Ulasan UW Book Club: Happiness


Monday, 30 Nov -0001


Urbanesse, Pada Sabtu (5/11) yang lalu Urban Women kembali menggelar Book Club dengan tema buku yang dibaca tentang “Happiness” (kebahagian).  Satu hari setelah demo besar-besaran (4 November 2016)  yang terjadi di Jakarta,  tidak membuat peserta Book Club kehilangan semangatnya untuk hadir dalam acara yang diadakan bulanan tersebut. Beberapa buku peserta yang di share dalam Book Club kali ini diantaranya, buku karangan Desi Anwar bertajuk “Hidup Sederhana”dan “148 Tips For Life”, buku karangan Christine Wibowo “Joy Inside, Succsess Inside”, buku karya Tony Hsieh berjudul “Delivering Happiness”, buku karangan Gretchen Rubin, “The Happiness Project”, dan buku karya Nila Tanzil, “Lembar – lembar pelangi”.
 

Hidup bahagia adalah dambaan dari setiap orang. Bahagia merupakan suatu hal tiada taranya. Dikala kita bahagia segalanya akan terasa indah dan hati pun terasa tenteram dan damai. Tiada kesusahan pun yang meliputi kita tatkala bahagia menghampiri kita. Bahagia itu indah dan menyenangkan. Tapi, apa sih sebenarnya Makna dari Bahagia atau kebahagiaan itu sendiri? Salah satu buku yang dibahas adalah “THE HAPPINESS PROJECT” buku yang mengisahkan kisah nyata seorang wanita (Gretchen Rubin) dalam menemukan kebahagiaan bulan demi bulan dalam setahun. Caranya, setiap bulannya Gretchen membuat satu resolusi dan kemudian menjalaninya untuk menemukan mana yang berhasil membuatnya bahagia dan mana yang tidak.Semua penemuannya tentang kebahagiaan berkisar dari hal-hal yang sangat praktis sampai hal-hal yang bersifat mendalam, sehingga tanpa anda sadari dari hal-hal kecil atau sepele sudah bisa membuat anda bahagia.
 

Jane Salah satu peserta Book Club membagi ulasan buku yang telah dibacanya, karangan Christine Wibowo “Joy Inside, Succsess Inside”  ini menjelaskan apa hubungan Joy  dengan sukses. Dalam Bahasa Inggris Kata  Glad, Happy, Joy tidak bisa disamakan sebagai sebuah pengertian yang sama yaitu kebahagian.  Bahagia itu tidak sama dengan sukacita. Dari kacamata Psikologi bahwa tahapan Happiness itu dimulai dengan rasa Senang (glad)  itu tidak menyelesaikan masalah tetapi meringankan hati, kemudian bahagia (happy) rasa puas terhadap usaha yang kita buat, dan akhirnya berakhir dengan Joy yaitu rasa ‘penuh’ seperti ember yang terisi air, ada atau tidak ada hal-hal yang membuat kita bahagia itu tidak penting karena hati kita sudah ‘penuh’, namun apabila kita tetap menerima kebahagiaan itu berarti kita harus membagikannya kepada orang lain. Itulah inti dari sukacita, ketika kita sampai pada fase tidak mengusahakan kebahagiaan diri sendiri namun bisa dapat memberikannya kepada orang lain. Inilah yang membuat kita sukses dalam menghadapi hidup.
 

Desi Anwar dalam bukunya  “Hidup Sederhana” berkata Sebagai manusia, kita semua pandai membuat hidup menjadi rumit. Kita isi hidup kita dengan harapan, kecemasan, dan ketakutan. Kita mengomel tentang masa lalu, kita mencemaskan masa depan, dan kita mengabaikan masa kini. Kita mencari kepuasan dalam kebendaan dan kebahagiaan dalam angan-angan, sering dengan mengorbankan kekayaan yang hadir di sekitar kita.
Desi Anwar dari pengalamannya, kenangan masa kecilnya, pandangan hidupnya, serta kebiasaan yang dilakukannya dalam menyiasati kerumitan hidup sehari-hari. Hal-hal biasa seperti mensyukuri Alam, menyisihkan waktu untuk duduk dan beristirahat, mengembangkan sikap gembira dan positif, memelihara kesehatan jiwa dan raga, membuka wawasan dan berbagai hal lain yang tampak sederhana dari luar tetapi sering sulit kita capai karena kita jarang menyempatkan diri. Tetapi justru hal-hal inilah yang sebenarnya dapat membuat kita benar-benar puas dan memberi makna bagi hidup kita.
 

Bicara bahagia ketika memberi, hal ini dialamin oleh Nila Tanzil dalam bukunya “Lembar-lembar Pelangi”. Nila Tanzil menemukan makna dan tujuan dalam hidup, pahit dan manisnya pengalaman yang dialami, keraguan yang muncul di hati sebelum akhirnya melangkah mantap mengabdikan diri untuk berkarya di bidang sosial dan pendidikan dengan mendirirkan perpustakaan anak di berbagai daerah di pelosok Indonesia Timur, Nila masuk ke level “Bahagia itu memberi”.

Diakhir pertemuan para ladies ini setuju bahwa:

1.     Bahagia dimulai dari diri sendiri.

2.     Bahagia itu menerima semua keadaan degnan lapang hati dan pemikiran yang sederhana/ tidak rumit.

3.     Bahagia itu menikmati.

4.     Bahagia itu bersyukur.

5.     Bahagia itu memberi.
 

Itu tadi Urbanesse ulasan singkat Book Club dengan tema “Happiness” bagi kamu yang ingin join pada Book Club selanjutnya kamu dapat menginfokan ke kita di nomor whatsaap Urban Women 0815 1725 2504 untuk mendapatkan info jadwal, tempat serta tema Book Club selanjutnya yang akan kita angkat. Untuk Desember nanti kita akan membahas tentang buku apa saja yang sedang kita baca dan kita aka berbagi buku dengan ladies yang lainnya . So, Urbanesse Sampai bertemu di Book Club kita selanjutnya “Let’s be a smart women together”.



Admin Urban Women

No Comments Yet.