Ulasan UWTT: Mengapa Sulit Berbagi dengan Tulus?


Monday, 30 Nov -0001


Haloo Urbanesse pada Sabtu 6 Agustus 2016 kemarin, Urban Women mengadakan diskusi seru di Urban Women Talking Talk denga tema “Mengapa Sulit Berbagi Dengan Tulus?”. Dalam sharing dan diskusi di UWTT dengan beberapa peserta yang hadir, mereka rata-rata mengatakan bahwa saat ini memang masih sulit sekali orang lain di sekitar kita untuk berbagi atau memberi sesuatu dengan niatan tulus tanpa dibumbui dengan adanya ekspektasi dan tujuan lain di dalamnya. Itulah yang kerap membuat mereka jadi berpikir dulu untuk menjadi seseorang yang mau berbagi apapun dengan niatan tulus tapi karena ada perasaan cemas, khawatir, takut dan trauma segala tindakannya untuk berbagi dengan orang lain nantinya akan dimanfaatkan, diperalat dan disalahgunakan oleh orang lain. Maka secara tidak langsung merekapun ikut menjadi pribadi yang mampu berbagi namun tidak tulus. Padahal jika ditanya satu persatu secara pribadi dari hati masing-masing dan jujur semua orang pasti dalam hidupnya menginginkan untuk bisa mendapatkan teman, sahabat, rekan kerja, tetangga, seseorang dan pasangan yang mampu berbagi atau memberi dengan  tulus. Iya kan ? =)



Well...dari sharing
pengalaman beberapa kawan yang mengikuti UWTT Sabtu lalu, ada beberapa point yang kita bisa pelajari agar kita dapat bertumbuh menjadi pribadi yang mampu berbagi dengan tulus tanpa pamrih.

Yang membuat karakter seseorang di Kota Besar (khususnya di Ibukota seperti Jakarta) saat ini untuk berbagi dengan tulus itu masih sulit dilakukan dan malah dianggap jarang ada orang yang mau memberi/berbagi dengan tulus tanpa adanya motif atau tujuan lain ?

1. Kebiasaan/Budaya/Lingkungan sekelilingnya itulah alasan yang membuat mereka akhirnya menjadi pribadi mampu memberi/berbagi namun tidak tulus atau enggan untuk berbagi/memberi dengan atau tanpa ketulusan karena sudah lebih dulu berpikir “cemas, khawatir dan trauma akan diperalat, dimanfaatkan dan disalahgunakan kedermawanan/ketulusannya oleh orang lain.

2. Pengalaman Pernah dikecewakan, trauma dirugikan dan diperalat oleh orang lain, kerap membuat mereka berpikir ulang untuk berbagi meski hanya sedikit.

3. Akar masalahnya dari memberi/berbagi dengan tidak tulus adalah “keegoisan” (seseorang lebih mementingkan keuntungannya sendiri dan sudah memperhitungkan untung ruginya ketika mau memberi/berbagi.

4. Dianggap bodoh dan berbeda oleh orang lain (sering dengar dong pernyataan “hari gini ngasih-ngasih ke orang jangan terlalu tulus nanti dimanfaatin.



UW juga merangkum perilaku berbagi yang dibungkus rasa tulus hingga menjadi seolah-olah suatu tindakan yang di dalamnya terdapat ketulusan.

1. Hubungan Win Win atau simbiosis mutualisme
Kita pasti kerap menemui seseorang yang ingin dekat atau kenal dengan kita, kemudian memanfaatkan Jabatan, materi, kebaikan yang kita miliki untuk keuntungannya sendiri.

2. 
Mental 'Robinhood', melakukan hal yang buruk untuk tujuan yang baik.

Ini sering kita jumpai, seseorang yang menjual sesuatu namun mengajak orang lain untuk membelinya dengan beragam cara bahkan cenderung menipu rekannya sendiri,  namun uang dengan dalih “toh uang hasil penjualannya digunakannya untuk menghidupi keluarga dengan dalih anak-anak saya butuh makan juga seperti yang lainnya jadi nggak apa-apa, ini kan namanya bisnis”.

3. 
Banyak berbagi untuk menutupi dosa yang lain. 
misalnya ada pengalaman seseorang yang menceritakan bagaimana temannya melakukan korupsi di kantornya, kemudian hasil dari korupsinya tersebut sebagian disumbangkannya ke fakir miskin. Dengan harapan itu akan mengurangi dosa-dosa korupsinya.



Berbagi atau Memberi dengan Tulus itu Berarti :

1.     Tidak pandang bulu, terhadap siapa yang mau kita bantu/diajak berbagi
2.     Tidak diingat-ingat lagi tentang apa yang sudah
3.     Tidak banyak berhitung dalam setiap pemberiannya
4.     Tidak banyak berdebat/berargumen/mempertanyakan apa yang dapat dia beri/bagi ke orang lain.


Dari UWTT kemarin UW juga melihat penyebab seseorang bisa berbagi dengan tulus :

1.     Pengalaman Pribadi
2.     Ajaran Keluarga
3.     Komitment/prinsip hidup


Lantas apa sih keuntungannya kalau kita mampu menjadi pribadi yang bisa berbagi dengan tulus :

1.     Banyak teman
2.     Kemungkinan lebih besar memiliki pasangan yang juga bersikap tulus
3.     Akan sering menjadi prioritas dalam pekerjaan dan relasi (karena semua orang menyukai orang yang bisa berbagi dengan tulus)
4.     Banyak yang peduli, menjaga serta melindungi
5.     Santai dan Bahagia dalam menjalani hidup
6.     Reputasi ketulusannya turun ke keluarga.


Kalau benefitnya lebih banyak “Mengapa kita masih Sulit Berbagi dengan Tulus?”.

Menjadi tulus itu itu pilihan, kita yang memilih ingin menjadi pribadi yang tulus atau tidak,  karena ketulusan merupakan Keputusan pribadi masing-masing. Berbagi itu sangat baik dan indah...tapi alangkah lebih baiknya jika apa yang ingin bagi atau beri ke orang lain didasari dengan ketulusan.


Naahh...Urbanesse,  apakah kamu sudah termasuk menjadi bagian dari mereka yang memiliki ketulusan dalam berbagi atau kamu masih menjadi pribadi yang sedang bertumbuh untuk bisa berbagi dalam hal apapun dengan tulus? .

Bagi kalian yang memiliki cerita maupun pengalaman seperti ulasan kita bulan ini, bisa langsung kirimkan artikelnya ke urbanwomenministry@gmail.com atau login dsini http://www.urbanwomen.org/sign-in  jika kamu sudah memiliki accountnya. Kalau belum kamu bisa dengan registrasi terlebih dahulu disini  http://www.urbanwomen.org/sign-up
Yuuuk..kita berbagi tulisan dan cerita inspiring dengan tema “Mengapa Sulit Berbagi dengan Tulus”. Semoga tulisan/artikelmu kali ini mampu memberi inspirasi dan menularkan hal yang positif bagi perempuan lainnya yang membaca. Mari sama-sama kita menjadi pribadi yang mampu berbagi dengan tulus.

“Kita memang bukan Mother Theresa atau Lady Diana, tetapi perilaku mereka yang senang berbagi dengan tulus bisa kita lakukan dalam kehidupan sehari-hari dari sekarang.  Dimulai dengan hal-hal kecil dari diri sendiri yang bisa kita bagi ke orang lain”. #UWBeraniBerbagi #YuukBerbagi

 



Admin Urban Women

No Comments Yet.