, terinspirasi dan mengambil pelajaran berharga tentang bagaimana bisa meningkatkan rasa percaya diri setelah mengalami bully dan bagaimana bertahan dalam situasi yang berat ketika rasa tidak pede menghinggapi.

 

Naah..dari diskusi kita di UWTT kemarin ada beberapa point yang bisa kita share disini yaitu tentang

Bagaimana melihat seseorang yang tidak memiliki rasa percaya diri, ciri-cirinya antara lain : 
 

1.Gugup, gemetar  yang kemudian berpengaruh pada komunikasi yang kurang teratur dan tertata. 

2.Secara fisik pandangan mata tak tentu arah ketika berbicara didepan umum atau face to face.

3.Selalu Memikirkan/terinfluence dengan omongan orang lain yang negatif tentang dirinya misalnya hinaan, bully/cacian. 

4.Senang memotong pembicaraan orang lain sehingga seseorang yang tidak percaya diri kerap memaksakan pendapatnya agar disetujui orang lain 

5.Ingin tampil dan dilihat (mencari perhatian orang lain) untuk menutupi kekurang percayaan dirinya

6.Dipuji ia merasa sombong, dikritik ia merasa rendah diri

7.Sensitif, misalnya jika ada seseorang yang menggosipkan/menjelekkan/menghina kita padahal belum terbukti kebenarannya kemudian kita  langsung marah membabi buta. Itu berarti kita tidak pede.

8.Menjudge orang lain (tentang benar dan salah, baik dan buruk moral dan tidak bermoral) merasa dirinya lebih baik/hebat dari orang lain. Senang menilai, menjatuhkan  dan membicarakan keburukan orang lain.

9.Senang melihat orang susah/menderita/punya masalah, susah/tidak suka melihat orang senang atau berbeda dari orang pada umumnya, misalnya banyak dari kita yang senang dengan berita buruk/tidak  baik yang dialami orang lain. Makanya tidak heran tayangan/berita  infotaiment laku.  Orang yang memiliki rasa percaya diri akan merasa empati pada orang lain yang mengalami  satu masalah dan cenderung tidak mengomentari miring tentang derita orang lain sebaliknya orang yang tidak percaya diri cenderung meremehkan/judge dan cenderung menjadi komentator sinis orang lain. 

10.Tidak bisa menerima dirinya dengan baik. Jika ada sesuatu yang dirasa salah/keliru sangat amat besar kecenderungan untuk selalu menyalahkan diri sendiri dengan menganggap diri nya lemah dan tidak bisa melakukan apa-apa (mudah down)

11.Selalu ingin tahu tentang kehidupan orang lain (Kepo)

12.Kerap membandingkan kehidupan dirinya dengan orang lain (sulit untuk bersyukur)

13.Selalu Berpikiran negatif terhadap orang lain baik tersirat maupun tersurat  jika mendengar/melihat orang lain lebih baik dari dirinya.

14.Senang mendramatisir masalah / kekurangannya.

15.Perasaan kurang dicintai/kurang dihargai oleh lingkungan sekitarnya,

16.Selalu berusaha menghindari tugas/tanggung jawab/pengorbanan

17.Terkadang memperlihatkan perilaku mengamuk (yang dilakukan untuk melepaskan kecemasannya)

 

Semua itu secara psikologi ternyata termasuk ciri-ciri orang yang tidak memiliki rasa percaya diri.


Bagaimana dengan mereka yang memiliki rasa percaya diri, ciri-cirinya antara lain :
 

1.Bersikap terbuka dan mendukung komentar mereka

2.Berbicara dengan tekanan yang jelas, lancar, tertata, teratur, mantap dan tegas

3.Ekspresi wajah santai, tersenyum ketika merasa senang

4.Bersikap tenang (secara mimik maupun secara sikap) dalam menerima, mendengar, melihat dan melakukan sesuatu (terfokus)

5.Melihat masalah orang lain selalu dari 2 sisi, tidak sepihak

6.Mendengarkan pendapat orang lain dan tidak menyerobot ketika sedang terlibat pembicaraan dengan orang lain 

7.Tidak mudah dipengaruhi oleh komentar/omongan negatif orang lain namun bukan berarti bersikap masa bodo. Tetapi lebih mengendalikan diri dalam menyaring komentar/omongan negatif yang diterimanya

8.Pendapat/pemikirannya tidak menjudge dan menjatuhkan orang lain

9.Tidak haus pujian dan rasa hormat

10.Senang menyemangati orang lain 

11.Tidak meninggikan dirinya didepan orang lain dan tidak merendahkankan orang lain

12.Menawarkan saran perbaikan, buka nasehat atau perintah Menawarkan kritik membangun, tidak menyalahkan, atau mengharuskan

13.Mengajukan pertanyaan untuk menemukan pemikiran dan perasaan orang lain Menghargai hak orang lain

14.Mengkomunikasikan sikap saling menghargai pada saat kebutuhan dari dua orang sedang bertentangan dan mencari penyelesaian yang dapat diterima kedua belah pihak 

 

 

 



Admin Urban Women

No Comments Yet.